8 tahun cerpenmu

Cerpen Menghibur Para Pecundang

Spread the love

Cerpen Menghibur Para Pecundang





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 29 May 2022

Teruntuk para pencari keadilan aku mendukung kalian.

Gesa saat ini sedang mengikuti kelas karate seperti hari-hari biasa. Sepulangnya dari kelas karate Gesa tiba di rumahnya untuk beristirahat. Malam hari Gesa tidak bisa tertidur karena pikirannya yang sangat menganggu akan suatu kejadian, membuat gesa akhirnya terbangun dari tempat tidurnya dengan perasaan yang muak dirinya langsung bersiap untuk mandi. Air dingin menyentuh kulitnya membuat dirinnya menjadi lebih rileks dari ketegangan pikirannya.

Gesa berjalan melewati ruang tamu lalu menatap kalender yang terpajang di dinding menyadari bahwa esok adalah harinya.

Keesokan harinya tiba di tempat dirinya bekerja seorang rekan menghampiri gesa dan bertanya jika ini waktu yang tepat mendengar pertanyaan tersebut gesa menjawab dengan kata ‘iya’. Gesa berjalan ke sebuah ruangan menatap seseorang dibalik kaca yang menghalanginya, gesa dapat melihat orang yang terduduk dengan ekspresi yang pasrah seolah mengaku kalah membuat gesa tersenyum.

“Kini kau tampak pasrah”
“Diamlah, ini tidak benar aku tidak bersalah”
“Memangnya siapa yang bilang kau bersalah?”
“Lalu kenapa aku harus menderita disini”
“Kau pantas mendapatkannya”
“Dasar si…”
Sebelum kata terakhir itu selesai gesa menahan mulut orang tersebut. “Sudah kubilang disini tidak boleh berkata kasar” Gesa dapat melihat wajah orang itu yang mulai mengeluarkan air mata. “Dasar pecundang aku akan menghiburmu jadi bersikaplah baik”

Jam delapan malam gesa sedang berjalan pulang ke rumahnya setelah pergi ke mini market untuk jajan. Jalanan yang sepi hanya terdengar suara jangkrik, hal yang perlu diingat hidup bukanlah seperti yang di film dalam melakukan sesuatu harus berhati-hati termasuk berjalan sendirian pada malam hari. Gesa yang sudah berjalan lama pikir dirinya sudah aman saat beberapa langkah hampir tiba di rumahnya terdengar suara hentakan yang membuat gesa menghindari lalu berhadapan dengan bahaya.

“Kukira harus melakukan pencarian ternyata kau sendiri yang datang” Kata gesa lalu mendaratkan tinjunya pada wajah orang yang membawa bahaya untuk gesa.

Beberapa hari kemudian gesa menonton televisi yang sedang menyiarkan berita. Menonton berita itu gesa mencari wajah dua orang pecundang dalam hidupnya. Namun kini dua pecundang itu akan selamanya hidup dalam hiburan yang biasa gesa lakukan untuk semua para pecundang yang ia temui.

Gesa menatap sebuah batu di depannya, batu itu dikelilingi oleh bunga batu tersebut memiliki ukiran yang cantik bertuliskan nama seseorang yang tertidur.
“Maaf lama sekali mereka benar-benar…” Kata Gesa terkekeh.
“Ah ya ampun aku tidak tahu aku ingin bilang apa tapi yang pasti”
“Dan yang selalu aku harapkan untuk dirimu selamanya adalah aku harap kau bahagia”

Gesa mengelus batu itu lalu pergi dari sana. Meski pelaku yang membuat sahabatnya telah berhasil dipenjarakan tidak ada cara lagi untuk mengembalikan sahabatnya. Setidaknya keadilan sudah ada untuknya meski kini orang tersebut tidak ada untuk menyaksikannya namun gesa sangat yakin bahwa kini sahabatnya senang keadilan sudah berpihak padanya.

Gesa yang sedang menunggu bus mendengar sebuah suara dering handphone.
“Kenapa?”
“Tampaknya kini kita ada kasus baru lagi”
“Cold case?”
“Iya”

Gesa mengakhiri pembicaraan tersebut saat bus sudah tiba dihadapannya. Saat gesa ingin melangkahkan kakinya masuk menuju bus itu dirinya sedang merasa diawasi membuatnya berbalik untuk menemukan sahabatnya tersenyum sembari melambaikan tangannya gesa kembali tersenyum kearahnya lalu masuk ke bus itu. Membuatnya kembali ke dunia dimana dirinya akan selalu Menghibur para pecundang.

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: Shofa Deas

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 29 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Menghibur Para Pecundang merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Inong Islamiyati

Di suatu bukit ada sebatang pohon apel yang baru saja berbuah lebat. Setiap harinya, banyak anak-anak kecil yang bermain di bawah pohon tersebut. Mereka memakan buah apel, berteduh di




Oleh: Puruhitatapin

Padahal, ia masih baru saja menginjak di usia 55 tahun, mengapa sang dewa memutuskan untuk mengambil nyawanya lebih cepat daripada dugaanku? “Delia, aku ingin kau menepati janjiku, apakah kau




Oleh: Annisa Resmana

Hallo, Bandung hujan lagi, siang-siang. Macet dimana-mana, pengemis di jalanan makin banyak, air got membludak, sampahnya keluar kemana-mana. Entah kenapa saya suka memperhatikan semuanya dari dalam mobil. Di luar,




Oleh: Shofa Nur Annisa Deas

Dulu Losya pernah diceritakan oleh ibunya sebuah dongeng tidur yang menceritakan tentang Batu Biru, batu itu bukan batu biasa karena batu memiliki kekuatan dan ajaib konon siapa pun yang




Oleh: Mufarhan

Vern, itulah namaku. Aku berusia 14 tahun, Aku bersekolah di magic school. Di sana kami diajari ratusan bahkan ribuan mantra sihir dan disana aku mempunyai seorang sahabat bernama Fhife.



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: