8 tahun cerpenmu

Cerpen Elemento

Spread the love

Cerpen Elemento





Cerpen Karangan: Murphy
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu)

Lolos moderasi pada: 18 May 2022

PRANGGGGG
“BERANI BERANINYA KAMU MENGINJAKAN KAKI KE RUMAH INI!!!”
“MAU APALAGI KAMU DENGAN KELUARGA INI?”
“KELUARGA INI HANCUR KARENA ULAHMU!!!”
“DASAR JALANG!!!”
Kembali sang tuan rumah melemparinya dengan piring-piring di sekitarnya.

Tahun ini, menjadi tahun terberat yang ia pernah rasakan selama hidupnya. Tahun yang menjadi titik terendah untuk karir yang selama ini ia buat. Setelah kepergian suaminya, banyak desas desus yang menyebar dengan cepat akan kutukan-kutukan yang berasal dari kedua orangtuanya.

Jenuh dengan segalanya, ia memutuskan untuk mengasingkan diri di sebuah hutan, San Quirico.
Dengan sisa sisa sihir yang diturunkan dari kedua orangtuanya ia berubah menjadi “pohon selamat datang” yang menyapa siapapun yang akan masuk kedalamnya.

“VICTORIAA BANGUN NAKK BANGUNNN”
“Aku Victoria, oh bukan aku-”
“HUHH HAH HUHH HAHH” ia terbangun dari mimpinya.
Sembari bernafas dengan cepat ia berlari menuju kamar sang anak, Lucas. Ia tertidur, batinnya.

“Ma, apakah bekalku sudah mama masukkan?” tanyanya manis
“Sudah sayang”
Lucas berangkat sembari ditemani Victoria yang mengendarai mobilnya menuju Hutan San Quirico untuk mengantar Lucas untuk pengenalan lingkungan. Ia ingat ia pernah ditemukan pingsan di hutan itu dan mewanti wanti Lucas untuk tidak bersikap sembarangan ketika di dalamnya.

“WAHHH SI ANAK MAMA SUDAH DATANGGG” ejek teman teman Lucas ketika melihat isi tasnya yang penuh. Dengan sengaja Lucas menghiraukan mereka dan segera menuju tenda untuk mengabsen kehadirannya. Pengenalan Lingkungan pun dimulai, baru 5 Menit berjalan sang Ibu menelepon Lucas untuk sekedar bertanya bagaimana keadaannya. Lucas yang malu memutuskan untuk pergi menjauh dengan izin ia ingin pergi ke toilet.

Ia marah dengan sang Ibu karena terus menanyakan kabarnya setiap 5 menit. Telepon ditutup. Dengan segera “ia” pergi ke barisan para anak untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di tenda. Anak yang sebelumnya mengejek Lucas, Dyrothy kembali mengejek ketika Lucas baru saja membuka kotak bekalnya yang berisi makanan-makanan berat yang enak
“Lihat si anak mama, ia membawa begitu banyak makanan”
Lucas menjawab sembari tersenyum “Coba lihat pipimu”

Bagai angin siklon tropis parah yang menyapu ribuan rumah dalam 5 detik, pipi Dyrothy tiba tiba saja memunculkan darah segar dari luka seperti bentuk cakaran harimau yang tidak terlalu besar tapi membuat siapapun merinding ketakutan melihatnya.

Kejadian itu berlalu, dengan ibu Lucas yang dipanggil Kepala Sekolah untuk segera menemuinya.
Lucas dijemput ibunya di sekolah dan memutuskan untuk sekalian menemui Kepala Sekolah.

“Itu bu, kemarin Lucas dibully oleh temannya dan tiba tiba saja pipi teman yang membully Lucas terkena cakaran yang kami sendiri tak tau itu dari mana, dan setelah kami cek di jari Lucas tak ada bukti darah”
Dengan aneh ibu Lucas mendengarkan penjelasan Kepala Sekolah yang sama sekali tidak masuk akal
“Mungkin ada binatang yang datang dan tidak sengaja tergores”
“Lucas saja tidak mampu bu untuk melihat darah, apalagi menyakarnya itu mustahil”

Lucas di rumah, ia makan ditemani Bam-Bam sang anjing kesayangannya.
Namun tak tahan dengan suara gonggongan Bam–Bam Lucas membawanya ke halaman belakang.

Ibu Lucas mulai melihat gelagat aneh dari anaknya, mulai dari suara anak anak yang berlarian yang dating dari kamar Lucas, dan masih banyak keanehan lainnya.

Tak tahan dengan keanehan itu, ia melihat ke jendela kamarnya, betapa terkejutnya ia melihat anak anak yang sedang berlarian kesana kemari. Dari sudut matanya ia menangkap seseorang, Lucas dan Bam-Bam. Tapi tunggu apa itu yang ada di bulu Bam-Bam? DARAH?
Segera ia berlari keluar kamar, dan…

“Ada apa ibu? Mengapa kamu sangat takut? Apa yang membuatmu takut? Apa ini?”
Lucas menarik lengan belakangnya yang menunjukan bilah pisau yang tajam, tak lupa darah segar Bam-Bam.
“SIAPA KAU!!!”
“AKU ANAKMU VICTORIA, HAHAHAHAHAHA”

Victoria berlari sekuat tenaga menembus “Lucas” menuju rumah tetangganya.
Tetangga yang sudah mengetahui tingkah laku Lucas yang aneh mengatakan
“Tak apa Vic, kau aman”
“Buuu, itu bukan Lucas anakku, dia siapa?” tanya Victoria sambil menangis
“Dia Elemento, di dalam Elemento terdapat tambal, yang menggantikan Lucas adalah tambal jahat, kamu harus mencari batu kayu pemberianku, itulah penangkalnya”.

BRAKKKK SHATTTT
Pisau tertancap lurus di leher Bi Angmo. Bagai air mancur, darah segar memuncrat tak kenal arah
Victoria ketakutan segera ia pergi dari rumah dan berlari menjauh dari kawasan rumahnya, sambil menelepon temannya, Antoni untuk mengantarkannya ke Hutan untuk mencari Lucas.

Sesampainya di hutan terdapat seorang Pasutri dengan Lucas dirangkulnya. Mereka tahu.
“LUCASS ANAKKUUU”
Lucas berlari memeluk ibunya
“IBUUUUUUU”
“Victoria, kamu telah mendapatkan anakmu, sekarang waktunya kau kembali kepada kami Victoria”
“Apa maksud kalian? Aku?”
“Kau, Elemento pertama dari Hutan ini”

Victoria yang selama ini ada adalah sebuah Tambal, dan kejadian di awal adalah pertama kalinya Victoria menjadi seorang “manusia”

Cerpen Karangan: Murphy

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 18 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Elemento merupakan cerita pendek karangan Murphy, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Puruhitatapin

Gawat! Sepertinya jantungku menghitam. Aku memakai sihirku terlalu banyak. Seharusnya sejak dulu aku memperhatikan batasan pemakaiannya. Namun, penduduk desa dan ibuku sangat serakah. Bahkan, mereka mengajak para turis-turis untuk




Oleh: Desy Lutvita Sari

Hujan yang sangat lebat membasahi jendala rumahku, ku lihat di seberang kamar ku ternyata ada sosok pemuda tampan yang sedang berteduh seorang diri di pinggir danau. Aku terus memandanginya




Oleh: Putri A. Nanda Pribadi

Malam beku. Butiran-butiran hujan perlahan jatuh membasahi bumi. Sunyi. Senyap. Tak ada suara lain yang terdengar. Nampaknya, hujan pun akan terus memenangi malam. Mungkin hingga esok kala fajar tiba,




Oleh: Fisid

Di sebuah negeri yang jauh, hiduplah 5 sahabat yang sangat akrab, mereka adalah niki, nara, halisa, viani dan moris. Pada suatu hari mereka sedang mencari buku di perpustakaan kota,




Oleh: Rafa Muhammad Aldera

Dahulu, hiduplah tiga raja yang memiliki kerajaan yang sangat makmur. Namun tiga raja tersebut saling menganggap bahwa kerajaan mereka lebih makmur daripada kerajaan yang lainnya. Akhirnya ketiga raja tersebut



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: