8 tahun cerpenmu

Cerpen Desa Mati

Spread the love

Cerpen Desa Mati





Cerpen Karangan: Santun Kutubuku
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)

Lolos moderasi pada: 22 May 2022

Hai nama aku Santun, ini adalah cerita horor, tepatnya tentang “Desa Mati”

Rumah itu ditempati 1 nenek, dia tinggal sendirian tidak punya keluarga, dan keluargaku sering ke rumah itu, karena keluarga aku peduli sama nenek itu, keluarga aku sering membantu kepadanya,

Dan pada suatu hari nenek itu jatuh sakit terkena kanker paru paru, tidak ada orang yang menolong, hanya keluargaku yang sering menjenguknya dan membantu merawatnya,

Namun si nenek itu sudah tidak bisa dirawat lagi kondisinya sudah sangat lemah, dan setelah 12 hari nenek itu sudah meninggal,

Tidak ada orang yang berani menjenguknya karena tetangga tidak tau jika nenek itu sudah meninggal sejak 12 hari yang lalu, tetangga bilang kalau rumah itu sudah membusuk,

Setelah itu keluarga aku tidak tau kalau nenek itu sudah meninggal 12 hari yang lalu, keluarga aku tidak mampu menjenguknya karena keluarga aku takut karena rumah itu sudah mulai membusuk, semua orang membiarkannya,

Tak lama juga pada beberapa hari selang rumah itu sudah roboh, sehingga mayat nenek itu terlihat dari kejauhan, tepatnya rumah nenek itu di pinggir jalan, jarak jauh rumah itu sekitar 13 meter di jalan, sehingga orang pertama yang melihat mayat itu jatuh pingsan di jalan,

Setelah dia bangun dari jalan dia langsung lari terbirit birit, sambil berteriak dan dia menceritakan kepada seluruh warga, dan para tetangga mulai takut dan tidak akan melewati di depan rumahnya,

Pada malam hari jam 12 malam aku terbangun dari tidur di kamar, dan diluar hujan deras, aku ketakutan mengingat nenek itu aku tidak bisa melupakannya,

Dan aku melihat keluar ada yang terbang, di depan jendela ada wajah nenek itu, aku berteriak sekencang kencangnya dan pingsan, setelah aku bangun dari pingsan, Ayah dan ibuku bilang “Kamu kenapa bertieriak nak?” ucap ayah, “aku ketakutan tadi aku melihat sosok wajah nenek itu” ucap aku,
“dimana kamu melihatnya, nak” ucap ibu
“aku melihat di jendela itu buk, dan ada yang terbang diluar”

Terus ayah dan ibuku menyuruh untuk tidur bersama, dan pada siang hari tetangga menceritakan bahwa sosok nenek itu mengganggu seluruh warga, para tetangga Memutuskan untuk pergi dari desa ini, dan pindah tempat,

Karena semua tetangga pergi, keluarga aku juga memutuskan untuk pergi dari desa ini, tetapi kepala RT dan Kyai Memutuskan untuk tidak pergi, Kyai Bilang kalau almarhum nenek itu hanya mau untuk dikuburkan dan disholatkan, dan pak RT telah menyuruh Tim Medis untuk menguburkan dan setelah itu almarhum nenek sudah dikuburkan dan disholatkan oleh warga setempat, dan warga merasa kalau almarhum nenek itu tidak mengganggunya lagi, dan semua warga semua tenang,

“Seburuk buruknya perbuatan manusia semasa hidupnya, namun dia beragama islam, maka kita diwajibkan untuk Men sholatkannya”

Cerpen Karangan: Santun Kutubuku
Blog / Facebook: Santun kutubuku

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 22 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Desa Mati merupakan cerita pendek karangan Santun Kutubuku, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Yacinta Artha Prasanti

Kadang Ria selalu terbangun saat tengah malam. Ia selalu mendengar suara ketikan komputer. Siapa sih yang mengetik malam malam? Papa? Tidak, papa sering ke luar kota untuk bekerja. Lalu




Oleh: Irfan Saepudin

Gemerlap kelap-kelip cahaya pasukan bintang di angkasa raya, suguhan panoramanya begitu indah tak boleh dipandang sebelah mata. Akan tetapi, bertolak belakang dengan keadaan di sepanjang jalan Pangeran kornel ini.




Oleh: Diki Wijaya

Namaku Diki dan rumahku terletak di pinggiran kota yang sangat jarang terliput oleh media. Aku baru berumur 20 tahun dan sudah menjadi dokter bedah di salah satu rumah sakit




Oleh: Ira Solihah

Tugas kelompok sudah selesai dikerjakan. Aku merasa lega, teman-temanku dapat diandalkan dalam mencari materi untuk makalah. Saking semangatnya mengerjakan tugas, tak terasa hari pun mulai gelap. Aku, Tiara dan




Oleh: Fakhira Hasna Parisya

Hai aku wawa, aku tinggal di kampung yang begitu sepi, di rumahku aku memiliki lukisan wanita, wanita itu sangatlah cantik. Saat pagi tiba aku pergi ke rumah reva, ia



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: