8 tahun cerpenmu

Cerpen Kukira Pelakor

Spread the love

Cerpen Kukira Pelakor





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 27 May 2022

Dunia benar-benar lucu, itu yang dipikirkan oleh Vaya setiap melihat rekan suaminya yang seorang wanita terus ikut mengunjungi rumah mereka untuk makan malam. Nampaknya dunia yang sedang ingin bercanda dengan vaya membuat veya harus menghadapi ujian ini. Karena selain rekan kerja ternyata wanita ini juga adalah sahabat suaminya.

Pernikahan vaya dan suaminya masih terbilang baru. Tapi tetap saja bukannya saat seorang laki-laki sudah menikah dirinya harus bisa menjaga dirinya dari wanita lain. vaya yang sedang mengaduk sup untuk makan malam dapat mendengar keduanya tertawa. Setelah makan malam itu saat vaya ingin tidur dirinya merasa memiliki perasaan yang tidak enak.

“kamu kenapa vay”
“enggak lagi masuk angin”
“kamu bohong”
“enggak kok”
“sudahlah coba kamu jujur sama aku”
“ya jujur setiap aku lihat dia kesini”
“vay kamu tenang saja dia itu sahabatku, lagian dia juga bilang masakan kamu enak, makannya aku bawa dia kesini”
Vaya merasa aneh mendengar jawaban seperti itu dari mulut suaminya sendiri.

Di supermarket vaya yang sedang berbelanja sendiri terkejut saat dirinya dihampiri Jora sahabat suaminya. Jora menyapanya yang dijawab oleh vaya. Membuat vaya bertanya kepada jora kenapa jora selalu ke rumahnya untuk makan malam. Jora menjawabnya dengan pertanyaan jika dirinya tidak boleh ke rumahnya lagi. Mendengar itu tentu saja vaya ingin menjawab bahwa iya seorang wanita yang masih lajang tidak boleh berkunjung sendirian untuk menemui suami orang meski itu adalah sahabatnya sendiri, namun tentu saja bukan itu yang vaya keluarkan dari mulutnya melainkan.
“Tentu saja kau boleh datang”
Mendengar itu jora merasa senang sedangkan vaya merasa menyesal menjawab pertanyaan tersebut.

Tentu saja setelah pertemuan dan pembicaraan jora selalu mengunjungi rumah mereka untuk makan malam hingga dalam beberapa bulan kemudian saat vaya berulang tahun jora memberikan sebuah gelang untuk vaya, yang jelas vaya tidak akan memakai gelang itu, vaya sempat berpikir untuk menjual gelang itu namun jika ketahuan suaminya bisa-bisa akan terjadi pertikaian karena hal sepele seperti ini.

Vaya merasa senang saat dirinya hamil anak pertama, karena kehamilannya jora tidak sering bahkan berhenti mengunjungi rumah mereka untuk makan malam, namun jora selalu berusaha untuk mengajak vaya ikut berjalan-jalan dengan jora yang sudah jelas vaya selalu menolak ajakannya.

Saat anak pertamanya sudah lahir vaya yang sedang membereskan rumah mendengar suara bel rumah yang menandakan ada seorang tamu. Saat vaya membukakan pintu itu adalah jora, vaya mempersilahkannya masuk lalu menyajikan minuman untuknya. Jora menceritakan bahwa kedatangannya kemari adalah untuk mengundang vaya mengunjungi pernikahanya jora. Mendengar itu vaya senang untuk jora dan untuk dirinya.

Saat Vaya dan jora ingin berpamitan jora membuat pengakuan kepada vaya dimana dirinya dulu mengaku MEMILIKI RASA CINTA UNTUK VAYA. Mendengar itu vaya terkejut menanggapi sebuah pengakuan seorang sesama jenisnya wanita bisa menyukainya, namun vaya berusaha untuk tenang. Jora sendiri mengaku perasaannya kini sudah hilang.

“Aku pernah mencintaimu vaya”
“Aku mencintaimu jora sebagai seorang teman”
Jora tersenyum “terima kasih dan jangan lupa datang ke pernikahan kami ya”
“Aku harap kau berbahagia Jora”
lalu mobilnya pergi, meninggalkan vaya yang masih bingung menanggapinya.

Selama ini vaya berpikir bahwa jora adalah seorang PELAKOR yang akan merebut suaminya, namun dalam hidup ada hal yang harus kita lihat dan lakukan berkali-kali sehingga sadar bahwa jawabannya tidak sesuai dengan yang kita pikirkan. Vaya tidak menceritakan hal tersebut ke suaminya, karena menurutnya itu tidak penting.

Beberapa hari kemudian vaya bersama suami dan anak pergi ke pernikan jora disana vaya dapat melihat jora berbahagia menikmati acaranya tersebut.
“Sudah kubilangkan, dia baik”
Vaya yang mendengar itu tertawa akan kesalahpahaman yang ia ciptakan sendiri di pikirannya selama ini. “Iya iya maaf aku salah”
“Enggak kamu gak salah justru kamu melakukan hal yang baik”

Vaya tidak mengerti lalu menatap suaminya yang menggendong anak mereka sembari tersenyum membuat vaya tersenyum karena bersyukur tuhan telah mempertemukannya dengan seorang yang sebaik ini. Kali ini dunia tidak bercanda lagi dengan vaya justru dunia juga berturut senang untuk vaya.

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: Shofa Deas

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 27 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Kukira Pelakor merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Willy Sitompul

“Nggak beli lotre Pa?” tanya Juariah ketika Joko suaminya baru pulang dari kantor. Joko memandang Juariah dengan tatapan yang sama seperti kemarin dan seperti kemarin lagi dan seperti yang




Oleh: Syarifah Dewi Nindi

Enam bulan sudah aku berdiam diri di rumah, aku sudah berhenti dari tempatku bekerja. Kini aku hanya menjadi seorang pengangguran. Sampai suatu ketika, aku mulai bosan dengan semua ini,




Oleh: Erni Ristyanti

Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota




Oleh: Bima Satria

Baru saja pengumuman bahwa pesawatku akan segera lepas landas. Aku berlari menyusuri terminal keberangkatan, dengan tas yang lumayan besar di punggung dan kantong plastik oleh-oleh yang kutenteng, aku kehabisan




Oleh: Risma Adhani

Menjelang senja pertama di awal tahun ini, rona mendung terlihat di atas langit Jakarta. Rintik hujan mulai turun membasahi ranah ibukota. Di dalam rumah mungilnya, Pak Samad yang sudah



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: