8 tahun cerpenmu

Cerpen Alam Yang Indah

Spread the love

Cerpen Alam Yang Indah





Cerpen Karangan: Anger Setiawan
Kategori: Cerpen Lingkungan

Lolos moderasi pada: 3 July 2022

Sungguh pemandangan alam yang indah, di daerah perbukitan yang terdapat bukit-bukit yang besar dan indah. Di kaki bukit terdapat sebuah sungai yang bersih serta airnya yang jernih dan segar. Di daerah perbukitan yang banyak terdapat sawah-sawah yang hijau.

Sawah-sawah tersebut ditanami padi yang tumbuh subur, menguning dan hampir siap dipanen.

Selain sawah, disana juga banyak terdapat kebun sawit yang ditanam secara rapi dan indah. Di tepi jalan, banyak ditanami pohon-pohon yang indah, seperti pohon pinus yang berfungsi sebagai penyerap air ketika musim hujan datang.

Di pagi hari, udara di daerah perbukitan yang dingin, namun udara yang masih bersih dan segar membuat tempatnya indah karena belum banyak bercampur dengan polusi, embun dan kabut di pagi hari menutupi hijaunya daun-daun yang masih segar.

Suara burung-burung yang berkicau dari dalam hutan membuat terdengar sangat indah ketika matahari mulai muncul, mengawali pagi hari yang indah, para penduduk di daerah sana mulai melakukan banyak aktivitas, seperti orang-orang tua pergi berangkat ke sawah, sedangkan anak-anak berangkat ke sekolah dan ibu-ibu mencuci pakaian di sungai.

Aktivitas-aktivitas seperti itu sudah tidak asing lagi di daerah itu. Dan ketika matahari mulai terbenam, semua aktivitas penduduk di daerah pegunungan selesai. Warna langit yang cerah berubah menjadi kuning, namun keindahan dari daerah tersebut terlihat. Pemandangan alam yang indah, yang merupakan kebesaran Tuhan, kita harus Mensyukuri Nikmat-Nya yang berupa pemandangan yang indah, dan wajib menjaga serta melestarikannya.

Cerpen Karangan: Anger Setiawan


Cerpen Alam Yang Indah merupakan cerita pendek karangan Anger Setiawan, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp


” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Lie Eli

Setibanya di tenda lau kawar kami bergegas kembali melaksnakan sholat berjamaah yang dipimpin oleh fahmi. Setelah makan malam selesai kami mulai agenda berikutnya yaitu membuat lingkaran dan membakar kayu




Oleh: Fitri Annisa R

Gadis ini menghentikan dentingan piano yang sedari tadi dimainkan, ketika lamat-lamat dia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi. Gadis itu beranjak hendak meninggalkan piano di sudut ruangan itu,




Oleh: Melda Savitri

“Rute ini sudah benar bukan?” tanya Widya kepada Wulan teman satu kelompoknya dalam misi Cross Country kali ini. Yang ditanya hanya mengangguk, sibuk dengan kompas dan peta pita yang




Oleh: Maghfirah Damayanti

Siang yang begitu panas dan badanku telah dipenuhi peluh yang membuat hariku bosan. Aku sangat heran mengapa setiap Kakak kepanasan pasti mengatakan global warming. Karena aku sangat heran apa




Oleh: Rasyad Fadhilah

Dulu, Kalimantan ditajuk sebagai paru-paru dunia. Barangkali, “dulu” tinggallah menjadi mozaik-mozaik masa silam. Dan kini, lihatlah, para penguasa, konglomerat, pembisnis, atau setara dengan itu mengeksploitasi hutan besar-besaran. Maka kemarau



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: