8 tahun cerpenmu

Cerpen Aku dan Rino

Spread the love

Cerpen Aku dan Rino





Cerpen Karangan: SNH
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Sedih

Lolos moderasi pada: 7 June 2022

Dunia dengan seisinya mempunyai berbagai kisah yang unik. Karena keunikan itulah berbagai makhluk hidup bisa menikmati macam-macam kehidupan di dalamnya. Salah satunya yang paling menikmati ialah Manusia. Makhluk hidup yang dibilang lebih punya akal ketimbang yang lain.

Hari ini aku bekerja di pabrik milik sekelompok Manusia yang paling berpengaruh di kota ini. Aku tidak pernah berhenti untuk istirahat sejenak, hanya diberi satu jam saja untuk berdiam dengan keadaan mati total dan hanya menyala untuk bagian belakang. Ya, aku seorang robot pekerja yang diciptakan oleh manusia paling pintar. Mereka menyebutnya profesor ilmuwan. Aku telah dilatih, direkam, dan diperbaiki terus menerus sampai tidak boleh ada celah kerusakan apapun. Aku pun diberi nama olehnya dengan sebutan Miky. Karena bentukanku lebih terbentuk tikus besar yang mempunyai kaki ketimbang mirip dengan manusia. Tidak hanya sendiri saja, aku punya teman-teman robot lainnya. Mereka semua juga robot pekerja di pabrik ini.

Suatu saat aku mendengar percakapan petinggi dari pabrik ini. Mereka memang sengaja berbicara keras di tempat sepi, dan mengira diriku tidak bisa mendengarnya. Rupanya mereka sedang membahas suatu rencana rahasia. Aku yang mendengarnya sungguh terkejut akan hal itu. Mengetahui percakapan itu, tanpa ketahuan bahwa aku bisa mendengar, aku pun berpura-pura untuk keluar gudang sepi ini.

“Hi, robot!” sapa seseorang. Mengejutkanku setelah keluar gudang dengan keadaan panik.
“Haloo, aku Rino.” katanya sambil memegangi bentuk lekukan dari badan robot ini.
“H…a..hai, Ri…No… Rino” balasku merekam suaranya.
“Nak, kamu sedang apa? Sini, jangan pegang apapun nanti rusak.” panggil seorang yang lebih tinggi dan terlihat tua, sepertinya papanya.
“Dadah robot!”

Hari telah berganti, setelah tubuhku sudah penuh terisi dengan listrik, aku mulai bekerja kembali seperti biasanya.
Sebelum memasuki gudang penyimpanan, aku pun melihat bocah kemarin kembali yang sekarang sedang duduk sendirian di ruang tunggu. Aku tidak ada keinginan untuk menghampirinya, karena juga harus segera bekerja. Namun, bocah itu telah mengetahuinya dan berlari ke arahku.

“Halo, bertemu kembali, robot. Nama kamu siapa?” tanya nya.
“Halo.., Rino. Aku… Miky!”
“Wah, namanya yang unik. Mari kita berteman” katanya sambil mengulurkan tangan. Namun, aku tidak langsung memberi jawaban atas salamnya. Karena tanganku telah penuh barang bawaan.
“Oiya, selamat bekerja, Miky!” katanya mulai mengerti dan meninggalkanku.

Hari menjelang siang, terik matahari telah memasuki ventilasi kecil di pabrik ini yang sebagai penanda pekerja pabrik dan robot pabrik untuk istirahat sejenak. Terlihat dari kejauhan, sebelum aku beristirahat total, aku melihat bocah itu lagi. Sekarang dia sedang mengikuti papanya berjalan ke arah kantor. Terlihat di raut wajahnya tampak kesal dan cemberut. Sepertinya dia merupakan salah satu anak dari pemilik pabrik ini.

Hari ke hari terus berjalan, tidak disadari telah satu tahun lebih aku selalu bertemu bocah itu. Selalu menyapa, bertanya kabar setiap hari, bermain bersama, menebarkan senyuman, dan yang paling jarang bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah untuk memeluk robot ini dengan penuh kehangatan. Namun, aku bisa merasakan kalau pelukan ini tidak hanya kasih sayang, melainkan dia menangis seperti tidak ingin meninggalkan aku.

“Aku akan memohon pada papa! Agar Miky jangan pergi dariku!” katanya lirih dalam pelukanku. Kemudian dia pergi dengan keadaan menangis.

Aku mulai berpikir apa yang dikatakan sekelompok pemilik pabrik ini pasti ada benarnya. Saat itu, mereka membicarakan tentang robot-robot milik pabrik yang sudah diciptakan lebih tua dari robot yang masih baru, akan segera dihancurkan karena mesin robot yang dipakai pun sudah tidak layak. Aku berpikir, pasti aku akan juga terlibat. Karena aku termasuk robot tua apalagi robot pertama yang diciptakan. Sudah menjadi takdirku untuk dihancurkan.

Keesokan harinya, aku terbangun dari istirahat totalku. Aku terkaget tak menyangka, setelah pengisian daya untukku ini dibawa pergi dengan gerobak berisi teman-teman robot lainnya. Ternyata untuk penghancuran robot akan dimulai hari ini juga. Aku teringat Rino. Dia merupakan bocah paling pengertian, aku ingin bertemu sekali dengannya.

Tidak lama kemudian, aku mendengar suara langkah kaki yang berjalan tergesa-gesa sambil merengek sekencangnya. Ya, aku mengenal suara itu. Ia Rino. Dia terus mengejar gerobak yang berisi robot tua ini. Sebelum kami, robot tua ini memasuki ruangan penghancuran, dia berucap satu kalimat dengan suara tangisannya.

“Miiikkyy!!! Aku sayang kamu, bila bentukmu sudah hancur berkeping, tolong simpan memori indah kitaaa!!” teriaknya dengan sedih. Semua orang yang berada di sana pun menahan bocah itu dan menenangkannya. Aku pun tidak lupa untuk menyimpan di memori kotak yang ada di robot ini.

“Terimakasih sangat Rino!” Dan itulah akhir kata terucap, kemudian mesin penghancur bergerak.

Dzzz…. dzzr.. duaar..

Cerpen Karangan: SNH
Haloo… salam kenal, aku kembali lagi

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 7 Juni 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Aku dan Rino merupakan cerita pendek karangan SNH, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Muhammad Al Ghaniy Fatahillah Mubarok

Pada suatu massa, ada sebuah kekaisaran yang sangat besar, hingga matahari pun tak pernah terbenam di kekaisaran tersebut. Nama dari kekaisaran itu adalah kekaisaran Albion. Kekaisaran itu dipimpin oleh




Oleh: Azwa Khairunisa

Namaku Annisa Nur Salsabila bisa dipanggil Salsa. Aku murid pindahan dari Kota Medan. Aku bersekolah SMPN Merdeka tepatnya di Jakarta. Hari ini hari yang membahagiakan bagiku karena hari ini




Oleh: Litania Lintang

Hari ini aku bangun pagi pagi sekali karena hari ini ayahku berulang tahun yang ke 34, aku adalah anak tunggal, aku mengetuk pintu kamar ibuku dengan sangat pelan takut




Oleh: Muhammad Labib Naufaldi

Seorang petani tinggal di rumah kecil di sebuah desa bersama seorang anak laki-lakinya bernama Jaka. Meski hidup serba kekurangan Jaka tidak pernah mengeluh. Ia selalu ceria membantu ayah merawat




Oleh: Purwadi Samir

Dahulu kala ada sebuah legenda tentang sebuah tempat yang sangat misterius, diceritakan bahwa ditempat itu ada alat yang berbentuk seperti sebuah jam tangan, namun jam tangan ini memiliki kekuatan



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: