8 tahun cerpenmu

Cerpen Ketidakberdayaan Di Hadapan Cinta

Spread the love

Cerpen Ketidakberdayaan Di Hadapan Cinta





Cerpen Karangan: Wahyu Nugraha
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Renungan

Lolos moderasi pada: 17 July 2022

Di penghujung malam, tempat menjadi begitu sepi sunyi. Yang terdengar hanya suara air mengalir dari sungai kecil di belakang rumah, dari hamparan kebun buncis dan wortel milik tetangga, suara serangga dan beberapa suara kodok terdengar samar-samar saling menyahut seakan sedang mengisi kesepian malam, bulan dengan bentuknya yang bulat sempurna begitu ceria menyinari setiap celah-celah ruang sudut kegelapan sehingga bayangan rumput liar pun nampak terlihat dan ikut bergoyang kesana kemari terbawa semilir angin malam serta merta suara gemerincing kaleng beradu untuk menakuti hama terdengar begitu nyaring dari kolam ikan milik bapak.

Di penghujung malam sebagian manusia kembali ke pembaringannya lalu menutup mata untuk tidur, sebagian lagi nampak sekarat karena disiksa rasa kerinduan yang nyaris tak berkesudahan akan hari-hari yang takkan mungkin bisa kembali. Hukuman bagi para pecinta tiada lain adalah dibakar api rindu dan cemburu. Malam semakin dingin namun begitu tenang. Aku jadi ingat apa kata ibu bahwa “Pelukan angin malam itu tulus meski terasa sangat dingin.”

Dengan berlinang air mata, menagis tanpa suara, Lucy yang sudah aku janjikan bertemu pada malam itu berkata, “Kenapa begitu sangat sulit untuk melupakan?”
Aku berkata, “Karena engkau mencintai dengan setulus hati. Percayalah kepergian seseorang adalah kedatangan seseorang. Bersabarlah dengan Tuhan sejenak saja, suatu saat nanti Tuhan akan mengirimkan orang yang sangat bersyukur bisa memiliki dan hidup bersamamu”

Setelah aku selsai memberi sedikit memotivasi kepada Lucy, aku ajak Lucy untuk mencairkan pikiran dengan menghabiskan malam di saung kecil dekat danau. Malam berlalu begitu cepat, tapi tidak bagi seseorang yang dalam penantian, semua akan terasa begitu panjang. Dinginnya malam, gelapnya langit dengan perlahan sirna ditelan oleh cahaya mentari. Pagi tiba menyapa, lalu disambut dengan keramaian manusia di siang hari.

Setelah mengikuti pertemuan di tempat kerja, pada siang hari itu, setelah menempuh perjalanan panjang, lelah dan lapar mengharuskan aku dan Lucy untuk rehat sejenak di warung makan pinggir jalan dekat lampu merah.

Di tengah-tengah kami berdua sedang makan sambil sesekali diselingi ngobrol. Saat lampu merah menyala, sekian kendaraan berjejer, dari pinggir jalan nampak pria tua, penampilannya nyaris tak ada yang lebih dekil dan berantakan darinya, rambut panjangnya yang sebagian sudah memutih nampak tidak terurus, bulu putih di dadanya yang cukup lebat terlihat dari sela-sela baju robek yang mulai lusuh dan basah oleh tetesan-tetesan keringat, celananya berwarna hitam, telah koyak dan amat lusuh, mulai memutih di satu lutut dan bolong di lutut sebelahnya seingga lututnya mengintip keluar dari celananya. Perpaduan keringat, hawa panas, dan debu saling bekerja sama untuk menambahkan kedekilan yang tak terkatakan pada penampilannya yang compamg camping seperti seorang gembel jalanan.

Pria tua itu berjalan kepada setiap orang yang lewat. Aku bertanya pada ibu pemilik warung makan.

“Bu, siapa pria tua itu?”
Ibu pemilik warung menjawab, “Ibu juga tidak begitu kenal. Sudah satu bulan lebih kerjaannya seperti itu. Menghampiri dan berbisik kepada orang-orang yang lewat”
“Berbisik. Berbisik apa, bu?” tanyaku penasaran
“Menurut penuturan orang-orang yang pernah dihampirinya, Pria tua itu sering berbisik, “Berhati-hatilah dalam mencintai dari lubuk hati” Jawab si ibu pemilik warung

Cerpen Karangan: Wahyu Nugraha
Facebook: facebook.com/profile.php?id=100046175318877


Cerpen Ketidakberdayaan Di Hadapan Cinta merupakan cerita pendek karangan Wahyu Nugraha, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Yulian Rahma

Namaku Weinsly lengkapnya Weinsly Widyagirta Sabrina. Aku biasa dipanggil Winny karena nama panggilanku yang terlalu rumit jadinya aku dipanggil Winy. Aku saat ini sekolah di sebuah Sekolah Menengah Atas




Oleh: Lu’luatul Fajris Naini

Risky dan Olivia adalah sepasang kekasih yang baru jadian 2 minggu yang lalu. Olivia adalah seorang gadis manis dan cerdas yang telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki tampan. Mereka




Oleh: Maybella Damayanti

Masa remaja ialah masa yang menyenangkan, dimana kita dapat memperoleh sahabat maupun seseorang yang spesial. “Di tolong kerjakan soalku” ucap Lina berbisik. “oke, tapi syaratnya belikan aku pulsa” ucap




Oleh: Naila

kring… bel alarmku berbunyi waktunya bangun n siap2 ke sklh baru q.Perkenalkan nama aq Amanda Natasya Radhitama biasa dipanggil natasya “nat cpetan papa udah nunggu tuh…” Ya ini hari




Oleh: Alif Mahfud

Mentari mulai menyapaku di balik jendela kaca. Dingin yang semalam tidur bersamaku telah beranjak. Tubuhku masih terbaring tak mau bangkit dari ranjang. Hari ini hari libur dan aku akan



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: