8 tahun cerpenmu

Cerpen Lift Hotel

Spread the love

Cerpen Lift Hotel





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 27 May 2022

“Ya ampun lama bener”

Sudah lebih dari sepuluh menit ryesa berdiri untuk menanti lift dan juga orang-orang ikut mengantri lift. Padahal ini hari pertamanya tiba di hotel ini untuk menginap ryesa sudah sangat berharap bahwa fasilitas hotel ini akan membuatnya nyaman. Mengingat bahwa di aplikasi hotel ini memiliki fasilitas yang menjanjikan, ryesa ingat bahwa alasan dia memilih hotel ini untuk menginap adalah sebagai tempat dirinya untuk berlibur dan istirahat dari semua kegiatan yang membuatnya penat. Ryesa berharap dari liburan ini dirinya dapat berisitrahat sejenak sendirian. Ryesa suka sendirian karena jika bersama seseorang menurutnya itu akan merepotkan. Kini ryesa sedang berdiri menanti lift disekitar ryesa ada beberapa orang yang sedang ikut menunggu lift.

“Halo ini, lift berfungsi atau tidak”
“Tidak tahu bang, aku pun daritadi sudah berdiri disini”

Tidak berselang lama setelah pembicaraan itu, pintu lift terbuka membuat ryesa dan beberapa orang menjadi lega dan segera naik lift tersebut. Saat memasuki lift sekilas ryesa mendapati hal yang aneh dari orang-orang yang satu lift dengannya, mereka semua berpakaian khas yang belum pernah ryesa lihat. Mungkin itu adalah staf hotel pikirnya. Saat ryesa ingin menekan tombol lift, tulisan pada tombolnya sangat aneh dan ryesa tidak paham saat ryesa ingin bertanya kepada seseorang.

Lift bergerak dengan sangat cepat membuat ryesa terkejut dan segera berpegangan, lift bergerak dengan sangat cepat membuat lift perlahan mengubah bentuk lift yang awalnya berhias dengan permukaan besi menjadi permukaan kayu. Apakah reysa sedang berhalusinasi? Tidak ini benar-benar terjadi karena sekarang reysa dapat melihat orang-orang yang berdiri di dalam lift bersamanya memiliki tanda yang bersinar pada tas mereka. Reysa hanya bisa membeku dan berharap orang-orang tersebut tidak melihat tas reysa karena pada dasarnya tidak mungkin tiba-tiba berubah seperti itu dengan sendiri tanda itu memiliki bentuk lingkarang yang di dalamnya terdapat bentuk segitiga dan tanda tersebut berwarna emas yang terang seperti lampu yang terang menyala.

Kini lift sudah berhenti membuat pintu lift terbuka reysa mendapati dirinya tidak lagi berada di sebuah hotel reysa tidak tahu dirinya berada dimana. Saat semua orang keluar reysa juga mengikuti mereka, tempat ini mirip dengan kota hal yang berbeda dari kota ini adalah isinya seperti bangunan-bangunan yang memiliki desain kuno, unik dan memiliki warna yang lembut terang layaknya warna pastel.

Reysa berjalan menelusuri kota, sepanjang telusuran reysa menjumpai semuanya seperti di film-film fantasi tentang penyihir karena terlihat banyak sekali benda bergerak dengan sendiri seperti teko yang bergerak untuk menuangkan minum pelanggan, lalu anak kecil yang bermain dengan mainan mereka yang melayang diatas mereka, sepeda yang dikendarai tidak menyentuh tanah dan menghampiri jendela seseorang untuk mengantarkan suatu pesanan. Reysa hanya tidak bisa percaya kini dirinya berada disana dimana seorang manusia mampu melakukan hal seperti ini yang jelas jika hal seperti ini akan terungkap akan membuat kepanikan bagi manusia sebenarnya.

Reysa yang sudah berjalan cukup lama sekarang menjadi lapar beruntung tidak jauh dari sebelahnya ada sebuah restaurant, memasuki restaurant reysa segera ke kasir untuk bertanya dengan Bahasa indonesia. Benar hal yang perlu disyukuri reysa sendiri adalah orang-orang disini tetap menggunakan Bahasa yang mudah dipahami bukan Bahasa asing dan juga tulisan disini masih mengguna huruf yang sama. Reysa melihat menu dan mulai memesan pihak kasir langsung menerimanya namun saat ingin membayar reysa sadar benda sebagai bayaran berbeda bukan dengan uang namun dengan sebuah koin.

‘apa ini tempat mainan ya, fasilitas baru hotel ini?’ pikir reysa. Tapi rasanya benar-benar mustahil kan hotel yang dia tuju memliki bangunan yang tidak terlalu besar. Namun beruntung pihak kasir tetap menerimanya walau dia diam.

Selesai menyantap makanan reysa berjalan keluar untuk mencari tahu bagaimana dirinya dapat pulang kembali ke hotel tersebut membuat reysa kembali berjalan menuju lift yang membawanya. Saat tiba disana reysa menjadi panik karena kini tempat lift itu berubah menjadi pohon. Kini reysa lemas karena tidak tahu bagaimana bisa pulang kembali menuju hotel.

“Kau baru disini”
Suara orang asing itu membuat reysa takut akan identitasnya yang terbongkar karena reysa bukan orang yang berasal dari tempat ini,

“Aku tanya kau orang baru disini?”
“Bukan” kata reysa yang kini membalikan badan untuk mengetahui siapa yang sedang berbicara dengannya. Reysa mendapati dirinya melihat seorang pria yang terlihat seumuran dengannya karena wajahnya memiliki wajah orang dewasa, meski begitu reysa tidak ingin mengetahui usia orang ini. “Aku hanya penasaran, kapan tempat ini akan terbuka lagi”
“Itu hanya terbuka untuk orang yang ingin datang kesini”
Reysa ngeri mendengar itu karena kini bagaimana dirinya bisa pulang. “lalu dimana tempat yang dapat membuat kembali ke lift hotel”
“Aku bisa membawamu kesana”
“Benarkah”
“Mari ikut”

Pria itu mulai berjalan menjauh sedangkan reysa hanya terdiam karena dia tidak tahu siapa pria itu dan yang pasti pria itu adalah orang asing. Reysa kembali menatap pohon yang membawanya kemari lalu kembali menatap pria itu yang tetap berjalan. “tunggu”
Reysa dapat melihat pria itu berhenti lalu kembali menatapnya dan sadar bahwa reysa tetap berdiam “kenapa?”
“Aku tidak kenal denganmu bagaimana aku bisa mempercayai orang sepertimu”
“Kau hanya harus percaya”
“Cih aku ini bertanya dengan serius kau tahu”
“Tapi hanya itu jawaban yang aku punya”
“Baiklah aku ikut”

Tidak berselang lama kini reysa dan pria itu tiba di sebuah toko roti. Pria itu menyebutkan bahwa toko ini adalah toko milik keluarganya tapi kini toko ini sedang tutup. Pria itu meminta reysa menunggu sedangkan pria itu memasuki toko dan setelah saat kemudia pria itu membawa tas.

“Kau lama hanya untuk tas”
“Di dalam tas ini banyak barang penting yang akan kita gunakan nanti”
“Bukankah untuk kembali hanya perlu menaiki suatu kendaraan disini”
“Bukan, yang namanya kembali itu sulit”
“Sulit?”
“Sulit karena awal tidak akan sama lagi saat kembali, oleh karena itu banyak orang yang memilih awal baru dibandingkan awal lalu”
“Jadi maksudmu kebanyakan orang yang datang kesini akan terjebak disini?”
“Iya”

Reysa merasa tertampar bagaimana bisa dirinya akan berakhir disini padahal niatnya sendiri adalah untuk menikmati liburan sebagai waktu istirahat dari kegiatan yang melelahkan setelah bekerja dalam waktu yang lama.

Tiba di sebuah tempat yang kosong reysa berhenti begitu juga pria itu yang kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Saat benda itu dilemparkan pada tanah benda tersebut mulai bercahaya dan berubah menjadi sebuah kendaraan seperti motor hanya saja kendaraan memiliki penutup. Pria itu menuntun reysa untuk menaiki kendaraan dan setelah keduanya berada disana kendaraan ini mulai melayang seperti balon terbang. Dari jendela reysa dapat melihat pemandangan kota yang ternyata sangat luas dan indah.

Selama beberapa saat keduanya saling berbicara karena reysa sendiri penasaran akan tempat ini. Sedangkan pria itu bercerita bahwa tempat ini adalah bagian dari dunia, namun tempat ini tersembunyi karena keistimewaannya dan juga rahasianya akan adanya tempat ini. Pria itu juga menjelaskan bahwa tempat ini akan selalu dikunjungi oleh seseorang yang sedang ingin kembali ke masa lalu mereka, saat reysa bertanya maksud yang lebih jelas padanya pria itu menjawab bahwa seorang manusia tentu saja akan merindukan sedikit bagian dari masa lalu mereka seperti masa kecil masa bahagia mereka dimana mereka hanya hidup sebagai anak kecil tanpa harus menghadapi sebuah masalah seperti orang dewasa.

Kini reysa sudah paham bahwa tempat ini Ajaib karena keinginan seorang manusia yang merindukan kebahagiaan mereka dimasa lalu. Reysa kembali mengingat masa lalunya bersama dengan seorang temannya.

“Sekali kau bertemu seseorang kau akan mengingatnya selamanya”
“Jadi ini alasanmu pindah sekolah”
Pria itu hanya tertawa.
“Cih menyebalkan kenapa dari dulu tidak cerita”
“Waktunya belum tepat, karena jika kuceritakan kau tidak akan percaya”
“Kini aku percaya”

Keduanya tersenyum saat kendaraan ini mendarat di pantai. Reysa melihat dari jendela pantai ini memiliki air yang berwarna biru terang seperti istilah ‘Glow in the dark’ karena air laut yang berwarna neon pokonya benar-benar indah. Reysa berbalik untuk menatap pria itu yang tidak lain adalah temannya orang yang pernah membuat reysa bahagia di hidupnya, reysa berbalik melihat pria itu hanya terdiam.

“Aku tidak ingin semuanya berubah”
“Tapi semuanya sudah berubah”
“Kenapa?”
“Aku harap kau akan kembali”
“Tentu saja, aku akan kembali”. Terdengar suara angin membuat reysa menatap kearah tasnya yang kini sudah memiliki tanda seperti yang dimiliki orang-orang yang pergi ke tempat ini. “Tanda ini…”

Dari dalam air ada sebuah benda yang muncul, reysa sadar itu adalah sebuah tempat duduk. “Itu adalah jalan pulangmu”
“Lalu bagaimana denganmu, apa kau bisa pulang kembali”
“Tenang saja aku bisa”
Reysa lega, reysa berjalan ke tempat duduk tersebut. Dan cahaya yang menyilaukan dan terasa hangat membuat semuanya menjadi terang hingga reysa tidak dapat melihat pria itu.

Saat reysa tersadar kini dirinya sedang terduduk di dalam lift hotel, lalu pintu hotel terbuka terlihat ada seorang kakek dengan menggenakan seragam staff hotel sedang tersenyum dengannya.
“Selamat datang kembali”
Reysa hanya tersenyum, lalu berdiri. Reysa mendapati jam modern menunjukan tanggal lain yang menandakan bahwa reysa sudah pergi selama tiga hari. Apakah selama itu dirinya berada disana dengan orang yang pernah membuatnya bahagia di masa lalu?

“Apakah sekarang sudah tanggal ini”
“Benar”
“Waktu benar-benar cepat sekali”
“Jika kau ingin kembali kesana lagi silahkan tekan saja tombol ini” tunjuknya pada tombol yang kini sekarang dapat reysa lihat tersembunyi disebelah nomor satu. Reysa berterima kasih kepada orang itu lalu berjalan pergi.

Keluar dari hotel reysa mendapati hari sedang hujan. menatap kearah jalanan hujan. ada sebuah momen yang reysa ingat saat dirinya dengan pria itu sedang menari bersama di derasanya hujan membuatnya rindu dengan masa lalu yang membuatnya bahagia. Masa lalu tidak dapat diubah, waktu terus berjalan kedepan bukan kebelakang mengingatkan bahwa masa akan terus bergerak ke depan. Masa lalu akan selamanya berada di masa itu sedangkan kebahagiaan yang terjadi dimasa lalu akan selamanya terkenang dalam hati meski itu berada di masa yang akan datang. Waktu adalah hal yang paling misterius di dunia begitu juga lift hotel.

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: Shofa Deas

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 27 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Lift Hotel merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Zainul Hasan

Ikan ikan kecil yang bersembunyi di balik bebatuan satu persatu mati akibat racun yang ditebar Rasikin, anak kampong sebelah ini acap kali memakai cara itu untuk menangkap ikan, sungai




Oleh: Sansan Saepulloh

Munculah kau wahai sinar yang begitu hangat di pagi hari, iringi langkah hariku dengan sinarmu dan tutuplah hariku dengan keindahanmu yang tak pernah bisa dibayar dengan apapun. Terbangun di




Oleh: Noli

“Mal ini selalu ramai dan banyak pengunjungnya!” Di sebuah jembatan, sebuah Van melaju kencang. Di dalamnya, Jef, Ron, dan Vox tengah tertawa ria, melewati liburan mereka yang ‘gila’. Mereka




Oleh: Tara Prayoga

Kemampuan turun-temurun yang diwariskan nenek moyang gue, bisa dibilang sangat bermanfaat untuk orang banyak. Pasalnya, sudah hampir ratusan orang merasakan goyangan tangan gue di seluruh tubuh mereka. Goyangan yang




Oleh: Kintan Aulia

SARA HUSSEIN, anak yang selalu bahagia dan ceria. Anak yang berumur 10 tahun. Selidik warga di sekitar, Sara harusnya dilahirkan kembar, karena hasil USG 10 tahun yang lalu harusnya



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: