7 kisah inspiratif pengusaha sukses

7 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses

Spread the love

Akhir-akhir ini beberapa orang mulai lebih melirik dunia usaha daripada jadi pegawai satu perusahaan. Keberhasilan keuangan yang dapat didapat dari membuat usaha sendiri menggerakkan orang untuk pilih mengawali usaha mereka sendiri. Banyak cerita sukses beberapa pebisnis yang dimulai dari 0 dan harus melalui jalan panjang dan berkelok sebelumnya terakhir raih keberhasilan yang menjadi ide untuk Anda yang ingin mencoba dunia wiraswasta.

Di sini Anda dapat memerhatikan cerita sukses sebagian orang pebisnis dari tanah air yang bertaraf menengah sampai besar, tua atau muda, yang rerata mengawali dari bawah dan serba susah saat sebelum capai keberhasilan yang sekarang ini.

7 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses

7 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses

1. Bob Sadino

Tercipta di Lampung, 9 Maret 1939, almarhum pebisnis bernama komplet Bambang Mustari Sadino ini terhitung salah satunya pebisnis sukses yang pernah alami jatuh-bangun sebelumnya terakhir mencatatkan keberhasilan besar. Sesudah sekitaran 9 tahun jadi karyawan, Bob memilih untuk stop dan membanting kemudi jadi pebisnis.

Usaha pertama kali yang dirintisnya ialah usaha persewaan mobil, dengan dengan modal satu mobil Mercedes dan dia supiri sendiri. Tetapi karena bencana kecelakaan yang menerpanya saat menyetir mobil yang dikontrakkannya itu, usaha itu juga stop di tengah-tengah jalan. Tidak putus semangat, dia selanjutnya berpindah karier sebagai pekerja bangunan yang dibayarkan dengan gaji harian.

Saat jadi kuli itu, dia menyaksikan ada kesempatan usaha lainnya, usaha ternak ayam dan telur ayam negeri. Bermodal utang tetangganya, pada akhirnya Bob mulai memulai usaha itu. Awalannya, Bob tawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di daerah sekitaran rumahnya, khususnya ke beberapa ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Usaha telurnya itu pada akhirnya berbuah manis dan dia meningkatkan sayap dengan jual daging dan sayur hidoponik. Karena kegigihannya, usaha itu sukses dan dia juga membangun Kem-Chicks, supermarket terkenal yang jual beragam jenis produk peternakan dan pertanian. Walau telah sukses, dia masih tetap tampil simpel dan seringkali layani sendiri beberapa konsumen setianya seperti keluarganya sendiri.

2. Susi Pudjiastuti

Wanita kelahiran 1965 yang saat ini memegang sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi ini ialah seorang pebisnis yang populer tegas. Dia meniti usahanya di bagian perikanan dan maskapal penerbangan dari 0.

Sesudah memutuskan untuk stop sekolah saat sebelum lulus SMA, dia mengawali upayanya sebagai pedagang baju dan bed cover. Sesudah menyaksikan kekuatan daerah rumahnya, Pangandaran, sebagai pemroduksi ikan, Susi lalu memakainya sebagai kesempatan usaha dan berpindah ke usaha perikanan.

Bermodal cuman Rp750 ribu dari hasil jual perhiasannya, dia mulai beli ikan dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke beberapa restaurant. Sesudah sempat terganggu, usaha Susi pada akhirnya sukses kuasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran serta selanjutnya memasuki ke export ikan dan lobster.

Usaha maskapal penerbangannya bermula dari usaha perikanan itu. Untuk menangani permasalahan pengangkutan ikan yang lamban jika melalui darat atau laut, Susi beli sebuah pesawat dari utang bank untuk pengiriman produk lautnya, yang selanjutnya berkembang jadi armada maskapal penerbangan Susi Air yang layani jalur pedalaman dan sewa.

3. Reza Nurhilman

agi yang belum mengenali nama ini, kemungkinan Anda lebih mengenali “kripik setan” Maicih. Ya, Reza Nurhilman ialah nama pemuda yang ada di belakang produk keripik singkong extra pedas yang terkenal itu. Reza mengawali usaha keripik singkong ini pada tengah 2010 seorang diri saat berumur 23 tahun bermodal awalnya 15 juta rupiah. Untuk usahanya ini, dia menggamit satu produsen keripik lokal di Bandung.

Reza memulai usahanya ini dengan lakukan marketing simpel, yaitu lewat basis sosial media, Twitter, saat sebelum meningkatkan sayap dengan mengaplikasikan mekanisme keagenan yang memakai istilah Jenderal supaya produknya dapat meraih customer yang bertambah luas. Beberapa Jenderal ini pasarkan produknya dengan berkeliling-keliling atau nomaden.
Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun lalu ini akui kunci suksesnya berada pada langkah berpikirnya yang out of the box, yakni dengan tidak buka toko seperti umumnya penjual hingga membuat produknya terbatas. Lewat Twitter, beberapa jenderal memberitahukan info lokasi pemasaran sehari-harinya. Langkah marketing yang cukup unik ini bisa dibuktikan sukses mengusung nama Maicih di jagat maya. Baru 1/2 tahun saja, omset Maicih dapat capai Rp7 miliar /bulan. Angka yang fenomenal, bukan

4. Sunny Kamengmau

Anda pernah dengar tas tangan merk Robita? Tas Robita yang demikian terkenal di Jepang ini bahkan juga beritanya jadi dambaan oleh semua kelompok sosialita di negara sakura itu. Orang yang ada di balik ‘dapur’ tas merk Robita ini ialah Sunny Kamengmau, pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siapa kira pemuda yang tak pernah lulus SMA itu pada akhirnya jadi pebisnis sukses yang bisa memberikan inspirasi siapa saja yang dengar ceritanya. Sunny memulai usahanya bermodal ngotot. Sesudah tinggalkan daerah halamannya dan ke Bali, dia bekerja sebagai tukang sapu dalam suatu hotel. Selang beberapa lama dia juga dipilih jadi satpam karena dipandang mempunyai semangat kerja yang baik. Sepanjang itu, dia manfaatkan waktunya untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang.

Upah pertama kalinya dia pinggirkan untuk beli kamus dua bahasa asing itu dan pelajarinya dengan telaten. Peruntungan kemungkinan memang ada di faksinya semenjak awalnya dia ditempatkan kerja di hotel itu, karena di situ dia kenalan dengan seorang pebisnis asal Jepang yang selanjutnya meminta untuk menyuplai tas kulit ke negaranya. Walau sempat terseok untuk beberapa lama, bahkan juga nyaris kehilangan semua penjahit tas yang bekerja buatnya, Sunny perlahan-lahan dapat bangun dan usaha tasnya itu juga semakin diperkuat sampai sanggup mempunyai 100 orang pegawai.

5. Gibran Rakabuming

Sekarang ini nama Gibran Rakabuming kemungkinan telah dikenali oleh sebagian besar warga Indonesia, di luar bukti jika ayahnya, Joko Widodo, ialah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran ialah pemilik sebuah usaha di bagian catering dan wedding organizer bernama Chili Pari.

Saat sebelum memegang jadi Walikota Solo, selanjutnya Gubernur DKI jakarta, dan pada akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo sebagai pebisnis furniture. Tetapi, Gibran memutuskan untuk meniti usaha sendiri tanpa terlibat ayahnya. Dia mengawali upayanya dengan ajukan utang ke bank untuk modal.

Walau sempat ditampik seringkali, pada akhirnya dia memperoleh kesepakatan dari salah satunya bank dan bermodal utang itu dia juga mengawali Chili Pari dengan layani pesanan partai kecil. Karena kekuatan dan kegigihannya sendiri, saat ini Chili Pari telah banyak tangani order besar dalam jumlah tamu sampai beberapa ribu orang dan usaha Gibran juga makin mengalami perkembangan.

6. Nicholas Kurniawan

Nama Nicholas Kurniawan kemungkinan belum terlampau akrab dalam telinga Anda, tetapi sekarang ini di umurnya yang masih belia, 20 tahun, dia telah sukses jadi exportir ikan hias paling muda di Indonesia. Semua bermula dari keadaan keluarganya yang tersuruk dan terbelit hutang, dan Nicholas juga punya niat untuk mengganti nasibnya.

Sempat coba beragam usaha dimulai dari asuransi, makanan, MLM, dan mainan, jatuh bangun serta sempat tidak naik kelas saat kelas 2 SMA, dia mulai kembali bangkit dan coba peruntungannya dengan jual ikan hias lewat cara online lewat website Kaskus. Walau sempat seringkali ditipu oleh calon konsumen, usaha ikan hias Nicholas sekarang telah mencapai luar negeri dan dalam satu bulan omsetnya dapat capai lebih dari Rp100 juta.

7. Hamzah Izzulhaq

Pemuda kelahiran 1993 ini telah menunjukkan diri sebagai pebisnis muda yang sukses. Semenjak kecil, dia telah kelihatan mempunyai talenta menjalankan bisnis, yaitu dengan usaha jualan kelereng, petasan, sampai koran. Dia sempat juga jadi tukang parkir dan ojek payung.

Saat tengah ikuti seminar usaha siswa saat masih duduk di kursi SMA, Hamzah disodori usaha waralaba tuntunan belajar dengan seorang pemuda yang masih terbilang muda tetapi telah mempunyai tuntunan belajar dengan 44 cabang.

Dengan modal uang Rp5 juta dan utang Rp70 juta dari ayahnya, dia beli salah satunya cabang yang kebenaran ditawari untuk diambilalih dengan harga Rp175 juta. Bekasnya yang sejumlah Rp100 juta dibayarkan dengan dicicil dari keuntungan tiap semester.

Upayanya itu makin mengalami perkembangan, dan sekarang Hamzah telah mempunyai 3 lisensi waralaba bimbel dalam jumlah pelajar di atas 200 orang tiap semester. Semenjak akhir 2011, usaha Hamzah sudah sah memiliki badan hukum bernama CV Hamasa Indonesia. Pemuda 22 tahun ini memegang sebagai direktur khusus

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: