8 tahun cerpenmu

Cerpen Arti Sebuah Nama

Spread the love

Cerpen Arti Sebuah Nama





Cerpen Karangan: Nur Mahmudah
Kategori: Cerpen Renungan

Lolos moderasi pada: 17 June 2022

Kelahiran seorang anak adalah sebuah rizky yang tak ternilai oleh kedua orangtuanya, sekaligus fotocopy diri yang sangat nyata untuk kedua orangtuanya.

Apa yang kau tanam itulah yang kau tuai kelak. kata-kata itu memang benar-benar nyata adanya. Tepat 26 Juni 2022 lalu kita dikagetkan dengan adanya berita tentang anak gubenur Jawa Barat yang tengelam di sungai AARE, dimana kita tanpa sengaja menjadi tau tentang kepribadiannya yang membuat hati ini terasa bergetar, tanpa sengaja kita juga ikut larut dalam rasa kehilangan layaknya anak kita sendiri dalam bayang ada luka yang tanpa kita tahu sebabnya. hanya Allahu Rabby yang Maha Membolak-balikan hati hambaNya ini.

Tercuit dalam hati kebiakan hati dan kepribadian diri yang hebat tidak akan bisa tertanam tanpa ada perantara orangtua yang hebat yang memberikan kasih sayangnya dengan tulus ikhlas dan ridho orangtuanyalah yang bisa menjadikannya seperti itu juga.

Arti sebuah nama yang indah dengan penuh dengan lantunan do’a yang di istijabah oleh Allah SWT yang menjadikannya jalan yang barokah dalam kehidupan anaknya kelak.

Ya Robby, sebagai hambamu yang lemah jadikan sebuah kisah ini menjadi sebuah pelajaran yang menambahkan kekuatan iman dan ketaqwaan yang engkau Ridhoi. Terutama pada zaman sekarang yang masih banyak orangtua yang masih belum memahami arti sebuah rizky yang diberikan melalui anak-anaknya. Yang masih menganggap anaknya hanya sebuah titipan dan harus dibesarkan dengan baik, tanpa melihat dari segi pemberian rizky yang dapat kita lihat nyata sebagai fotocopy diri kita sendiri.

Memberi nama anak-anaknya dengan mencontoh nama artis sinetron yang notabennya hanya untuk digemari dan tanpa tau makna dari namanya terselip sebagai do’a untuk anaknya.

Karena apalah Arti Sebuah Nama.

Cerpen Karangan: Nur Mahmudah
Blog / Facebook: Nur Mahmudah Ali


Cerpen Arti Sebuah Nama merupakan cerita pendek karangan Nur Mahmudah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Riyandi Mallay

“Hidupku terasa berat”, sahabatku mengeluh kepadaku. “Emang ada masalah apa?”, tanyaku. “Hartaku habis, aku tidak lagi menjabat, isteri menjauh”, ia menceritakan masalahnya kepadaku. “Kenapa kamu bersedih?, bukankah semua itu




Oleh: Irdandi Yuda Permana

Kapan? Aku ingat sekali waktu itu, bahkan saat tidak ingat pun akan tetap terpampang jelas di pikiranku akan hari itu. Suatu kebetulan yang rasanya lebih cocok disebut keberuntungan. Karena




Oleh: Wahyu Nugraha

Fajar dan senja tiada jauh berbeda. Keduanya sama-sama menampakkan jingga dalam cakrawala. Yang membuatnya berbeda hanyalah matahari. Saat fajar tiba matahari dengan perlahan menyambut siang, sedangkan saat senja datang




Oleh: Ymir

Hidup jalan terus hingga sampai kita mati. Semua orang mati pada akhirnya itulah hidup. Banyak yang mencari makna dari hidupnya. Ini bisa saja menjadi cerpen terakhirku atau tidak. Diriku




Oleh: Wuri Wijaya Ningrum

Seandainya semua selesai hari ini, maka apa yang akan kau lakukan? Maka apa yang akan aku lakukan? Kalau aku, aku tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin aku lebih memilih



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: