8 tahun cerpenmu

Cerpen Harapan Besar Likin

Spread the love

Cerpen Harapan Besar Likin





Cerpen Karangan: M. Falih Winardi
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 23 April 2022

Sholikhin namanya. Orang kerap memanggilnya Likin. Dia teramat ambisius ingin berguru kepada seorang Sufyan. Kerendahan diri akibat tubuh kurusnya yang membuat Likin semangat untuk menemui Sufyan dalam rangka membahas lika-liku perjuangan Sufyan dalam membentuk badan 6-pack. Bagi Likin, pria itu nampak kekar meski tanpa harus menjadi anggota militer. Saking ambisiusnya, Likin bahkan mendahului Sufyan. Mereka pada awalnya berjanjian untuk bertemu di alun-alun kota pada pukul 6 pagi sekalian lari pagi. Namun Likin malah datang sebelum azan subuh berkumandang.

Pukul enam, alun-alun kota perlahan menampakkan keramaiannya. Likin masih saja terus mencoba menghubungi Sufyan. Dia khawatir kalau pria itu tidak jadi datang. Pesan yang dikirim oleh Likin hanya menunjukkan tanda centang satu saja sejak pukul 5.45. Sambil menunggu balasan Sufyan, Likin melakukan lari pagi seorang diri. Semangatnya nampak diantara derap kakinya yang berhias sepatu putih. Langkahnya terus dipercepat hingga pada akhirnya Likin mendadak berlangkah lambat akibat melihat sepasang pemuda-pemudi yang melintas tepat di sampingnya. Dan mereka tersebar di mana-mana. (“Hmm… kapan aku ada yang nemenin? Kapan ada seorang wanita real berlari bersamaku…”) Pertanyaan yang muncul dalam benak Likin itulah kemudian membuat langkahnya melambat. Tetiba ponselnya berdering.

“Kin! Ayo! Katanya mau jogging sambil cangs pagi? Dimana kamu sekarang?”
“Oh, sudah sampai ya, Bro? Lagi di pertigaan nih aku setengah putaran lagi sampai ke tengah alun-alun!”
“Oke siap, aku tunggu. Kirain kamu masih di rumah!”

Ah! Likin akhirnya berhasil bertemu Sufyan si kawan lama yang dulu sempat akrab. Biasa lah, akibat kesibukan masing-masing, mereka jadi jarang bertemu. Tinggi mereka sebenarnya sama. Namun karena Sufyan lebih kekar dan berisi, Likin jadi serasa menjadi kerdil. Maka dari itulah, Likin ingin menjadi seperti Sufyan agar tidak merasa kerdil lagi. Pembukaan pun mereka buka dengan pertanyaan tentang hal yang unik dari Sufyan.

“Oke, bro. Sebagai pembuka, aku mau tanya satu hal sama kamu.”
“Boleh. Soal apa? Binaragawan? Atlet? Atau Kepriaan?”
“Hmm… semua tebakanmu salah. Aku ingin tanya. Menurutmu, perempuan itu apa?”
“Hah? Suf, aku kesini mau bicara soal membentuk badan sepertimu. Kenapa kamu malah tanya itu? Gak ada sangkut pautnya!”
“Likin, ini pertanyaan sederhana. Menurutmu, perempuan itu apa? Menurutmu ya, bukan menurut Google! Siapa bilang pertanyaanku ini gak ada sangkut pautnya dengan membentuk badan, jelas ada lho, jangan salah!”
“Ehm, perempuan itu ya… dia… itu… adek itu… mbak yang gendong anak itu… terus ibu yang jualan mainan itu…”
“Bukan itu, coba jelaskan lebih serius. Menurutmu perempuan itu apa?”

Likin malah ditanyai sebuah soal yang sederhana oleh Sufyan. Di kesempatan setelah tadi, Likin merasa bahwa Sufyan memberi jembatan kepadanya agar mampu mendefinisikan perempuan berdasarkan pengalaman serta apa yang dia ketahui. Tanpa ada rasa ragu, Likin malah menyebutkan bahwa perempuan itu adalah makhluk Tuhan yang maha rewel, ribet, suka mengatur, seenaknya sendiri, namun enak dipandang. Lalu Sufyan kembali memberitahu Likin sesuatu.

“Nah, kita sebagai laki-laki harus tahu. Bagaimana cara terbaik menghadapi mereka?”
“Ya, dihadapin aja. Mengalir aja gitu. Suka oke gak suka tinggal.”
“Lho, ya jangan gitu dong, Kin. Kamu perlu persiapan jangka panjang untuk menghadapi perempuan di masa depanmu!”
“Di masa depan? Emang ada apa?”
“Lah? Kamu gak h*mo ataupun bisek kan? Punya keinginan untuk menikah dan hidup bersama seorang perempuan bukan?”
“Hiii…ya gak h*mo lah. Atau apalah istilahnya! Intinya, aku masih waras bray!”
“Nah itu. Kamu mempersiapkan itu sejak kini agar mampu menghadapi istrimu kelak. Masa kalau ada perasaan gak suka terus benci, lantas kamu tinggal gitu aja?”
“Hm, bener juga ya…”

“Dan inisiatifmu sudah tepat, kamu datang kesini agar kamu tahu bagaimana caranya punya badan bagus dan bisa seperti aku. Aku dulu di gym tidak hanya diajarkan angkat beban. Namun juga kita dibimbing bagaimana agar menjadi Pejantan Tangguh!”
“Pejantan tangguh? Maksudnya?”
“Yap itu adalah grup yang dicetus oleh Bro Malga, si pemilik gym, yang mana disitu para pria dibimbing agar kompeten dalam menghadapi tingkah liar wanita, menjadi tahan banting, dan tentunya menjadi percaya diri!”
“Yayayaya… aku mau! Aku semakin mantap join di gym mu itu. Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh, Suhu!”
“Hehehe… siap! DP dulu tapi ya…”
“Kecil, bisa diatur!”

Cerpen Karangan: M. Falih Winardi
Blog / Facebook: Falih Winardi

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 23 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Harapan Besar Likin merupakan cerita pendek karangan M. Falih Winardi, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: M Azani Purnama

Malam itu pada saat Bulan Ramadhan selepas tarawih kami berempat yakni: saya, istri saya, adik saya yang nomor dua dan adik yang nomor tiga, berencana untuk mencari angin segar




Oleh: Ruri Alifia R

“Badrol! Yok cari karang!” Seru Kentang pada sohib akrabnya yang kini tengah menengadahkan kepalanya mengarah ke mercusuar. Melihat kawannya tak merespon, Kentang-pun setengah berteriak, “Woy! Lihat apa pula kau?”




Oleh: Vira Maulisa Dewi

Setelah selesai ashar aku berpamitan dengan Bapak dan Ibu untuk berangkat ke rumah Kakek. Sebulan sekali di hari weekend aku memang rutin menginap di rumah Kakek, di sebuah desa




Oleh: Purnama Putra

Bipolar Disorder itu kata-kata yang akhirnya aku temukan setelah lama aku mencari. Pagi ini cuaca sangat terik dan aku memutuskan untuk tidak pergi keluar kos-an. Akhirnya aku sibukan keseharianku




Oleh: Setyo Hari Nugroho

“Terlambat…” bisiknya lirih. Sorot matanya tajam menatapku tanpa secuil pun kata keluar dari bibirnya. Aku hanya terdiam mematung. Butiran air mata dengan cepat membasahi kedua pipinya. Mata yang sebelumnya



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: