8 tahun cerpenmu

Cerpen Kenangan Jingga

Spread the love

Cerpen Kenangan Jingga





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 26 April 2022

Waktu rasanya benar-benar singkat jika kita mengejarnya berbeda saat berjalan. Itulah yang sedang Losya pikirkan. Sekarang satu dari tujuh lukisannya sudah terpajang di Arsni namun tetap saja ekspektasi orang yang masih menginginkan lebih mulai berharap yang membuat Losya merasa terbelenggu.

“Kau sudah menemukannya?”
Losya tahu suara itu siapa lagi jika bukan Kugi temannya.
“Belum”
“Kupikir itu gampang”
“Tentu saja gampang”
“Terus kenapa masih lama?”
“Aku mau itu spesial tahu”

Seorang pelayanan datang ke meja yang sedang mereka tempati sembari membawa pesanan mereka Losya dengan pesanannya yaitu teh dan makanannya spaghetti sedangkan Kugi dengan pesanannya sirup dingin dan makanannya yaitu cigre semacam ayam goreng dengan nasi. Merasa lapar setelah perjalanan yang jauh dan lama mereka segera menyantap sajian tersebut.

Losya melihat kearah isi restauran ini yang sedang ramai, restauran ini memiliki isi yang luas, restoran ini memiliki desain sederhana dengan mempertahankan sejarah hal itu bisa dilihat dari jendela bundar yang menghiasi restoran ini lalu juga dengan batu batanya berwarna putih menjadi dinding. Losya sudah tahu restoran ini sejak lama mengingat dirinya selalu pergi ke restoran ini bersama kedua orangtuanya dulu.

“Kau mau tahu sesuatu?”
Losya hanya terdiam menatap kosong.
“Restauran ini memiliki tempat rahasia”.
Losya menyimak sembari meminum tehnya. “Ceritakan?”
“Baik” Jawab Kugi sembari menata barang-barang di meja mereka.

“Dulu aku pernah kesini bersama orangtuaku menghadiri acara yang sudah lama sekali, saat acara berlangsung kulihat ada seorang seumuranku dengan gaun ungunya berdiri memandang rak buku di pojokan restauran”. Kugi berhenti menata. “Bukankah aneh di restauran ada rak buku? Tapi aku juga tidak tahu mungkin itu salah satu fasilitas disini”
Losya serius mendengar, disisi lain dia menjadi teringat dengan sesuatu yang lama.

“Ku menjadi penasaran lalu berjalan ke dia memperkenalkan diri, saat itu pesta topeng yang membuat kita tentu saja tidak saling mengenal. Saat sedang bersama aku menyentuh salah satu buku disana yang membuat suara gerakan hingga kami sadar rak buku itu bergeser sedikit tentu saja sebagai manusia rasa penasaran membuat kami meraih dan masuk, saat memasuki jalan tertutup beruntung saat itu dia membawa korek api yang membuat lorong itu terang”

“Lorong? Bukan ruangan?”
“Lorong, lorong panjang yang membawa kami menuju ke sebuah tempat”
“Lalu apa kalian kembali”
“Iya saat tepat saat pesta itu berakhir”
“Lalu gadis itu?”
“Aku tidak tahu”
“Sekarang masih ada?”
“Entah? Kau mau kesana”
“Apa itu nyata?”
Kugi tertawa. “Aku yakin kau sebagai Seniman harusnya juga merasa bahwa cerita yang kuceritakan nyata”
Losya berdecak. “Benar”
“Sebentar”

Losya dapat melihat Kugi berjalan menjauh, saat Kugi berjalan Losya terus mengamati ke mana orang itu akan berjalan menuju ke kasir untuk membayar sekarang memang gilirannya untuk membayar. Losya memandang kearah jendela disana Losya dapat melihat orang-orang sedang beraktivitas di sore hari.

“Mari”

Kugi berjalan sembari membawa kopernya diikuti Losya dari belakang yang juga berjalan membawa kopernya, Kugi menuntun Losya berjalan menuju ke tempat asing restauran ini, di pojokan Losya dapat melihat rak buku. Mereka berdua berhenti Losya dapat melihat Kugi sedang menatap rak buku tersebut lalu menyentuh salah satu buku yang kemudian diikuti suara cukup keras benar saja rak buku itu bergeser seperti cerita Kugi. Losya merasa takjub ketika melihat sesuatu imajinasi yang diceritakan itu adalah kenyataan.

“Sudah kubilang bukan, mari”

Losya tidak menjawab hanya menerima ajakan Kugi memasuki lorong dibalik rak buku itu. Saat pintu tertutup semua menjadi gelap untuk sesaat lalu Kugi yang membawa korek apinya berhasil membuat penerangan. Mereka berdua berjalan menelusuri lorong panjang satu arah itu. Hingga pada ujung lorong itu kini membawa mereka berdua ke sebuah pemandangan yang terdapat kolam disamping pohon besar dan juga langit senja yang berwarna jingga membuat pemandangan itu semakin berkesan setidaknya itulah yang Losya rasakan saat kembali kesini.

Losya berjalan menuju ke kolam sedangkan Kugi hanya terdiam mengamati temannya berjalan. Kini Losya berdiri di dalam kolam memandangi kolam yang memantulkan pemandangan langit senja berwarna jingga. Kugi berjalan mendekati Losya yang masih memandang.
“Bagus bukan”
“Sangat”

Losya berjalan menjauh Kugi mengelilingi kolam hingga Losya berhenti menatap sisi lain kolam yang membuatnya berlari mendekati benda yang ia kenali tergantung di pohon itu.
“Ada apa”
“Ini”
“Bukankan ini milik dia”
“Gadis itu?”
“Aku ingat dia ingin membuangnya”
“Bukan, dia bukan mau membuangnya tapi lihat” Kata Losya sembari menyentuh yang membuat benda itu terbuka.
“Ini… kau?”
Losya hanya mengangguk sembari memandang kalung yang ia pegang. “Dia ingin kembali kesini, karena itulah dia meninggalkan sesuatu karena ia percaya jika meninggalkan sesuatu kelak dia akan kembali lagi jika itu benar-benar untuknya”
“Sudah kuduga itu kau”
“Benarkah” Losya berdecak. “Kalo tahu kenapa tidak memperkenalkan diri?”
“Saat itu aku tidak yakin kau tahu”
“Dasar”
“Sudahlah.. ayo kembali aku lelah”

Losya berjalan pulang ke Rumah mengikuti Kugi sembari tersenyum memandang kalung lama yang sudah ia nanti. Sedangkan Kugi kembali memikirkan ucapan Losya mengenai kembali jika itu benar-benar untuknya Losya mendapatkan Kalungnya lalu apa yang Kugi harapkan untuk kembali? Gadis itu? Atau Losya? Kugi benar-benar tidak tahu yang membuatnya menoleh ke belakang melihat Losya yang sedang memandang kalungnya kearah langit. Mereka berdua pulang dengan rasa nostalgia.

Beberapa hari kemudian mereka berdua kembali ke Arsni. Disana Losya memandangi lukisannya.
“Dua dari tujuh warna Pelangi sudah selesai”

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Kenangan Jingga merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Lala

“Hai. Apa aku mengganggumu?” Lorde duduk di sebelah gadis cantik yang sedang membaca sebuah buku di bangku taman. “Aku berharap kau memang menggangguku.” Rea tersenyum manis. “Baiklah kalau kau




Oleh: Lira Alana Pangestu

“I’ll promise I’ll treasure you girl…” Alunan musik yang terkesan retro itu mengalun, memenuhi kamar berukuran 7 x 4 meter yang terlihat suram. Suara jam berdetik di nakas mengikuti




Oleh: Bimo Setiawan

– 1 – Aaaaaahh…!, sebuah teriakan terdengar amat keras dari sebuah kamar. Bergegas aku lari menghampiri asal suara itu. Setibanya aku disana, telah banyak orang berkerumun di depan pintu




Oleh: Mr. I

Aku saat ini akan berhadapan sendirian dengan Unstable OHM yang merupakan salah satu dari 2 pengawal Lucifer yang berkelas SS. Saat ini ketiga temanku sedang beristirahat setelah bertarung mati




Oleh: Diana Fazza A.S

Di sebuah desa yang indah, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga itu terdiri dari 3 orang, Ibu, Kedana dan Kedini. Kedana dan Kedini itu anak yang nakal. Pada suatu hari Ibu



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: