8 tahun cerpenmu

Cerpen Batu Biru

Spread the love

Cerpen Batu Biru





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 30 April 2022

Dulu Losya pernah diceritakan oleh ibunya sebuah dongeng tidur yang menceritakan tentang Batu Biru, batu itu bukan batu biasa karena batu memiliki kekuatan dan ajaib konon siapa pun yang memiliki batu itu akan memiliki hidup yang indah seperti indahnya warna biru pada batu tersebut. Losya awalnya hanya menganggap itu sebuah cerita hingga Losya yakin batu itu ada ketika dia melihat buku harian milik ibunya yang menceritakan keberadaan batu Biru. Losya dengan jiwa petualangannya tentu saja menjadi penasaran dan ingin mencari batu Biru itu.

“Bagaimana dengan lukisanmu?”
“Itu bisa kukerjakan nanti, sekarang ada hal jauh lebih baik”
“Benarkah?”
“Terserah, aku pergi dulu”
“Ku ikut”

Dan begitulah bagaimana saat ini Losya dan Kugi melakukan perjalanan dengan sebuah kapal yang ditumpangi oleh banyak orang. Kapal ini sebenarnya termasuk kapal yang mewah mengingat para penumpang kapal ini adalah orang-orang dengan status yang bergengsi namun ini bukan alasan mengapa Losya memilih kapal ini justru yang memilih kapal ini adalah Kugi yang beralasan baik untuk keselamatan dibandingkan naik kapal dengan orang yang tidak terlalu jelas. Losya benci jika sifat Kugi yang suka membandingkan. Losya saat ini berdiri di tepian kapal memandang pemandangan langit dan laut. Beberapa saat kapal telah tiba di sebuah pulau yang membuat mereka berdua turun, lalu mereka menuju ke tempat penginapan. Disana mereka memesan kamar yang berbeda kamar Losya berhadapan dengan kamar Kugi. Di dalam kamar Losya membereskan barang-barangnya lalu terdengar suara ketukan.

“Mari”
“Kemana”
Bukan menjawab Kugi pergi lalu Losya mengikutinya mereka berdua tiba di sebuah meja, saat mereka berdua sedang duduk seorang pria datang menghampiri mereka. Lalu Kugi memperkenalkan pria tersebut sebagai kenalannya ke Losya. Singkat cerita Kugi yang menceritakan cerita Losya yang ingin mencari batu Biru ke pria itu setelah selesai bercerita mereka berdua melihat pria itu sedang meraih sesuatu yang membuat Losya kagum melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat. Pria itu sedang menunjukan Batu biru.

“Ini punyaku, jika kau ingin mencarinya. Carilah sebelum matahari terbit di sekitar danau disini”
“Danau, bukankah banyak orang?”
“Memang banyak orang, namun berbeda dengan waktu sebelum terbit. Semoga berhasil”
Mereka berdua menatap pria itu berjalan menjauh dari mereka. Losya cukup sedih saat melihat Batu biru pergi yang membuat Losya ingin segera pergi dan mencari Batu biru.

“Kau ingin pergi sekarang?”
“Tentu saja, kau pikir ngapain kita datang jauh-jauh kesini”
“Baik, sekarang kita istirahat dulu. Nanti kubangunin”
Mereka kembali ke kamar mereka sendiri.

Losya yang sedang tertidur nyenyak terbangun saat mendengar suara ketukan pintunya Losya bangun dan berjalan.
“Kupikir kau sudah siap”
Losya sadar sekarang sudah sekitar subuh hari.

Singkat cerita saat ini mereka berdua sedang berkuda dimana Kugi mengendarai Kuda sedangkan Losya duduk dibelakang Kugi karena untuk menempuh danau itu cukup jauh dari tempat penginapan mereka.

Kugi yakin sekarang mereka sudah tiba di danau yang dimaksud kenalannya. Losya berjalan saat matanya melihat suatu cahaya yang terang berwarna biru Losya terus berjalan diikuti oleh Kugi sembari membawa kudanya karena jalanan disana sempit dan terhalang oleh lebatnya tanaman. Saat semakin dekat Losya sadar bahwa cahaya biru tersebut berasal dari dalam danau yang ada dihadapan mereka. Losya diam di tepi lalu memasukan tangannya untuk meraih salah satu Batu biru yang terang di dalam gelapnya danau malam hari.

Batu biru itu berukuran seperti cincin Losya mengeluarkan Batu biru itu lalu menatap Batu biru itu di tangannya. Bertepatan saat itu matahari mulai terbit yang menyebabkan semua Batu biru di dalam danau menjadi hilang karena gelap sedangkan Batu biru yang berada di genggaman Losya masih bersinar terang.

“Kau percaya keajaiban?”
“Sangat”

Beberapa hari kemudian Losya dan Kugi tiba di Arsni sedang memandang Lukisan Losya.
Batu biru yang kemarin Losya dapatkan saat ini sedang berada di kotak dalam ruangannya Losya. Tampaknya keajaiban yang pernah hilang akan selalu kembali karena sekali ajaib akan selalu ajaib meskipun pernah hilang dan pergi. Keajaiban itu selalu ada dimana pun dan kapanpun.

“Lima dari tujuh warna pelangi sudah selesai”

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 30 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Batu Biru merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Yuni Yustikasari

Lelaki yang di seberang sana itu, memakai pakaian seperti yang kukenakan saat ini. Mungkin dia copet juga. Masa semua copet berpakaian sepertiku? Tapi pakaian yang dikenakannya itu terlihat mahal.




Oleh: Adhelia Nanda Rieska R

Disuatu malam yang sunyi, aku dan 5 orang temanku sedang berjalan-jalan di pinggir jalan untuk mencari beberapa camilan untuk sekedar mengganjal perut. Namun tak ada satu penjual pun yang




Oleh: Intan Ayu

Hari yang cerah berawan, aku mengajak temanku untuk bermain game. Game itu cukup populer kami bermain dari siang hingga sore Sania sahabatku berkata. “Andai kita bisa masuk ke sana”




Oleh: Shifa Putri D

Ada seekor anjing yang hidup di bawah sebuah gerbong kereta api yang tidak berguna lagi. Setelah anjing itu bangun ia berkeliling-keliling mengitari jalan kereta api di stasiun kereta api




Oleh: Nova Tris

Pagi ini, aku dibangunkan oleh kesepian dan kesunyian. Tidak seperti biasanya, duniaku saat ini sangat sepi. Aku melongok ke jendela di sampingku, matahari sudah bersinar dengan terangnya ditemani langit



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: