8 tahun cerpenmu

Cerpen Kusam

Spread the love

Cerpen Kusam





Cerpen Karangan: Murphy
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 28 April 2022

Debu menyapu pandangannya akan dunia.
Ia menengadah, mengedarkan pandang pada jalan penuh kicauan burung yang tak kunjung pergi meninggalkan suara nyaringnya.

“TIN TINN MBAKK KALO LAGI JALAN LIHAT LIHAT DONG!!!” Teriak tukang becak yang mengayuh becaknya menuju pusat pasar sana untuk mencari serpihan rezeki dari-Nya
“Sambutan yang buruk” katanya

Pagi itu, ditengah hiruk pikuknya rasa duka dan rasa bahagianya ada seseorang kampungan yang pergi ke kota karena merasa desa sudah tak seindah dahulu kala. Setelah teriakan, gertakan, cacian, dan bahkan umpatan yang warga desa berikan kepadanya, ia gusar. Ia marah. Ia tak menyangka. Pagi setelahnya ia memutuskan untuk pergi, untuk menguapkan diri menuju pusat kota, berharap mendapat pujian untuk dirinya.

“Maaf mbak, ada yang bisa saya bantu?”
“Oh, saya mencari Manager di perusahaan ini”
“Apakah sebelumnya sudah membuat janji resmi?”
“o-o-o sepertinya saya belum membuat janji, tapi say-” putusnya

“Nak,…”
Ia berbalik badan, memandangi ibunya yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Ibu??” katanya dengan pita suara bergetar

3 Bulan berlalu, pagi berganti malam dengan cepat. Ia tinggal di apartemennya yang dibeli oleh ibunya untuk dirinya. Pribadi.

“Permisi, paket!!” teriak sesorang dari balik pintu
“Iya pak, tuggu sebentar”
“atas nama Deliana?”
“Benar pak, saya sendiri”

Ia buka sesuatu dalam balutan bubble wrap yang tebal itu, hati kecilnya berkata
“Perasaan, aku lagi ngga pesen apa apa deh”

Betapa terkejutnya ia apa yang ia temukan. Sebuah Snow Ball lengkap dengan ilustrasi gambar dirinya di tengah hujan salju, dengan tangan terjulur. Tapi, tak hanya diriku di tengah bola salju itu. Ada dia. mengumpat dibalik pepohonan dengan mata cantiknya. Tak pernah lupa.

“kalau usia kamu sudah dewasa, kira kira kado ulang tahun apa yang cocok untukmu?”
“aku ingin Snow Ball, Hendry”
Ingatan yang telah terlupakan kembali datang. Bagai tsunami di gurun pasir.

Aku. Menjadi saksi mata kejahatan yang selama ini Kepala Desa lakukan, tapi aku juga, yang menjadi korban.

“TINGGGG TINGGGG”
Bel apartemen berbunyi, ia segera berlalu menuju pintu membuka lubang intip. Buram.

“Halo, apa kamu sudah membuka kado ulang tahun harapanmu?”
DAMN.

Cerpen Karangan: Murphy

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 28 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Kusam merupakan cerita pendek karangan Murphy, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Max Ranawijaya

Mendengar laporan itu, bukan main marahnya Johny. “Kok, blok transmisi truk segede itu bisa jebol?” semburnya sambil menggebrak meja. “Memangnya dia lagi ikut reli Paris – Dakkar?” Bobby di




Oleh: Devi Tasyaroh

Sabtu malam di ambang pintu. Rinai hujan tak menggentarkan hati nuraniku walau sekadar untuk menutup pintu. Biarlah. Di sini hanya ada aku dan pilu yang telah menewaskan seluruh kebagaiaanku.




Oleh: Gaddang Arief

Kini Putri hanya bisa meratapi nasib buruk yang menimpa hidupnya. Hanya menangis yang bisa ia lakukan untuk meluapkan kepedihan di hatinya. Jiwanya terbang melayang meninggalkan jazadnya yang kini sedang




Oleh: Ida Nurhi Hidayah Husain

Hari masih gelap saat ia tiba di Gowa. Ia melirik arlojinya, jam menunjukkan pukul empat lebih dua. Ia mengarahkan pandangannya ke sekitar. Tempat ini benar-benar sunyi. Tak ada penerangan




Oleh: Ati Nurrohmah

Yang pertama terpikirkan ketika mendengar kata itu adalah warna hitam dan putih, dan dua pasukan kerajaan yang siap bertempur. Tak lupa membawa misi untuk mencuri dan membunuh sang raja.



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: