8 tahun cerpenmu

Cerpen 11.25

Spread the love

Cerpen 11.25





Cerpen Karangan: Murphy
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Sedih

Lolos moderasi pada: 2 May 2022

Seorang gadis tampak menunggu seseorang di depan halte bus itu.
“CITTTTT” pintu bus terbuka, tanpa perintah ia masuk dan mulai mengedarkan pupil matanya pada setiap sisi bangku di dalam bus itu.
Setelah tidak menemukan apa yang ia cari sembari tadi ia memutuskan untuk menyerah dan segara kembali ke rumah, untuk menengkan pikirannya, sesekali ia teguk es jeruk di genggamannya.

Siang ini, ia bersama ibunya berjalan menuju halte bus untuk membeli beberapa keperluan rumah, tak lupa bersama sang ayah. Dengan tergesa gesa mereka menaiki bus dengan nomor 11,
“ayo pak, bu silahkan masuk” sapa sang sopir bus
Ia duduk di kursi panjang untuk 3 orang duduk di tengah dan di samping kanan kirinya terdapat kedua orangtuanya.

“cepat keluar, bus hampir meledak karena konsleting listrik”
“sayang, cepat bawa Deliana keluar, SEGERAAA!!!” kata ayah
“lalu, ka-“. “CEPAT PERGI!!!”

Kami semua keluar, kecuali papa. Ia masih di dalam, menyelamatkan seorang nenek tua yang kesulitan karena salah satu lipatan bajunya tersangkut. Nenek itu keluar, namun papa tak kunjung keluar. Dari dalam terdengar suara ayah memanggilku.
“DELIANA, JAGALAH IBUMU YA NAK!!!”
BOMMMMMMM.
Bus itu meledak, meledak tanpa ampun, aku berlari, menangis dengan bergandengkan tangan ibuku.

Waktu pun kembali, 5 Tahun setelah insiden itu ia memutuskan untuk pelan pelan merelakan kepergian penyelamatku, penyelamat sang nenek dan penyelamat banyak orang.

Ingatanku mengabut.
Pukul 11.25
Aku terjatuh, lepas genggaman tanganku dari ibuku. Segera ku mencoba berlari, tapi sesuatu menghalangiku, Api.

Cerpen Karangan: Murphy

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 2 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen 11.25 merupakan cerita pendek karangan Murphy, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Anis M

Aku Dita, usia ku 12 tahun, aku lupa kejadian terakhir yang menyebabkan saat ini aku harus dirawat di Rumah Sakit, ayah ku bilang aku kemarin pingsan dan sempat mimisan




Oleh: Meisha Salsabila

“Hm…. disini saja simpannya.” kataku Kring.. kring… ponselku bergetar. Aku pun mengambilnya. “Hawa?” kataku sambil membuka pola kunci ponselku. ‘Assalamualaikum, Asiah kamu suka bunga dariku tidak?’ itulah yang Hawa




Oleh: Aurellya Ayu A.

Malam yang gelap gulita, hanya meninggalkan kesunyian yang tak berarti. Angin dan alunan ombak-ombak laut bahkan mengingatkan pada suatu janji persahabatan. Di tengah laut, tampak dua orang anak menaiki




Oleh: Amanah Agus

Ketika Gimin sedang bermandi keringat menggenjot sepeda berkaratnya, teman-temannya sudah berdoa di dalam kelas. Pak Ahmad pun sudah berada di dalam ruang kelas 5 akan segera memulai pelajaran jam




Oleh: Bibiana Dri Sella Smit

Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi pada saat engkau melangkah ke depan, begitulah sebuah kehidupan tercipta … selalu membuat manusia bertanya dan kebingungan. Kesalahan terbesar Aira adalah



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: