8 tahun cerpenmu

Cerpen Nasihat Berharga

Spread the love

Cerpen Nasihat Berharga





Cerpen Karangan: Muhammad Yasin
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Nasihat

Lolos moderasi pada: 5 July 2022

Cerita ini bermula dari 3 orang remaja yang sedang mengerjakan tugas penelitian dari sekolah. 3 orang tersebut antara lain Dio, Ahmad dan Aldi. Ketiga remaja itu memiliki watak yang berbeda-beda. Dio berwatak jenius dan pintar. Ahmad memiliki watak suka penasaran terhadap hal-hal baru. Sedangkan Aldi memiliki watak cerdik.

Mereka mendapat tugas dari sekolah untuk meneliti sebuah situs bersejarah di Mojokerto. Mereka memulai perjalanan dari sekolah yang ada di Nganjuk menuju situs bersejarah di Mojokerto. Sesampainya di situs bersejarah, mereka langsung melakukan penelitian di tempat tersebut.

Sebelum meneliti, Dio memulai pembicaraan. “Kita mulai dari mana nih penelitiannya?” tanya Dio memulai pembicaraan. “Lah, kan kamu ketuanya. Kalo kita mah nurut aja mulai dari mana,” jawab Ahmad.

Saat sedang asyik berbicara, tiba-tiba muncul sebuah lorong cahaya di dekat mereka. Ahmad yang penasaran mencoba masuk ke lorong tersebut, namun dicegah oleh Dio dan Aldi. “Jangan masuk Mad!” kata Dio mencegah Ahmad. “Iya Mad, jangan!” ujar Aldi. “Kenapa jangan? Ini seru loh!” lanjut Ahmad. “Siapa tau ini lorong jahat, nanti kalau kita masuk kita bakal tersesat,” kata Dio. “Makanya kita coba masuk aja,” lanjut Ahmad. “Tapi…”, “Ah lama, ayo buruan kita masuk,” teriak Ahmad sambil menarik paksa tangan Dio dan Aldi.

Akhirnya ketiga remaja itu pun masuk ke lorong cahaya tersebut yang ternyata adalah lorong waktu. Akhirnya mereka terlempar ke waktu lampau atau masa lampau. Saat terlempar, mereka berada di dalam goa bawah tanah.

“Tempat apa ini?” tanya Ahmad ke Dio dan Aldi. “Ini kan goa bawah tanah,” jawab Aldi. “Lho kok kita bisa ke goa?” tanya Ahmad penuh keheranan. “Ini kan gara-gara kamu Mad, kamu menarik tanganku dan Aldi ke lorong cahaya itu sampai akhirnya kita terlempar kesini!” jawab Dio penuh emosi. “Salah siapa, main ngikut aja!” tegas Ahmad sambil memalingkan muka.

Disaat Dio dan Ahmad berdebat muncul sesosok pria bertubuh kekar. Ketiga remaja itu pun ketakutan. “Siiaa…pa Bapak?” tanya Aldi sambil gemetar ketakutan. “Aku Gajah Mada,” jawab pria tersebut. “Gaa…jah Maa…da?” lanjut ketiga remaja itu. “Ya, aku Gajah Mada.”

“Kenapa kita bertiga bisa sampai kesini?” tanya Dio. “Kalian ingat? Kalian masuk ke lorong cahaya di situs bersejarah?” ucap pria yang ternyata Gajah Mada tersebut. “Iya kita ingat,” jawab Aldi. “Itu adalah lorong cahaya yang aku kirim ke kalian supaya kalian bisa bertemu denganku,” ujar pria tersebut. “Mengapa begitu wahai Patih?” tanya Dio. “Kalian orang yang tepat untuk aku beri nasihat berharga ini. Kalian orang yang tepat berada di situs bersejarah yang kalian buat untuk penelitian dan saat itu aku sedang bersemedi. Aku melihat kalian yang akhirnya aku buat lorong cahaya untuk jalan menuju tempatku!” lanjut Sang Patih. “Oo… iya patih,” kata Ahmad.

“Nasihat berharga apa yang ingin Patih berikan ke kita?” tanya Aldi. “Jadilah orang yang berguna, bermanfaat untuk orang lain, bersikaplah baik, tolong menolong tanpa pamrih, mengerjakan tugas tepat waktu, tidak terlambat ke sekolah,” ucap pria bertubuh kekar tersebut. “Terimakasih atas nasihat Patih,” ujar Aldi. “Sama-sama, dengarkanlah nasihatku tadi, serapi maknanya dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Sang Patih. “Baik Patih!” jawab ketiga remaja itu secara bersamaan.

“Silakan lanjutkan penelitian kalian di situs bersejarah. Di belakang kalian sudah ada lorong cahaya untuk kalian kembali,” ucap Patih. “Baik Sang Patih,” ucap ketiga remaja itu secara bersamaan sambil menengok belakang mereka yang ternyata sudah ada lorong cahaya yang disebutkan oleh Sang Patih.

Seketika sosok Gajah Mada hilang bersamaan dengan masuknya Dio, Ahmad, Aldi ke lorong cahaya tersebut. Setelah masuk, seketika juga Dio, Ahmad, Aldi sudah kembali ke tempat dimana mereka melakukan penelitian.

“Ayo kita terapkan nasihat dari Patih Gajah Mada tadi ke kehidupan sehari-hari!” ucap Aldi.
“Ayo!!” jawab Dio dan Ahmad secara bersamaan.

Cerpen Karangan: Muhammad Yasin
Muhammad Yasin jika ingin tau banyak tentang penulis, silakan cari “Muhammad Yasin” di pencarian Facebook dengan foto profil background hijau


Cerpen Nasihat Berharga merupakan cerita pendek karangan Muhammad Yasin, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Jamilatuzzahra

Angga langsung menghunuskan pedangnya saat Ia mengetahui kalau peluru revolvernya habis. Dengan cekatan, dia langsung mengayunkan pedang itu ke leher para monster menjijikkan dan menebasnya dengan cepat. Tidak berguna,




Oleh: Pangeran Cinta

Pagi yang sangat cerah, sinar mentari begitu hangat masuk ke sela-sela jendela menghangatkan keningku. Semakin lama hangatnya semakin menusuk dan terasa hampir membakar kulit di dahiku. Kubuka mata dengan




Oleh: Upik Junianti

“kita putus!!!“ “ya sudah. Aku akan cari yang lain!” “hah?” Pinkan adalah gadis super cuek dan dia pun paling gensi jika menangis di depan cowok. Bagi dia cewek yang




Oleh: Charissa E

Aku selalu menganggap bahwa kenangan seseorang dapat dianalogikan sebagai bintang. Alasannya? Entahlah, aku hanya tahu begitu aja. Setiap malam ketika aku memandangi bintang-bintang di langit dari kamarku, aku selalu




Oleh: Yoga Dwi Kurniawan

Namaku Aditya Rahman, biasa dipanggil adit, Sudah beberapa minggu ini, aku selalu merasa gelisah seperti dihantui perasaan was-was yang terus mengikuti dalam setiap aktifitasku. Itu semua bermula ketika aku



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: