8 tahun cerpenmu

Cerpen Awal dari Sebelum Penciptaan Manusia (Part 4)

Spread the love

Cerpen Awal dari Sebelum Penciptaan Manusia (Part 4)





Cerpen Karangan: Trojan
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 18 May 2022

Beberapa waktu kemudian…
Setelah kami dibawa oleh mobil yang dikendalikan manusia laki-laki ini, akhirnya kami sampai di tempat yang mereka tuju yaitu… Rumah Sakit. Yah, bangunan ini warnanya putih, banyak dipasang kaca dan juga… besar tentunya bagi manusia kalau bagiku ukuran ini tidaklah seberapa.

Lalu dua manusia ini, laki-laki dan perempuan ini membawa kami masuk ke Rumah Sakit ini… laki-laki ini memberitahu semua tentang kami ke pihak Rumah Sakit dan salah satu pihak Rumah Sakit langsung memanggil dua orang dengan alat yang digenggam… mungkin namanya telepon.

Kemudian datang dua manusia perempuan, penampilan mereka hampir sama. Aku bertanya pada Bumi…
“Bumi, apa yang akan dilakukan dua perempuan ini kepada kita?”
“Mereka dipanggil sebagai suster, tugas mereka ialah merawat pasien orang yang membutuhkan pertolongan. Untuk sementara waktu kita mungkin akan dirawat oleh mereka… ufufu, jangan khawatir, Matahari.”
Dia mengakhiri perkataanya dengan sedikit tertawa… Bumi, aku lebih khawatir padamu daripada diriku sendiri…

Dua manusia yang membawa kami menyerahkan kami pada dua suster ini, dengan cepat dua suster ini membawa kami ke suatu ruangan, lalu kami dibaringkan ke suatu objek yang terasa… lembut.
Lalu dua suster ini mengambil sebuah alat… ohh aku paham, mereka ingin memotong tali pusar bayi ini.

Tak lama setelah tali pusar kami dipotong, kami langsung dimandikan dengan air hangat… entah mengapa ini membuatku merasa aneh… kami dikenakan kain tebal yang menyelimuti tubuh kami lalu kami dibaringkan sejajar kembali.

“haa… akhirnya selesai juga… jika kita tidak cepat-cepat tadi mungkin beda ceritanya..”
“ya… anda benar, hati saya menjadi lega.”
“Tapi untuk pegawai baru sepertimu yang baru menangani hal seperti ini, itu sangat luar biasa.”
“tidak, ini berkat ajaran dari anda sehingga saya bisa melakukannya dengan baik.”
“bisa saja kamu ini, meski begitu dua bayi ini terlihat tenang saat pengoperasian…”
Gawat… dia curiga.
“Anda benar juga… saya belum pernah melihat bayi yang setenang ini…”
Ugh… dua suster ini mencurigai kami, apa aku harus berteriak menangis seperti bayi pada umumnya?.
“ah, mungkin mereka ini bayi yang jenius dan aku yakin mereka akan menjadi orang hebat dimasa depan.”
“Doa yang bagus, bu. Saya juga berdoa yang terbaik untuk mereka.”
“Baiklah, sisanya kita tinggal melapor pada dokter…”
“Ya.”
Syukurlah… aku tidak perlu berteriak karena itu sesuatu yang tidak kuinginkan…

Mereka… terlihat bahagia telah menyelamatkan kami… tidak, lebih tepatnya dua bayi yang kami masuki ini… mereka meninggalkan kami berdua di ruangan ini…

“Bumi, apakah seperti ini kebaikan manusia?”
“Iya, oh! perlu kamu ketahui… ’suster’ itu bukan jenis manusia melainkan sebuah profesi.”
“Profesi?”
“Profesi sebagai suster atau dokter sangatlah mulia di dunia ini. Contohnya seperti yang mereka lakukan tadi…”
“Begitu ya… oh aku hampir lupa, bagaimana dengan dua manusia yang membawa kita kesini? apakah mereka akan mengadopsi kita?”
“Untuk sementara waktu kita akan dirawat di rumah sakit ini. Mereka pasti akan kembali menjenguk kita dan aku yakin mereka pasti akan mengadopsi kita.”
“hm.. aku juga yakin hal itu *grin”

Aku melihat ke arah jendela, tak kusangka langit sudah mulai gelap… mungkin ini disebut fase siang ke malam.. hari ini, aku telah melihat satu keburukan dan satu kebaikan manusia…
“Matahari.”
“ya… ada apa, Bumi?”
“Aku ingin.. eee.. tidur dulu..”
Mengapa ia menjeda perkataanya? yah biarlah..
“ohh silakan, jangan lupa untuk berdoa sebelum tidur dan semoga tidurmu nyenyak.”
“Baiklah, aku tidur duluan ya…”
“hmm…”

Sebenarnya kami tidak tidur pun tidak masalah, mungkin Bumi hanya ingin melepas sedikit beban di hatinya dengan tidur…
Aku berjanji akan membebaskanmu dari penderitaan ini, Bumi.

“……”
Sudah tidur ya, cepat sekali… sekarang tinggal menyelesaikan satu masalah…
“hmph.. mau sampai kapan kau menyembunyikan dirimu?”
Seketika ada kabut yang berkumpul menjadi satu lalu kabut itu berubah wujudnya menjadi sesosok makluk. Apakah ini yang disebut jin ghaib?
“ufufu, ternyata kau bisa merasakan kehadiranku. Siapa kalian ini? aku yakin kalian bukan anak manusia meski tubuh itu bayi manusia atau… kalian adalah jin yang merasuki bayi itu?”
“Banyak sekali pertanyaanmu, Seharusnya aku yang bertanya dulu padamu.”
“Baiklah.. karena kau bisa merasakan kehadiranku, aku menjawab semua pertanyaanmu.”
Aku tidak merasakan sesuatu yang buruk darinya, mungkin dia bukan makhluk jahat…

“Pertama, Siapa kau ini?”
“ufufu *grin… perkenalkan, nama saya Alsyah berjenis kelamin perempuan. Saya bukan manusia melainkan jin tapi tidak seperti kebanyakan jin, saya dari golongan jin yang suka membantu manusia dalam hal baik dan golongan saya disebut jin khodam.”
Tiba-tiba, kata-kata yang digunakannya sangat formal, apakah itu gaya bicaranya yang sebenarnya… ah,itu tidak penting bagiku.
Menurut pengetahuan Bumi, jin khodam itu merupakan sebutan untuk jin pedamping manusia. Mereka golongan jin yang baik.
…yah, pantas saja aku tidak merasakan niat buruk darinya, ya Tuhan maafkan aku telah suudzon padanya.

“Lalu, kenapa kau mengikuti kami?”
“Simpel, karena aura kalian yang membuat saya tertarik tapi saya lebih tertarik pada aura anda seperti bersinar dengan terang dan saya suka orang yang kuat.”
“Auraku?…”
Apakah maksudnya… energi alamku? mungkin terdengar wajar karena sejatinya aku adalah bintang. Bintang adalah salah satu makhluk yang memiliki energi alam dan kehidupan terbesar di dunia.

“Apa tujuanmu?”
“seperti yang saya bilang sebelumnya, saya suka membantu orang dalam baik dan saya pikir anda memiliki sebuah tujuan yang mulia… jadi saya ingin membantu anda, itu saja”
… Intuisi yang tajam… sepertinya dia mengetahui sedikit tujuanku… tapi…
“hm.. Baiklah, aku mempercayai semua perkataan mu dan kau boleh menanyakan sesuatu padaku tapi aku tidak menjamin akan menjawab semua pertanyaanmu.”
“eh?! kenapa anda langsung mempercayai saya?! Bisa saja semua yang saya katakan adalah kebohongan.”
“… Simpel, karena saya tidak merasakan niat buruk dari anda… itulah mengapa saya percaya anda.” Aku meniru gaya bicaranya…
“ -!..*grin anda semakin membuat saya tertarik. Baiklah, saya sudah memutuskan untuk mengawasi dan membantu anda mulai saat ini! Tentang identitas anda boleh memberitahu saya kapanpun, tidak harus sekarang.”
“huh? Membantuku? Apa aku terlihat seperti membutuhkan bantuan?”
“haa~ anda ini, meski anda memiliki aura yang hebat pada diri anda suatu saat anda pasti membutuhkan dari orang lain dan yang pasti anda memiliki sebuah tujuan kan?.”
“hmm.. benar juga perkataanmu, yah terserah kau saja selama kau tidak menghalagi kami itu tidak masalah dan lagipula kau suka membantu orang kan? tidak ada yang salah dengan itu *grin. Dan tentang identitasku, suatu saat akan kuberitahu.”
“Terima kasih, berarti mulai saat ini saya akan memanggil anda dengan sebutan ‘Tuan’. Oh, saya belum menanyakan nama anda…”

Nama… untuk saat ini aku tak bisa memberitahu diriku yang sebenarnya…
Hm.. tunggu, menurut pengetahuan yang Bumi berikan padaku bahwa ketika bayi manusia lahir mereka akan diberi nama tapi bayi ini dibuang oleh orangtua kandungnya… jadi mungkin kami akan menunggu dua manusia yang menemukan kami tadi untuk mengadopsi dan memberi nama pada kami..

“… Untuk sekarang kami tidak memiliki nama sebagai manusia, jadi tunggulah sampai seseorang mengadopsi dan menamai kami.”
“ *grin.. sesuai keinginan anda, Tuanku. Pasti anda berharap bahwa kalian akan diadopsi oleh dua orang yang menemukan kalian kan?”
“Kau benar, seperti yang kuduga dari seorang penguntit *grin”
“tolong jangan panggil saya dengan sebutan itu.”
“Maaf, aku hanya bercanda…”
Meski dia tahu bahwa kami bukan manusia, dia tetap ingin membantu kami… aku tidak tahu, apa dia memiliki motif tersembunyi? yah kita lihat saja nanti…

“emm… Tuan?”
“Hm? Ada apa, Alsyah?”
“Akhirnya ada memanggil saya dengan nama saya… begini, Tuan..”
“Ya?”
“… Bolehkah saya bersemayam di tangan kiri anda?..”
“Kalau boleh tau, untuk apa?”
“Hanya sebagai tempat tinggal kecil untuk saya.”
“… Baiklah, jika itu keinginanmu maka akan kuizinkan…”
“Terima kasih, Tuan. Kalau begitu, saya permisi…”
Dia merubah wujudnya seperti kabut kembali lalu masuk ke tangan kiriku…

Untuk sementara aku tidak akan memberitahu Bumi tentang Alsyah.
Melihat Bumi yang tertidur pulas membuatku sedikit mengantuk, mungkin aku juga tidur sebentar sekitar lima jam…
Aku memasuki alam bawah sadarku, tapi… aku menyadari bahwa alam bawah sadarku terasa sedikit berbeda dari sebelumnya…

*Bersambung…

Cerpen Karangan: Astray
maaf, kalau kurang bagus ceritanya..

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 18 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Awal dari Sebelum Penciptaan Manusia (Part 4) merupakan cerita pendek karangan Trojan, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Nadhira Rahma

Hana, seorang gadis cantik berumur 13 tahun dan berambut panjang sebahu. Dengan seragam SMP yang baru, ia telah siap untuk menaiki tangga pendidikan yang lebih tinggi. Ia melangkah dengan




Oleh: Mas.ubi

Semenjak fajar dibunuh oleh kegelapan malam dalam sebuah tragedi suram, kami hidup tanpa mengenal cahaya. Hanya kelam muram tersisa, tiada lagi suka bahagia. Orang-orang tiada lagi boleh tertawa. Hari-hari




Oleh: Taufik Akbar

Pagi itu Bery sedang duduk santai di bangku taman dekat rumahnya, sambil menulis buku karangannya yang berjudul hanya fantasi, tak lama kemudian sesuatu yang aneh terjadi di balik semak




Oleh: Merscullen

Kau percaya pada neraka? Pada Karma dan segalanya? Well Arthur tidak percaya akan itu semua. Karena, hatinya sudah terlalu lelah menunggu saat-saat karma melaksanakan tugasnya dengan baik sedang sang




Oleh: Kemas Abdullah Azhary

Hari ini adalah hari yang menjadi ketentuan manusia tentang musik. mungkin kalian membaca hal yang terlihat seperti asal muasal saja, tetapi kita akan gunakan pemikiran logis kita untuk cerita



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: