8 tahun cerpenmu

Cerpen Lebih Baik

Spread the love

Cerpen Lebih Baik





Cerpen Karangan: Noli
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 23 April 2022

“Dia kesepian dan tidak mempunyai siapapun yang menemaninya, tapi ia bertemu orang asing di suatu malam yang dingin…”

Di satu malam, hujan sangat deras disertai badai yang dahsyat. Seorang bocah laki laki bernama Joey, sedang kabur dari rumahnya sendiri dengan membawa tas usangnya. Joey menemukan tempat teduh dan berdiam di sana untuk beberapa saat. Sampai sebuah mobil pickup berhenti dan keluarlah seorang pria paruh Bayah, pak Ofman. Ia menghampiri Joey dan menanyakan keadaannya.
“Apa yang kau lakukan di tengah hujan begini, nak?”
“Aku, tidak tahu harus kemana…”
“Sebaiknya kau pulang, orangtuamu pasti khawatir”
Anak itu hanya terdiam menundukkan kepalanya.

Tanpa berlama-lama, pak Ofman menawarkannya untuk masuk ke mobilnya.
“Kau tampak pucat, ikutlah denganku. Aku bisa membawamu pada orangtuamu”
“Aku tidak mau pulang, lagi pula apa yang kau inginkan dariku, aku tidak punya apapun untuk diberikan”
Joey tampak curiga, karena pak Ofman adalah orang asing.
“Tidak, nak jangan salah paham. Aku hanya ingin menolongmu”

Akhirnya, anak itu menerima tawaran itu karena ia kedinginan. Mereka segera melanjutkan perjalanan.
“Kenapa kau bisa berada di tepi jalan begitu?” Tanya pak Ofman sambil mengemudi.
“Banyak yang sudah terjadi, aku tak tahu harus mulai darimana dan tak punya siapapun yang menemaniku”
“Yasudah, kau tidak perlu menceritakan semuanya”
“Aku hanya butuh rumah” jawab Joey singkat.
Pak Ofman kebingungan mendengar itu.
“Ya, kau akan sampai pada rumahmu nanti” jawab pak Ofman seadanya. Joey hanya diam.

Joey tertidur di dalam, sementara pak Ofman tetap mengemudikan mobilnya.
Namun, ia menyadari sesuatu yang terus mengikutinya. Mobil pickup kumuh yang selalu berjalan mengikutinya di belakang, seolah mengawasinya.
Pak Ofman mencoba berbelok beberapa kali untuk memastikannya, namun mobil itu masih mengikutinya. Pak Ofman yang tak bisa berbuat apapun, penasaran dengan mobil itu. Ia segera berhenti dan keluar dari mobilnya. Namun, mobil itu segera pergi menjauh…
Pak Ofman segera masuk ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat kemudian, mobil itu berhenti di sebuah parkiran.

Joey terbangun, mengusap matanya dengan kelelahan.
“Maaf membangunkanmu, kita sampai di sebuah kedai”
“Kenapa, ini sudah malam” Joey kebingungan.
“Kau bisa tidur di mobil, aku mau menikmati secangkir kopi agar tetap semangat!”
“Tidak, aku keluar saja” Joey segera keluar dari mobil dan duduk di sebuah kursi.

“Joey, apa yang kau pesan?” Tanya pak Ofman.
“Cukup air hangat saja”

Mereka menunggu pesanan sambil berbincang.
“Jadi dimana rumahmu, apakah jauh?”
“Tidak, a-aku tidak mau pulang, tidak akan!” Joey tampak ketakutan dan tertekan.
“Apa maksudmu, kau harus pulang agar orangtuamu tidak khawatir”

Belum mengucapkan sepatah katapun, tiba tiba seorang pria misterius nan kurus datang dan menarik tangan Joey.
“Kemana saja kau, cepat pulang dan beri aku uang!” Bentaknya menarik tangan Joey.
“Tidak, lepaskan. Aku tidak mau pulang!”
“Dasar anak tidak tahu diri, aku ini ayahmu dan kau malah pergi meninggalkan ayah?!”
“Kau bukan ayahku, aku akan pergi jauh dan hidup dengan layak!”
“Apa yang kau katakan…!”
Tanpa diduga, pria itu menampar Joey dengan keras.

Suasana di kedai hening dan penuh keterkejutan.
“Ayah… Jahat!” Joey ketakutan dan berusaha menghindari ayahnya.
“Ma-maaf, nak. Ayah tak sengaja, nak. Jangan pergi. Kau tetaplah anakku!”
Saat pria itu mencoba mencengkram Joey, pak Ofman segera menghentikannya, sementara Joey bersembunyi di belakang pak Ofman.
“Cukup, kau sudah keterlaluan pada anakmu sendiri!”
“Siapa kau, beraninya menghalangiku?”
“Saya menemukannya di tepi jalan dan hujan deras, ia kedinginan tapi kau memperlakukannya dengan kasar, ayah macam apa kau?”
“Aku tidak peduli, dialah yang salah. Ia mencoba kabur dari rumah, padahal aku membutuhkan uangnya untuk berj*di-”
Pria itu tak sengaja mengatakan hal yang selama ini disembunyikan.
“Ti-tidak, bukan itu maksudku, itu hanya bercanda percayalah, haha!” Pria itu kehilangan akal sehatnya, yang merupakan efek dari obat obatan yang dikonsumsinya.

Ia sudah ketahuan. Pria itu yang tertawa kemudian menjadi marah, dan berteriak keras, membuat orang orang terkejut. Ia mulai memberontak, menghancurkan seisi kedai, melempar kursi dan botol, hingga melompat dari meja ke meja lain.
Namun akhirnya pria itu ditangkap, karena ada beberapa orang yang melaporkannya selama kejadian dan Joey merasa aman. Kedai itu mengalami kerusakan pada perabotannya dan akan diperbaiki.

Pak Ofman dan Joey segera masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang. Setelah dipikir lagi, pak Ofman merasa pernah melihatnya. Pria itu adalah pengemudi mobil pickup yang mengikutinya.
Mungkin saja setelah Joey kabur dari rumah, pria itu mulai mencarinya dengan mobil.
Karena ia tahu Joey pergi jauh ke suatu tempat bersama seseorang. Dan yang membuatnya yakin, ia memergoki saat pak Ofman menawarkan tumpangan pada Joey…

“Ia sudah sering menghabiskan uang untuk berj*di setelah ibu meninggal, tidak ada yang peduli denganku. Pada akhirnya semuanya meninggalkanku, aku hanya butuh rumah. Seseorang yang bisa menemaniku dan menjadi pelindung untukku!” Joey terisak-isak menahan tangisnya.
Akhirnya pak Ofman menyadari maksud dari perkataan Joey “aku hanya butuh rumah”. Pak Ofman hanya tersenyum, membuat Joey heran.

“Joey, kau tak perlu menangis lagi, kau sudah sampai pada rumahmu” pak Ofman menepuk pundaknya.
“A-apa?” Joey heran.
“Tinggallah bersamaku jika kau mau, karena ketahuilah aku tidak mempunyai siapapun. Istri dan anakku sudah istirahat untuk selamanya. Joey, aku bisa menjadi ayahmu” ucap pak Ofman.
Joey tak bisa berkata kata dan terharu.
“Ayah… terima kasih sudah menemaniku” Ucap Joey memanggilnya untuk pertama kali.

Maka mulai saat itu, mereka menjadi sebuah keluarga yang bahagia.

Cerpen Karangan: Noli

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 23 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Lebih Baik merupakan cerita pendek karangan Noli, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Yusni Novalin Simbolon

Namaku Yusni Novalin Simbolon. Sekarang aku seorang mahasiswa yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada semester 6. Mungkin tidak sedikit orang yang mendengar dan mengatakan aku seorang yang hebat bisa




Oleh: Hasna Asjad Allamah

Ini kisah tentang Wahyu, salah seorang anak kecil yang sedang berkeliling membawa keranjang berisi gorengan di sebuah terminal bus sambil berteriak, “gorengan.. gorengan..!!!” dan menawarkan ke beberapa orang yang




Oleh: Selmi Fiqhi

Di bawah sinar matahari yang teriknya, gadis kecil itu masih berdiri sambil meneteskan air matanya. Bajunya kotor dan ada sedikit bercak-bercak darah. Jilbab yang dipakainya tak seluruh menutupi rambutnya.




Oleh: Pinkan Adelia Kurniawan

Sinar mentari pagi mulai terpancar dari balik awan putih yang terus bergerak menjauhi sang surya mengikuti alunan angin. Juga terdengar seruan dan kicauan burung-burung yang terbang menyusuri langit biru.




Oleh: Alhini Zahratana

Katanya tempat pembuangan sampah adalah wilayah kumuh yang menjijikkan. Semua lini masyarakat memilih tempat itu sebagai wadah akhir menyalurkan kotoran dan limbah, tapi tidak termasuk aku. Setiap pagi kayuhan



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: