8 tahun cerpenmu

Cerpen Bingkai Ungu

Spread the love

Cerpen Bingkai Ungu





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 30 April 2022

Losya saat ini sedang berada di sekitar taman untuk mencari inspirasi hingga hujan mulai turun dengan deras membuatnya berhenti lalu kembali ke rumahnya. Akhir-akhir ini Losya merasa dirinya kesepian sejak sepupunya satu-satunya keluarganya pergi dari rumah itu.

Losya ingin menuju ke ruangannya namun saat ingin menaiki tangga Losya mendengar suara ketukan dari pintu yang membuat Losya menghampiri lalu membuka pintu tersebut, disana dirinya menjumpai Kugi yang basah kuyup karena hujan beruntung jas tebal berwarna hitam yang dipakai Kugi tebal sehingga hanya jasnya yang basah kuyup.

Di perpustakaan rumah Losya yang sedang membantu Kugi di dekat perapian.
“Kau tahu sesuatu?”
“Tidak”
“Aku ingin menunjukan sesuatu besok di rumahku”
Losya tidak tahu. Lalu keesokannya saat tiba di rumah Kugi Losya kembali bertemu dengan Tes. Lalu disana Losya diajak oleh Kugi untuk melihat sesuatu.

“Bukankah ini bingkai”
“Benar aku ingin kau simpan bingkai ini”
“Bingkai ungu? Kenapa bingkai ini berwarna ungu?”
“Karena aku tahu kau suka warna ungu?”
Losya tertawa mendengarnya. “Jujur rasanya aneh saat ada orang tahu sesuatu yang kau sukai. Terimakasih”
“Aku senang kau menyukainya”

Beberapa hari kemudian Losya merasa ini adalah hari terakhirnya di Arsni untuk menatap lukisannya. Kali ini Losya pulang sendiri tanpa Kugi karena dirinya saat ini sedang ingin sendiri menikmati kesendirian yang tenang dan damai setelah semuanya selesai.

“Tujuh dari tujuh warna pelangi sudah selesai”

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 30 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Bingkai Ungu merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Dheea Octa

Siapa yang tak mengenal aku? “Tak ada!”. Siapa yang tak pernah bermain denganku? “Tak ada!”. Aku diciptakan berdampingan dengan manusia. Kadang aku iri dengan mereka yang terbiasa berjalan tanpa




Oleh: Aldi P Soebakir

Beratus-ratus tahun setelah perang batarayudha, kehidupan di bumi tidak juga lepas dari peperangan. Perang saudara masih berkecamuk dimana-mana, Afganistan, Israel-palestina, Poso. Perang Baratayudha, perang besar yang dewa harapkan dapat




Oleh: Sandy Putra

Langkah kami berdua makin cepat, burung yang kami incar tepat di atas bunker tua peninggalan belanda di hadapan kami, dengan senjata ketapel di tangan dan amunisi krikil yang sudah




Oleh: C.Y. Dhiiy

Uhm… Aku melenguh dari balik selimut tebalku. Ku lihat wajah tampan Max masih bergelung di alam mimpi yang berada di sampingku, karena memang ini masih sangat pagi. Sial, lagi-lagi




Oleh: Gaban

Setujukah kamu, bahwa dunia (baca: bumi) yang kita tinggali Ini menyimpan banyak sekali misteri? Kalau setuju berarti kamu sependapat denganku. Maksudku, kita hanyalah lakon di dunia ini, dan yang



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: