8 tahun cerpenmu

Cerpen Meratapi Nasib

Spread the love

Cerpen Meratapi Nasib





Cerpen Karangan: Xiuzeen
Kategori: Cerpen Galau

Lolos moderasi pada: 28 April 2022

Siang ini aku melamun, dengan pikiran yang penuh dan hati yang sesak. Sebentar lagi lebaran, tapi THR aku gak dapet, uang gajian baru turun akhir bulan. Aku sedih, ngeliat orang lain pada udah beli baju lebaran, udah belanja ini itu, beberapa orang juga dapet bingkisan lebaran dari tempat kerja mereka.

Sementara aku? Aku belum mendapatkan apapun, aku sedih, banget. Keuanganku menipis, bukan aku gak percaya rezeki itu dari mana aja. Tapi aku benar-benar lagi down melihat orang-orang yang beruntung. Terbesit sedikit penyesalan dan sekilas berandai-andai.
“Andai aja aku masih kerja di tempat yang dulu. Tanggal segini, aku pasti udah dapat bingkisan lebaran, uang THR dan libur pun aku dapat sampai seminggu.”

Jujur aja, ditempat kerjaku yang sekarang semuanya tampak abu-abu. Tidak jelas akan dapat apa nanti lebaran, kata kakak senior aja libur lebaran cuma 2 hari. Sedih gak sih? Aku gak mau merasa sedih, tapi ya beginilah nasibku.

Segala cara udah aku coba buat memenangkan diriku. “Mungkin, semua ini akan ada hikmahnya nanti. Atau mungkin, memang aku yang banyak dosa sampai mendapat nasib yang kurang beruntung seperti ini.” Dan akhirnya aku kembali negatif thinking saking terlalu overthinking.

Deru napas yang gelisah dan sesak ini gak bisa menghilang meski aku udah berulang kali memberitahu pada diriku. “Ini semua pilihanku, maka aku akan menikmatinya. Walau gak suka, tapi aku akan mencoba menerima. Aku bisa.”
Hatiku mengatakan, aku gak bisa menerima semua ini.

“Ya Allah, boleh aku meminta?
Aku tau betul bagaimana diriku.
Egois, gak mau susah, gak mau mengalah dan segala macam kekurangan lainnya.
Aku merasa akulah yang paling buruk.

Aku gak masalah kalau aku gak beruntung dalam urusan cinta, tapi aku berharap, aku benar-benar beruntung masalah ekonomi dan keuangan. Aku memikirkan keluargaku, bagaimana ayahku, ibuku, dan adik-adikku?

Aku tulang punggung keluarga, aku bekerja untuk membahagiakan mereka. Aku gak peduli kalau aku susah, biar aku saja yang merasakan susah. Keluargaku harus bahagia, aku akan berusaha lebih keras lagi.

Berikan aku uang untuk membeli kebutuhan lebaran. Berikan aku uang lebih untuk memberikan kebahagian lewat amplop saat lebaran. Jangan biarkan aku gak pegang uang saat lebaran. Aku tersiksa, aku gak bisa hidup begitu. Aku mau cari uang yang halal, aku gak akan melenceng atau berbuat menyimpang demi uang. Tapi tolong mudahkan rezekiku ya Allah, lancarkan. Aamiin.”

Sekali lagi aku tekankan, aku gak mikirin masalah cinta. Walaupun aku ingin menikah dan memiliki seseorang yang menyayangiku, tapi saat ini keluargaku adalah segalanya dalam duniaku. Tolong jangan hancurkan duniaku ya Allah.

Mengapa nasibku jadi seperti ini?
Menyedihkan sekali. Kadang aku benci diriku sendiri, tapi aku tetap ingin mencintai diriku agar tidak jatuh terlalu jauh. Sedih berlarut juga tidak baik, aku tidak stress atau depresi.

Aku hanya overthinking meratapi nasibku.
Aku hanya overthinking memikirkan kebahagiaan keluargaku.

Bahagia keluargaku, bahagiaku juga.
Entah itu prinsipku atau mungkin sudah menjadi tujuan hidupku sekarang.

Tamat

Cerpen Karangan: Xiuzeen
Instagram: @Xiuzeen_

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 28 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Meratapi Nasib merupakan cerita pendek karangan Xiuzeen, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Siska Pratiwi

Aku hancur dalam ketidakpastian. Pratiwi, itulah namaku. Seorang remaja yang menganggap pacar itu adalah segalanya dalam hidup. Namun sebuah kejadian mengubah sikapku, aku berubah menjadi seorang yang hanya memikirkan




Oleh: Ayu Hyo

Sebab aku mengerti.. Apa yang dinamakan perasaan itu memang tak dapat dipaksakan Apalagi dibohongi.. Untuk itu aku tak berani berharap lebih jauh lagi Cukup aku biarkan semua ini mengalir




Oleh: Nurul Islamiyati

Dear diary.. Hay Ry, masih ingat aku? semoga kamu gak lupa yah. Kamu tau Ry, hingga saat ini aku masih sayang sama kamu, jujur aku gak bisa berpaling ke




Oleh: Mala Ayaqu

Gimna ya mulainya… Udah gak banyak si yang aku ingat, tapi sekalian bantu mengingatnya yaaa… Semua berawal saat aku pindah sekolah dan menjadi siswa smp. tak kusangka perasaan yang




Oleh: Sri Pujiati

Hujan di luar belum juga reda, justru semakin deras dan mulai diiringi dengan suara petir dan kilat. Kuseduh kopi yang baru kubuat tadi. Sepertinya hujan ini akan berlangsung lama



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: