8 tahun cerpenmu

Cerpen Humor Santri

Spread the love

Cerpen Humor Santri





Cerpen Karangan: Anang Zunaidi
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Lucu (Humor)

Lolos moderasi pada: 26 April 2022

Mencuci Beras

Zubaid, begitu dimanjakan oleh orangtuanya. Ia jarang sekali membantu bapak ibunya dalam mengerjakan tugas-tugas rumahan. Setelah lulus dari SMP, ia dipondokkan. Tradisi pondok, biasanya jika ada santri baru maka ia harus digojlok agar kerasan, oleh para seniornya.

Malam hari setelah selesai mengaji, santri yang sekamar dengan Zubaid ingin menyambut kedatangannya dengan memasak. Mereka membagi tugas, ada yang mencari lauk, menyiapkan alat masak, dan Zubaid ditugasi untuk ngliwet atau menanak nasi, tugas yang paling mudah untuk santri baru. Tapi, karena Zubaid tidak pernah tahu-menahu urusan tersebut ia bingung, “Kang, beras ini harus diapakan dulu sebelum ditanak?”. Kang Nuril yang ditanya menertawakan Zubaid, “Gitu aja ko nggak ngerti. Ya, dicuci dulu berasnya biar bersih, kemudian taruh dalam dandang taruh di atas kompor”.

Zubaid mengerti. Ketika memasak sudah selesai dan giliran untuk bersantap bersama Kang Nuril merasa aneh dengan nasi yang ia makan, “Zubaid, berasnya tadi sudah kamu cuci kan? Ko rasanya aneh begini”.
Zubaid menjawab, “Sudah Kang! Sudah saya cuci ko. Saya cuci dengan deterjen supaya lebih bersih lagi”. Teman sekamar Zubaid tertawa, malam itu mereka memakan nasi rasa deterjen ‘membersihkan paling bersih’. Zubaid diam saja, tanpa mengetahui kenapa teman-teman menertawakannya.

Khitabah

Biasanya tradisi dalam pondok terdapat kegiatan khitabah. Yaitu kegiatan santri memberikan ceramah kepada santri lainnya sebagai audiens. Hal ini bertujuan agar santri pesantren siap berdakwah jika nanti terjun ke masyarakat. “Acara selanjutnya adalah mauizah hasanah, yang akan disampaikan oleh Kyai Haji yang masih nyantri Saudara Bisri Musthofa untuk memberikan tausiyahnya”, MC khitabah mempersilakan Bisri untuk berkhitabah. Dengan percaya diri Bisri maju bak pendakwah yang sudah kondang ia mengawali ceramahnya, hingga di tengah khitabah ia melakukan yang biasanya ia lihat di pengajian-pengajian umum, “Ini saya ceramah suara sudah sedikit serak, panitia ko belum menyediakan air minum”, disambut gelak tawa dari santri lainnya. Tiba-tiba ada santri yang membawakan botol mineral dan gelas lengkap dengan sedotannya. “Nah, begini donk! Panitia harus bisa menservis yainya”, Bisri langsung menyeruput air dalam gelas tersebut.

“Enak, Kang?” santri yang menyajikan minuman tadi menyeletuk. Bisri dengan sigap menjawab, “Alhamdulillah, enak Kang!” sambil beberapa kali menyeruput air dalam gelas tadi.
Santri tadi tertawa, “Jelas enak Kang Bisri, la wong air minum tadi dari blumbang!”, Bisri pun terkejut sadar ia dikerjai, santri lainnya pun riuh melihat kejadian tersebut.

*blumbang = kolam yang biasanya digunakan santri mandi.

Ilmu Yakin

Ustadz Mukhyi menyampaikan pembahasan ketika mengaji di depan santrinya tentang ilmu Yakin. “Tingkat keimanan ada 3, yaitu Yakin, Aiunul Yakin, dan Haqqul Yakin. Dalam al Risalatul Al Qusyairiyyah disebutkan, Ilmu yaqin dalam pengertian tasawuf adalah sesuatu yang adanya disertai dengan syarat bukti (argumentasi/dalil). Ainul Yaqin adalah sesuatu yang adanya dengan hukum bayan (penjelasan), Haqqul Yakin adalah sesuatu yang adanya dengan sifat terang. Ilmu yaqin untuk pemilik akal, Ainul Yaqin untuk pemilik Ilmu dan Haqqul yaqin untuk pemilik ma’rifat”.

Para santri mendengarkan dengan khusyuk dan pulang kembali ke kamar masing-masing setelah ustadz Mukhyi selesai mengaji. Sampai di kamar, kepala kamar mengeluh kepadaku bahwa ia sakit kepala, “Nang, kepalaku kok sakit ini. Tolong aku belikan obat budrex ya. Biasanya setelah minum itu sembuh”. Aku mengiyakan, “Kalau nanti nggak ada obat budrex, ganti obat apa, Kang?”
“Cari di toko lain, Nang! Pokoknya harus obat itu. Kalau nggak budrex sakit kepalaku nggak sembuh”.

Aku bergegas minta izin keluar pondok untuk membeli obat yang dimaksud. Dicari ke beberapa toko, obat budrex tidak ketemu, habis, stok kosong, malah ditawari obat sakit kepala merk lain. Aku putus asa, kemana lagi mencari, karena hari memang sudah malam, tentu toko terdekat pondok sudah tutup.

Sebelum sampai di kamar, aku memberi tahu temanku, kalau nanti aku menyerahkan obat, matikan trafometer kamar, biar dikira sedang pemadaman listrik.

“Ini Kang obat sakit kepalanya”, sebelum aku menyerahkan obat, aku memberi kode kepada temanku yang telah bersiap mematikan trafo. Pet!
“Waduh, lampu mati Kang! Ini terima obatnya dan segera minum Kang! Aku tak menyalakan lilin”. dengan meraba-raba, aku segera menyerahkan obat budrex tadi kepada Kepala Kamarku yang juga segera meminumnya.

Tidak berselang lama Kepala Kamarku berkata, “Alhamdulillah, Nang! Kepalaku sudah sembuh. Memang obat budrex ampuh! Aku hanya cocok obat itu. Tapi, Nang, rasa obatnya ko beda ya, isis-isis gitu..”
Segera aku mengklarifikasi, “Itu obat budrex rasa baru, Kang! Rasa peppermint. Jadi ya isis-isis gitu”.

Temanku berbisik, “Memangnya yang kau berikan obat apa, Nang?”
“Ssstt.. jangan keras-keras. Itu obat maag. Bentuknya sama bulat. Tadi aku cari kemana-mana obat budrexnya nggak ada, ya tak ganti itu”
Sambil berbisik temanku tertawa, “Hahaha… dasar kamu Nang! Tapi, tampaknya Kepala Kamar kita telah sampai tahapan haqqul yaqin, sudah makrifat”. Itulah kekuatan sugesti, ilmu yakin, tidak terlihat namun jika meyakinkan, maka kita akan ada, dalam keyakinan yang seyakin-yakinnya.

Ilmu Falakiyah

Bapak Zaenal memulai pelajaran Ushul Fikih di kelas XI Agama dengan menerangkan ilmu-ilmu yang dipelajari, cabang-cabang, dan tujuannya. “Seseorang harus melengkapi dirinya dengan berbagai macam ilmu. Seperti kalian, di sekolah dibekali ilmu bahasa, ilmu sejarah, matematika, bahasa Inggris, dan lain sebagainya. Tujuannya agar kalian tumbuh dengan keluasan pengetahuan dan wawasan.”

Adi bertanya, “Kalau ilmu agama, Pak?”
Pak Zaenal kembali menjelaskan, “Ilmu agama juga banyak yang dipelajari. Misalnya ilmu tajwid agar kita mengerti hukum bacaan dalam Quran. Sekarang, saya akan tanya, ilmu apa dan tujuan dipelajarinya. Kamu Iffah, ilmu nahwu itu apa?”
Iffah menjawab, “Ilmu yang memelajari tata bahasa Arab, Pak. Agar kita mengetahui perubahan-perubahan kata dalam kosa kata Arab.”
“Bagus! Sekarang Rizki, ilmu faraidh itu tentang apa?” Pak Zaenal bertanya kepada Rizki.
Rizki pun menjawab, “Ilmu agama yang memelajari tentang tata cara pembagian warisan dan ketentuannya, Pak!”
Pak Zaenal tersenyum, “Benar! Ada beberapa lagi, misal ilmu Fikih, Tauhid, Tasawuf, Ushul Fikih yang membahas tentang kaidah-kaidah yang membawa kepada usaha merumuskan hukum-hukum syara’ dari dalil-dalinya yang terperinci. Sekarang, Andik. Ilmu Falak itu membahas apa?”
Andik yang melamun, kaget hampir tertidur, tanpa pikir panjang menjawab, “Ehm.. Falak adalah bintang. Jadi, ilmu Falak membahas tentang bintang kita, Pak! Misal Aries, Gemini, Leo, Sagitarius, dan lain sebagainya, untuk mengetahui prediksi nasib, karier, kondisi keuangan, dan tentu saja jodoh atau hubungan asmara, Pak”. Disambut geerrr.. dari teman-teman sekelas.

“Andikk… istighfar!” Pak Zaenal menyuruh Andik
“Istighfar!” Andik gagap mengikuti Pak Zaenal.
“Istighfar..!!”, pinta Pak Zaenal.
“Istighfaarrr…” Andik belum menyadari kesalahpahamannya.
“Istighfar, Ndik..!!!”, kali ini dengan suara agak tinggi dari Pak Zaenal.
“Istighfar, Pak!”, Andik membatin, “Lah ini aku sudah istighfar. Gimana to ini Pak Zaenal”

Dari arah belakang, teman Andik menepuk pundaknya, “Ndik.. Astaghfirullahal’adzim..!”
Andik baru sadar, “Astaghfirullahal’adzim, Pak.. maaf.. maaf..”. Kelas pun riuh kembali melihat ulah Andik.

Cerpen Karangan: Anang Zunaidi
Blog / Facebook: Anang Zunaidi

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Humor Santri merupakan cerita pendek karangan Anang Zunaidi, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Sebtiana Putri Rahayu

Andre adalah seorang pengacara terkenal di kota metropolitan, dia memiliki paras yang rupawan bak aktor bollywod syahru khan, mulai dari wajahnya yang putih bersinar, hidung yang mancung seperti paruh




Oleh: Yazid Muttaqin

Rumah itu baru saja selesai dibangun. Sebuah rumah sederhana namun terlihat asri yang nampak beda bila dibanding dengan rumah-rumah umumnya di kampung itu. Meski kecil namun terlihat begitu lega.




Oleh: Ibnu Fadlillah

Sepulang dari pemakaman Reza Ramadan, Ibnu langsung pulang ke kos-kosannya, di pemakaman dia melihat Nisa Nurgus tak kuasa membendung air matanya, padahal yang meninggal bukanlah orangtuanya, bukan juga keluarganya,




Oleh: Yoga P. Wijaya

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)




Oleh: Febdiana Yusnita Sari

Suatu hari aku pergi bersama tiga kawanku, yaitu Ardi, Sila dan Mita. Mereka adalah kawan baikku. Sore itu aku pergi ke sebuah tempat yang banyak pengemis-pengemis yang meminta-minta. Aku



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: