8 tahun cerpenmu

Cerpen Kenyataan Pahit

Spread the love

Cerpen Kenyataan Pahit





Cerpen Karangan: Janu
Kategori: Cerpen Sedih

Lolos moderasi pada: 4 June 2022

Lily adalah seorang gadis kecil yang hidup sangat miskin dengan ibunya di desa, ibunya sendiri adalah seorang wanita yang ditinggal suaminya beberapa tahun yang lalu.

Sebenarnya ibu lily adalah orang yang sangat baik dan ramah, tetapi karena keadaan yang membuatnya bekerja keras mencari uang untuk bertahan untuk hidup sehari hari, wataknya perlahan berubah menjadi seorang yang tegas dan disiplin.

Lily dididik dengan sangat disiplin dan keras karena ibunya berkeinginan agar Lily menjadi anak yang sukses di masa depan. Alasan lain adalah karena ibu Lily ingin membuktikan kepada salah satu tetangga mereka yang julid karena tetangga tersebut sering sekali merendahkan kehidupan mereka yang miskin.

Disi lain, ada hal yang membuat Lily khawatir dan takut dengan ibunya dikarenakan Lily sendiri sering memergoki ibunya tertawa sambil melamun seorang diri. Lily juga masih penasaran akan penyebab dari meninggalnya sang ayah. Lily juga tidak tahu kuburan ayahnya berada dimana karena setiap ditanya, ibunya menjawab jika kuburan ayahnya berada di tempat lain yang jauh dari sini, karena mereka sendiri baru pindah dan tinggal di daerah sini sekitar 2 tahun yang lalu. Ibunya juga tidak pernah ada inisiatif mengajak lily untuk sesekali berkunjung ke makam sang ayah untuk berziarah.

Suatu ketika, ketika Lily pulang sekolah, dirinya melihat ada nenek nenek yang ingin menyeberang, karena merasa kasihan dirinya ingin membantu nenek tersebut untuk menyebrang tapi ketika sampai di seberang jalan nenek tersebut tiba tiba menghilang begitu saja, hal ini membuat Lily bingung dan takut.

Karena takut, dirinya segera berlari pulang dan menceritakan itu kepada ibunya, ibunya hanya tersenyum sembari berkata “abis ini kamu coba ke toko beliin ibu korek ya”, Lily pun mengangguk dan tanpa basa basi langsung membeli korek api untuk diberikan kepada ibunya.

Di tengah jalan, lily bertemu tetangganya yang julid dan tetangga tersebut menghampiri dan memberitahu jika ibunya adalah orang gila yang tak waras, seketika Lily pun merasa tersinggung dan terdiam akan perkataan dari tetangganya yang julid tersebut, Lily pun tak menghiraukan dan melanjutkan perjalanan untuk membeli korek kemudian dengan keadaan hati yang kacau dan dipenuhi amarah, dirinya segera pulang kemudian berjalan menuju arah dapur, korek pun diberika kepada ibunya dan dia segera mengambil pisau dan berlari ke arah pintu, tapi ibunya segera mencegah dan menahan Lily, ibunya pun menangis sesenggukan dan memohon agar Lily berhenti untuk melakukan hal itu.

Ibu lily pun memeluknya dan dalam pikiran ibunya, dirinya teringat akan apa yang anaknya lakukan di masa lalu, dimana Lily dengan tega menusuk perut ayahnya ketika ayahnya sedang tertidur pulas, hal itu dia lakukan karena Lily tidak sengaja memergoki ayahnya sedang menggoda seorang perempuan di jalan pada saat dirinya pulang sekolah, Ibunya juga merasa sedih akan kedaan Lily yang terkadang suka berhalusinasi akan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi, Ibu Lily hanya pasrah dan meratapi nasib akan keadaan Lily.

Tamat

Cerpen Karangan: Janu
Hanya seorang introvert dan penulis amatir

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 4 Juni 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Kenyataan Pahit merupakan cerita pendek karangan Janu, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Rena Farrelita Devany

Hai semuanya!!! Namaku Rachella Lunnetta Angelline. Aku biasa dipanggil Rachel. Sekarang, aku berumur 16 tahun. Aku baru pindah ke sini, dan aku siap berangkat ke sekolah baruku! Aah, aku




Oleh: Quratul Aini Sari

Suatu hari ada sebuah Keluarga bahagia, dan memiliki satu orang anak yang bernama Gendis. Gendis remaja pun sangat cantik namun karena suatu kecelakaan, Gendis harus merelakan kakinya di amputasi




Oleh: Wazna Bilqisti

“LINE LINE.” smartphone Yumna terus saja berbunyi, padahal hari sudah masuk tengah malam. “Yeay orderan lagi!” teriaknya gembira begitu membaca pesan yang masuk. Dengan sigap jari-jarinya menari di atas




Oleh: Mei Defrita Ratna Sari

Hari ini cuaca sangat buruk. Hujan lebat mengguyur bumi dan petir menyambar-nyambar. Aku duduk melamun di depan rumahku memikirkan suatu hal yang bisa kulakukan supaya kebutuhan anak dan istriku




Oleh: Algi Azhari

Matahari saat itu mulai berayun ke arah barat. Nampak sinarnya yang terik mulai memudar berubah menjadi cahaya lembayung berwarna ungu yang indah terhampar di langit Kota Juarez di Meksiko



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: