8 tahun cerpenmu

Cerpen Menjadi Seorang Dalang

Spread the love

Cerpen Menjadi Seorang Dalang





Cerpen Karangan: Nabilla Shafira
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Budaya

Lolos moderasi pada: 5 May 2022

Kakek Ahmad adalah seorang dalang dalam seni pagelaran wayang kulit. Di desa Bagas, hanya dia satu-satunya yang masih hidup dan masih menekuni profesinya dibalik pekerjaannya sebagai petani dan pedagang sayuran. Bagas dan teman-temannya suka sekali bermain ke rumah Kakek Ahmad sambil mendengar ceritanya tentang para tokoh pewayangan.

Suatu hari di sekolah, mereka akan berpartisipasi mengikuti festival seni budaya bersama sekolah lainnya, sehingga kegiatan belajar diganti dengan latihan persiapan untuk mengikuti festival seni budaya. Banyak sekali anak-anak dari kelas lain di sekolah Bagas yang sibuk untuk latihan dengan banyak pertunjukkan yang akan mereka bawa, kelas Bagas mendapat bagian untuk memberikan pertunjukan seni wayang kulit. Maka sepulang sekolah, Bagas dan teman-temannya segera pergi ke rumah Kakek Ahmad lalu menceritakannya kepada pria tua tersebut. Setelah mendengar cerita mereka, Kakek Ahmad merasa senang bisa mengajarkan seni wayang kulit kepada mereka dan menyuruh mereka untuk datang besok.

Keesokan harinya sepulang sekolah, mereka segera mulai latihan di rumah Kakek Ahmad, disana Bagas dan teman-teman berusaha untuk mempelajari apa yang Kakek Ahmad ajar guna mempersiapkan untuk tampil di festival seni budaya nanti. Bagas mendapat bagian menjadi dalangnya dalam pertunjukan wayang kulit.

Selama seminggu mereka latihan di rumah Kakek Ahmas, bahkan teman bagas yang perempuan ikut hadir dan akan menjadi sindennya. Akan tetapi menjelang festival, mereka mendapat kabar kalau Kakek Ahmad masuk rumah sakit akibat tertabrak mobil saat pulang dari pasar dan mengalami patah tulang di lengan dan kaki kirinya.

“Bagas, bagaimana ini? Kita nggak bisa latihan kalau Kakek Ahmad tidak ada?” Tanya Danu. Semua yang berkumpul di rumah Kakek Ahmad juga punya pertanyaan yang sama.

Bagas diam sejenak sambil memikirkan sebuah solusi sampai akhirnya dia berseru.
“Aku punya ide! Bagaimana kalau kita tetap latihan seperti biasanya, anggap saja Kakek Ahmad ada disini. Kalian masih ingat kan dengan ilmu yang sudah Kakek Ahmad ajar kepada kita!”.

Teman-temannya mengangguk setuju, lantas mereka segera mengeluarkan peralatan musik tradisional dan kotak besar berisi wayang kulit. Begitu juga dengan teman perempuan mereka yang segera mengambil posisi masing-masing sebagai sinden dan kemudian mereka segera mulai latihan seperti biasanya.

Dua minggu kemudian festival seni budaya telah tiba. Banyak sekali peserta dari sekolah lain yang tampil hingga giliran Bagas dan teman-temannya untuk tampil diatas panggung. Suara alat musik tradisional segera terdengar yang diiringi nyanyian sinden, semua penonton yang hadir tampak terkesima melihat pertunjukan wayang kulit tersebut, terlebih Bagas yang menghayati perannya sebagai seorang dalang cilik. Setelah pertunjukan wayang kulit berakhir, mereka mendapat banyak tepuk tangan dan sorakan dari para penonton.

Berkat usaha latihan mereka bersama Kakek Ahmad, mereka berhasil mendapat juara. Setelah festival berakhir mereka segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kakek Ahmad yang masih dirawat disana. Sesampainya disana, Kakek Ahmad terlihat senang melihat kedatangan Bagas dan teman-temannya, mereka segera menceritakan pengalaman saat tampil di panggung kepada pria itu.

“Syukurlah… kakek senang mendengarnya! Kakek sangat berharap kalian bisa menjaga kelestrian wayang kulit sebagai budaya kita!” Ucap Kakek Ahmad senang.
“Tapi..! Kami tidak bisa sehebat yang Kakek lakukan. Apakah kami bisa?” Tanya Dadang.
“Tidak apa-apa, jika kalian sering latihan maka kalian pasti bisa seperti Kakek!” Sahut Kakek Ahmad memberi semangat.

Setelah mendengar kata Kakek Ahmad, mereka terlihat sangat senang dan bersemangat untuk terus latihan bermain wayang kulit. Dua minggu kemudian Kakek Ahmad sudah pulang dari rumah sakit untuk melihat Bagas dan teman-temannya latihan. Dan tanpa mereka sadari, banyak anak-anak yang kebetulan lewat atau hanya penasaran untuk mendekat dan menonton sehingga banyak anak-anak yang datang ke rumah Kakek Ahmad untuk melihat pagelaran wayang kulit berisi anak-anak dan Bagas sebagai dalangnya.

Tamat

Cerpen Karangan: Nabilla Shafira
Blog / Facebook: Nabilla Shafira
Nabilla Shafira, sudah menyukai dunia penulisan saat masih duduk di kelas 5 MI hingga sekarang. Ia bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 5 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Menjadi Seorang Dalang merupakan cerita pendek karangan Nabilla Shafira, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+


” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Mukhammad Farchani

Pada zaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga serigala. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Beranggotakan ayah, ibu, dan anak. Mereka hidup damai. Setiap malam mereka selalu bernyanyi bersama. Itu sudah




Oleh: Salsa Nurul Aisyah

Hari ini hari selasa, tepatnya ada pelajaran olahraga. Sekarang aku sedang tidak mood, karena hari ini aku akan bertemu dengan guru olahraga yang paling killer yaitu Pak Yusuf. Aku




Oleh: Aida Anggreani

Dengan kuat aku terus goes sepedaku untuk menuntut ilmu ke sekolah. Aku ingin sekali mendapatkan ilmu yang berguna dan bermanfaat. Maka dari itu aku giat untuk menuntutnya. Walaupun ya,




Oleh: Fahmi

“Riski bangun salat subuh!” perintah Nenek Riski. “iya nek” jawab Riski. Riski adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama Neneknya, Riski menjadi yatim piatu sejak dia berumur 3




Oleh: Farhana Wahyuni

Namaku Delphina Syakira Azima, biasanya dipanggil Syakira. Hari ini aku harus berangkat sekolah untuk menghadapi ulangan. Aku dari tempat tidur segera menuju ke kamar mandi, setelah itu aku pergi



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: