8 tahun cerpenmu

Cerpen Kunang Kuning

Spread the love

Cerpen Kunang Kuning





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Rindu

Lolos moderasi pada: 28 April 2022

Losya sedang terduduk di ruangannya. Lagi-lagi saat ini dirinya sedang mencari inspirasi untuk lukisannya, dari pintu temannya Kugi masuk sembari membawakan sesuatu untuk Losya lebih tepatnya pesanannya.
“Terimakasih, sekarang kau bisa pergi”
Losya yang ingin sendiri segera menyuruh Kugi untuk pergi dari ruangannya.

Sekarang Losya sudah sendirian di ruangannya lalu kembali memeriksa pesanannya yaitu sebuah kotak kayu dengan ukiran khusus satu-satunya di dunia hanya untuknya Losya sudah lama menanti kotak itu mengingat dirinya harus menunggu setahun sebelum kotak itu benar-benar jadi. Losya membuka Kotak itu dengan perlahan lalu memasukkan dua benda
Pena Merah
Kalung
Losya menutup Kotak tersebut lalu ia simpan di tempat yang menurutnya adalah tempat rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri benar-benar dirinya sendiri.

Losya terbaring di lantai kembali memikirkan inspirasi untuk lukisannya. Hingga semuanya menjadi gelap. Kini Losya terbangun di sebuah lapangan hujan turun dengan deras membasahi dirinya Losya bingung lalu berjalan mencari sesuatu beberapa saat langkahnya berhenti saat dirinya melihat cahaya terang. Membuat Losya sadar dirinya terbangun dari mimpinya.

“Hujan?”

Losya bangun berjalan keluar dari ruangannya. Sepertinya menjadi seorang seniman benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan juga waktunya karena Losya terbangun saat langit sudah gelap padahal tadi rasanya baru siang tadi Losya hanya berbaring. Losya berjalan keluar dari rumahnya untuk menghirup udara malam hari, mata Losya menatap langit yang membuatnya terdiam sembari tersenyum.
Rasanya malam selalu membuat semua kenangan yang sudah berlalu kembali terngiang-ngiang. Cairan basah terasa pada pipi sebelah kiri Losya, yang sadar dirinya sedang mengingat kedua orangtuanya yang kini sudah tidak ada lagi untuk hidup bersama anak satu-satunya.

“Sedang apa?”
Losya terkejut dan dia tahu pemilik suara itu
“Bernafas, kau sendiri tidak tidur?”
“Ku bosan tidur”
“Tampaknya kau sekarang sudah berubah”
Losya dan Kugi berdiri bersebelahan di bawah langit malam dengan cahaya bintang yang menghiasi.

“Kau sedang merindukan sesuatu?” Tanya Kugi asal.
“Benar”
Kugi berdecak. “Sudah kuduga”
“Kau rindu kedua orangtuamu?”
“Selalu”
“Kapan-kapan boleh aku mengunjungi makam mereka?”
“Boleh, nanti akan kuantar”
“Bagus, nanti aku juga ajak kau”

Dari arah jauh Losya dapat melihat sesuatu kecil sedang melayang, saat itu semakin sadar Losya tahu itu adalah segerombolan kunang-kunang yang sedang terbang. Losya dapat melihat cahaya kuning dari kunang-kunang tersebut bergerak ikut menghiasi pemandangan malam ini. Losya berpikir malam hari adalah sesuatu yang mengerikan karena gelap, namun Losya yakin di dalam kegelapan pasti akan selalu ada yang namanya terang yang bersinar.

Losya menatap Kugi yang sedang berusaha menangkap kunang-kunang dengan ceroboh Kugi tersandung lalu terjatuh yang membuat kunang-kunang terbang diatas Kugi lebih tepatnya mengejek manusia yang tidak berhasil menangkap mereka, melihat itu Losya tertawa malam itu adalah salah satu malam yang paling berkesan dalam hidup Losya.

Beberapa hari kemudian di Arsni lukisan Losya terpajang. Lalu Losya berjalan keluar menuju ke Kugi.
“Biasanya aku yang selalu menghampirimu”
“Kali ini berbeda”

Losya sadar setelah bertahun-tahun kesepian setelah kedua orangtuanya meninggal. Losya merasa dunianya menjadi gelap namun saat seorang teman lama yang bernama Kugi kembali dirinya tahu bahwa.
DALAM KEGELAPAN AKAN SELALU ADA TERANG YANG BERSINAR

“Tiga dari tujuh warna pelangi sudah selesai”

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: lovinpluie

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 28 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Kunang Kuning merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Charissa E

“Ares jangan nangis ya?” Ares terbangun dengan kepala yang masih berdenyut-denyut. Ia mengenali ruangan yang ia tempati itu. Rumah sakit. Tempat yang sama dengan tempat terakhir ia melihat kekasihnya




Oleh: Nur Indah Amalia Putri

Pada suatu hari ada seekor nyamuk yang sedang terbang menuju tubuh manusia. Di tengah perjalananya ia melihat seekor lalat yang sedang menyendiri dari teman-temannya, ia merasa iba. Ia pun




Oleh: Monica Novianti

“kita sahabat?” tanyaku kembali “iya… aku serius…” katanya kembali “okay… tapi, memangnya ada apa?” tanyaku lagi… “nggak ada apa-apa…” katanya, tapi kami selalu nggak bisa saling ketemuan kalau lagi




Oleh: Jihan Almaghvira

Kisah ini berawal dari dua orang yang kisahnya bisa dibilang awkward. Hai, namaku Shakira aku sedang duduk di bangku SMP saat ini. Aku sekolah di SMP AL-CHASANAH dan masih




Oleh: Alifa Zuhroh Maulida

Dua orang sahabat. Perempuan dan laki-laki saling menyayangi. Mereka berdua banyak perbedaan, namun mereka lah yang bisa menutupi perbedaan itu satu sama lain. Mungkin keyakinan mereka membisikan napas-napas cinta



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: