8 tahun cerpenmu

Cerpen Bedanya Kita (Nostalgia Masa SMA)

Spread the love

Cerpen Bedanya Kita (Nostalgia Masa SMA)





Cerpen Karangan: Andestin
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Kisah Nyata

Lolos moderasi pada: 13 July 2022

Aku takut bicara denganmu. Takut jawabanku tidak memuaskanmu. Takut ilmuku tak mampu mencapai level pemikiranmu. Takut bicaraku hanya terdengar seperti angin lalu.

Aku takut bicara denganmu. Baik hanya gurauan maupun pelajaran, semuanya terasa berat dan perlu untuk kupikirkan dua kali agar tak salah arti.

Aku takut bicara denganmu. Takut bila argumenku tak cukup kuat jika dibandingkan dengan kerangka berpikirmu. Aku takut patah. Aku takut malu. Aku orang bodoh yang berusaha untuk sedikit saja berada di dekat levelmu.

Kamu yang tidur ketika pelajaran berlangsung, aku yang mati-matian mengikuti kata demi kata, mencatat makna demi makna dari penjelasan guru. Sudah begitu, tetap hanya mampu berada sedikit di atasmu. Jika aku lengah walau sebentar saja, aku pasti jatuh. Dan kemudian untuk mengejar ketertinggalanku, aku pasti harus berusaha setengah mati dari bawah lagi.

Kamu yang melipir kalau bosan, tak memusingkan perkara tugas dan kehadiran, nyatanya tetap lulus KKM dalam ujian. Tak jarang membuat heran guru dan teman. Ah sial! Sosok yang mengagumkan.

Kamu yang bandel waktu dinasehati guru, entah bagaimana tetap jadi anak emas pada akhirnya. Bila dibandingkan denganku, sedikit kesalahan akan jadi bahan pembicaraan. Nama baikku akan dipertaruhkan. Reputasi yang terbangun akan runtuh dengan memilukan. Kemudian aku akan dengan mudah dibandingkan dengan ribuan orang diluar sana. Aku tidak berbeda, ada banyak yang sama. Hingga kehilanganku bukan akan jadi sesuatu yang berarti. Aku tidak berharga, hanya berguna.

Betapa takutnya aku membayangkan bahwa suatu saat aku akan tergantikan. Berada di posisi melihat diriku yang dulu, tapi orang lain yang menjalani. Sementara kamu, tak perlu memusingkan resiko seperti itu. Kamu akan tetap menjadi kamu. Dimanapun dengan kebebasanmu. Kapanpun dengan seluruh waktumu. Aku iri. Kamu memiliki seutuhnya hidup. Aku ingin begitu. Tapi jika kulakukan yang kau lakukan, hasilnya akan berbeda. Bagai bumi dan lautan.

Pada akhirnya, kamu ya kamu. Aku menjalani apa yang jadi prinsipku. Kamu bukan sosok yang tepat untuk jadi figur buatku. Tapi sungguh, kamu luar biasa. Aku sudah tahu, bedanya aku dan kamu terletak pada pemaknaan. Bagaimana aku memahami belajar adalah sebagai sebuah teknik, berbeda denganmu yang menganggap belajar adalah suatu proses. Perbedaan yang mendasar menumbuhkan kita yang tak sejajar. Perbedaan yang jauh menunjukkan bagaimana kita bertumbuh. Semuanya tidak masalah, tidak ada yang salah. Kita hanya memakai apa yang sesuai dengan diri kita. Aku orang biasa yang hanya akan terus berusaha.

Saat ini, aku sudah bekerja. Jadi budak korporat. Tiap hari jam tujuh berangkat, jam lima pulang. Macet-macetan di jalan, antri beli bahan bakar. Awal bulan hedon, akhir bulan bayar cicilan. Sedang kamu sudah lebih jauh keliling dunia. Melihat bagaimana rupa-rupa dan warna senja. Menghasilkan uang dari sudut kamar tanpa terikat waktu. Pundi-pundi dolar mengalir ke rekeningmu.

Kalau suatu waktu kita kembali bertemu, aku ingin lebih berani. Aku ingin menyapa dan mengajak bicara. Meski tahu akan dicaci, meski akan merasa rendah diri. Jika dilontarkan oleh kamu, aku tidak akan protes. Karena pada kenyataannya memang kamu lebih paham caranya menjalani kehidupan.

Cerpen Karangan: Andestin
Andestin means “secret”.


Cerpen Bedanya Kita (Nostalgia Masa SMA) merupakan cerita pendek karangan Andestin, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Indar Widia

Hari itu hujan deras mengguyur kota, membawa udara dingin dan menggugah rasa malas untuk berangkat sekolah. Langit masih kelabu dan jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi, biasanya lonceng upacara




Oleh: Danil Gusrianto

Bermula dijalanan menuju sungai aku berpapasan dengannya. Aku menyapanya dengan senyum terhiasi di wajah. Dia hanya diam. Berlalu pergi meninggalkanku. Tak berkata apa-apa, tersenyum pun tiada. Di hari lain,




Oleh: Irza Widya Hastuti

Cerita ini berawal dari cerita kisah percintaan guru les komputerku, sebut saja dia adalah kak Padil, Kisahnya sangat unik dan menarik bagi aku bahkan kami semua yang mengikut pembelajaran




Oleh: Sabrina Al Fitri Y

Semilir angin mengibaskan rambut ikal Shakila. Sorot sinar biru dari layar laptopnya memantul di kacamata bulat yang terpasang di wajah cantiknya. “Huuuffft. Pusing sekali kepalaku, melihat angka-angka menari di




Oleh: Nanda Insadani

Terdengar kabar bahwa Pak Encer membeli ponsel keluaran baru yang iklannya masih hangat-hangatnya di televisi. Warga Desa Pentol sempat heboh karena kabar tersebut. Bukan masalah apa-apa, Pak Encer terkenal



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: