8 tahun cerpenmu

Cerpen Efektivitas Media Sosial

Spread the love

Cerpen Efektivitas Media Sosial





Cerpen Karangan: Wahyu Nugraha
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Renungan

Lolos moderasi pada: 12 June 2022

Malam itu, sepasang suami istri, Pak Budi dan Bu Heni terlihat sedang bertengkar. Jeritan histeris Bu Heni ditambah dengan teriakan marah dari nada suara Pak Budi membuat beberapa tetangga ada yang hanya menonton dari dalam rumah, ada yang tidak peduli, dan ada juga yang keluar rumah untuk melerai pertengkaran hebat antara suami dan istri tersebut.

“Kau tidak tahu diri, kau tidak tahu malu, kau pengkhianat. Kau ingkar janji dan komitmen pernikahan kita, kau pengkhianat” teriak Pak Budi dengan marah sambil menunjuk-nunjuk wajah istrinya.
“Maaf, maaf, saya minta maaf, mas. Saya khilaf,” kata Bu Heni sambil menangis.
“Apa salahku sehingga kamu melakukan tindakan tercela seperti ini. Apa salah dan dosaku padamu?” tanya Pak Budi dengan nada sedih.

Dalam pertengkaran hebat, Pak Budy yang merasa dikhianati oleh istrinya sendiri hampir ingin menggunakan kekerasan dengan mengambil kayu untuk memukul istrinya yang berselingkuh dengan pria lain, untungnya Pak Soni sebagai tokoh masyarakat pandai melerai amarah.

Akhirnya, puncak dari pertengkaran suami istri yang sudah lebih dari tiga tahun berumah tangga harus bercerai. Pak Budi terluka dan sangat kecewa dan malu dengan perbuatan istrinya, sehingga Pak Budi secara emosional memilih untuk menceraikan istrinya. Kisah cinta dan kasih sayang yang mereka miliki sejak pertama kali bertemu, sejak tunangan, hingga pernikahan kini hanya tinggal kenangan pahit, menjadi bayangan di benak yang menyakitkan dan menciptakan luka batin yang membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah Hasni, anak pertama mereka. Pengalaman pahit itu harus ia rasakan sejak ia masih balita.

“Sayang sekali, padahal mereka serasi menurutku. Sama-sama berpendidikan, sama-sama rupawan. Tapi, tidak ada yang tahu nasib manusia.” kata Pak Darus saat nongkrong di warung kopi
“Apa yang menyebabkan mereka bertengkar hingga akhirnya bercerai, ya?” Ziraf bertanya dengan rasa ingin tahu
“Kata orang gara-gara istrinya selingkuh,” jawab Bu Tina, pemilik warung kopi
“Selingkuh bagaimana ceritanya?” tanya Ziraf kembali
“Akibat sering curhat di media sosial. Saya juga kurang tahu lebih detailnya gimana. Yang saya tahu sih intinya istrinya pak Budi itu selingkuh dengan kenalan di media sosial,” jawab Bu Tina.

“Akhir-akhir ini banyak kasus perceraian karena perselingkuhan di media sosial yang awalnya hanya sebatas curhat. Banyak juga laki-laki yang terjerat dalam perselingkuhan di media sosial ini,” kata Nono yang dari tadi asyik mendengarkan
“Kemajuan teknologi selain memberikan kemudahan juga cukup mengkhawatirkan” ucapku yang dari tadi ingin berkomentar
“Segala sesuatu di sekitar kita dapat mempengaruhi perilaku. Efek media sosial secara perlahan mengubah kehidupan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Tak sedikit dari mereka yang menjadi sasaran empuk berbagai macam konten yang bertebaran di media sosial. Mulai dari konten pernikahan, konten makanan, konten pakaian, dan konten gaya hidup.” Kata Pak Burhan yang merupakan seorang guru sekolah.
“Saya sangat setuju, Pak. Saya sendiri melihat ada keinginan yang terpendam bergejolak dari orang tua yang kini pecah tanpa pengendalian diri. Secara psikologis, anak dimobilisasi untuk menjadi dewasa tidak pada waktu yang tepat. Tak terkecuali efektivitas media sosial. mempengaruhi kesehatan mental” kataku

“Makanya kamu jangan curhat setelah kamu menikah nanti” kata Ziraf kepadaku
“Curhat hal yang wajar. Kalaupun ada masalah, jangan disembunyikan, harus dikatakan. Yang terpenting kita harus bisa memilih dengan bijak; kapan, di mana, dan kepada siapa kita harus mencurahkan isi hati atau permasalahan hidup” Sanggahku.

Suara adzan Maghrib dari beberapa masjid membuat percakapan kami terhenti dan kembali ke rumah masing-masing untuk sholat.

Pesan Moral: Bicarakan semua masalah kepada orang baik, di tempat yang baik, dan pada waktu yang tepat

Cerpen Karangan: Wahyu Nugraha

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 12 Juni 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Efektivitas Media Sosial merupakan cerita pendek karangan Wahyu Nugraha, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Rusmalinsyah

“Wii..!!!” panggilku lantang. Nafasku masih terengah-engah karena berlarian mengejar burung kutilang yang sudah berhasil kutangkap. Aku kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di dalam kelas itu. Jemariku




Oleh: Dedi Mukhlas

Cerita ini akan menceritahkan tentang seseorang dimana dia mulai melangkah memulai masa depan dijalan yang dia sendiri tidak tau akan mengarah kemana. Tiap sejanak waktu dia terus berjalan-berjalan menuju




Oleh: Benny Hakim Benardie

Tahun ini genap 25 Tahun Buya, wartawan bangkotan ini menjalankan profesinya. Perjalanan yang cukup panjang penuh romantika, suka dan duka cita bila dikenang. Dengan idealisme dalam profesi, itu dijalaninya




Oleh: Yulia Indah

Meski harus mandi keringat, bermain dengan debu, itu semua tak menyurutkan semangat Nino untuk menjajakkan dagangannya. Semua itu ia lakukan untuk makan keluarga, meski hasilnya tidak sebanding dengan usahanya




Oleh: Erfransdo

“Kami sebagai calon presiden dan wakil presiden sangat menjunjung tinggi sportivitas, apabila kami tidak terpilih nanti, kami bersama timses akan mendukung pemenang pilpres nanti,” ucap Jokoda calon presiden nomor



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: