8 tahun cerpenmu

Cerpen Pencari Teman

Spread the love

Cerpen Pencari Teman





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Remaja

Lolos moderasi pada: 26 July 2022

~ Teruntuk seorang teman aku harap kamu selalu bahagia ~

Yana namanya saat ini dirinya sedang menatap teh yang berada di dalam gelas favoritnya dengan ukiran berbentuk matahari di bagian luarnya, layaknya orang-orang yang yang tidak ada kerjaan saat ini hanya bisa terdiam termenung melamun menatap tehnya yang sudah tidak lagi mengepulkan asap tipis berbau harum. Dari arah belakangnya terdengar suara seseorang yang terkejut membuat yana berbalik mendapati ibunya yang sedang berdiri menatap putrinya.

“Buat kaget aja dasar anak ini ya ampun” katanya sembari berjalan menuju yana. “Dari aku pergi pulang ke pasar kau masih saja disini” katanya kini menaruh barang belanjaan di meja dekat dengan gelas yana.
Yana melihat ibunya hanya bisa mengangguk, lalu kembali menatap tehnya. Namun seketika yana merasa sedikit sakit saat yana mendapati ibunya menepuk pundaknya keras. “Ya ampun kenapa ma??”
“Kenapa kenapa sudah jelas kamu yang aneh” sembari menunjuk.
Membuat yana tersadar daritadi dirinya lupa untuk menjemur pakaian yang masih terendam di dalam air. Yana menjadi panik karena sangat yakin baju-baju tersebut setelah lama berada di dalam air akan menjadi sangat bau.

Yana bangkit lalu pergi untuk segera menjemur pakaiannya. Saat yana sudah pergi ibunya hanya bisa terheran karena baru kali ini dirinya melihat putrinya seperti orang yang sedang banyak pikiran berbeda dengan yana seperti biasanya. Lalu kini ibunya menjadi paham setelah melihat gelas yang yana gunakan sebagai wadah untuk teh favoritnya.
“Ya ampun anak itu masih saja memikirkannya” katanya sembari menatap yana melalui jendela yang sedang bersusah payah mengelurkan pakaian dari mesin cuci membuat pakaian yana menjadi basah kuyup. “Memikirkan si pencari teman”.

Di malam hari yana sedang terbaring sembari menatap dinding atas kamarnya yang berwarna hijau, kini yana sedang kembali memikirkan sebuah kenangan yang sudah terjadi lama sekali dimasa lalu sebuah kenangan dimana dirinya mengalami pengalaman yang berharga hingga kini kenangan dari kejadian yang masih terbekas di dalam pikirannya membuat pikirannya selalu memutar bagian kenangan tersebut kepada yana seperti radio saat kasetnya diletakan radio akan memutar lalu mulai membunyikan lagunya nan indah membuat yana senang karena memang kejadian itu adalah salah satu kejadian yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Membuat yana kini tertidur.

Keesokan harinya yana merapikan sebuah rak di tempat dirinya telah bekerja disana selama hampir sepuluh tahun pada tahun ini. Yana mengakui bahwa alasannya bekerja disini adalah untuk mencari penghasilan dan menambah pengalaman, namun selain itu dirinya juga merasa bahwa pekerjaan ini adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk dirinya dibandingkan pekerjaan yang sesuai dengan gelar yang ia raih saat lulus kuliah. Setelah merapikan yana berjalan menjauh rak tersebut saat dirinya dan seseorang berhadapan.

“Maaf” Kata yana lalu berjalan menjauh.
Hingga orang itu kembali berkata “tunggu”.
Membuat yana berbalik “Ya”
“Disini koleksinya pine ada?”
“Masih, ada disekitar sini” setidaknya itu yang yana katakan, namun tetap saja orang itu masih bingung yana tidak mempermasalahkannya karena memang tempatnya bekerja juga setidaknya membuat yana baru dapat mengingat semua denahnya dalam waktu berbulan-bulan.

Dengan segera yana mengajak orang itu berjalan untuk mencari apa yang ingin dicari. Sepanjang perjalanan yana bertanya-tanya kepada orang itu mengapa dirinya mencari koleksi yang terbilang cukup mahal untuk barang yang kini sudah menjadi langka, lalu orang itu menjawab dengan sebuah jawaban yang singkat yana bersumpah dirinya seperti mengenal suara orang ini tapi dimana? Bahkan yana tidak tahu.

Mereka berdua tiba di depan benda yang dicari oleh orang tersebut yana sangat yakin bahwa dirinya dapat melihat mata orang itu berbinar-binar seperti mata orang yang sedang melihat cahaya.
“Mau semuanya”
“Tentu”
Yana dan orang itu kembali berjalan namun kali ini mereka berjalan menuju bagian depan. Setelah orang itu pergi beberapa jam kemudian yana menutup tokonya.

Seminggu setelahnya yana sedang mengamati sebuah festival didepannya tokonya mendapati bahwa orang yang sebelumnya ia temui kemarin datang kembali. Saat orang itu masuk dentingan bel terdengar dari jam belakang yana bersamaan juga dengan orang tersebut yang menatap kearah yana.

“Halo” sapa yana dari kejauhan
“Halo juga” jawabnya lalu mendekati yana.
“Bagaimana dengan koleksi kemarin sudah selesai?” tanya yana untuk segera berbasa-basi
“Sudah, kau tahu aku hanya menyelesaikan itu dalam tiga hari tanpa tidur”
Yana tertawa mendengarnya. “Maaf, jadi ada sesuatu yang ingin dicari?”
Orang itu mengangguk “Iya kau”
“Maaf?”
“Aku mencari kau”
“Baik, ada apa?”

“Aku ingin tahu dari mana kau mendapatkan gelas ini” tunjuknya pada gelas berisi teh terletak diantara mereka.
“Itu hanya gelas lama yang aku dapatkan saat dulu kuliah”
“Aku juga punya gelas itu”
“Bagus bukan gelasnya?” ujar yana berbasa-basi.
“Spesial bukan, gelas itu hanya dimiliki oleh dua orang di dunia ini”
Kini yana mengerti. “Halo pencari teman” sapa yana untuk kedua kalinya.
“Halo juga” jawab orang itu.

Kini setelah bertahun-tahun mengenang dalam pikirannya yana orang ini kembali hadir dalam hidupnya. Setidaknya itulah yang orang-orang percayai mengenai istilah ‘Soulmate’ sejauh dan selama apa pun yang sudah ditakdirkan untuk bersamamu akan kembali menemui jalannya dengan begitu semua di dunia ini tidak ada yang mampu memisahkannya. Maka dari itu ambilah sedikit waktu ini untuk dirimu sendiri.

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas


Cerpen Pencari Teman merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Maya Amelia

Hari ini hari yang sangat cerah seperti hati seorang gadis ini, gadis ini bernama REVANI LENYANDRI PRASETYA, gadis kelahiran bandung ini sedang ingin pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu,




Oleh: Pipih Siti Rodiah

“Hay Lis?” Sambil menepuk bahu dan tersenyum kearahku “eh iya? Kak Dio, loh? Ada apa?” Sungguh terkejut karena cowok yang paling keren dan tampan se SMA Nusa Bakti menyapaku




Oleh: Langgeng Dwi Rahayu

Indah melirik ke arah seorang cowok yang sedang bermain basket di lapangan sekolah. dini yang sejak tadi memperhatikan itu menyenggol bahu indah sembari berkata “ciee.. yang lagi merhatiin pujaan




Oleh: Yana

Keadaan mula-mula berjalan dengan sangat lancar dan sangat amat baik, dari jam pelajaran pertama dan seterusnya. Tapi keadaan mulai menjadi sebuah bencana bagiku saat pelajaran bahasa Indonesia, ibu guru




Oleh: Wijayanti Ismail

Enam belas tahun silam, aku ditemukan oleh seorang wanita, yang sekarang menjadi ibu angkatku, dalam keranjang bayi di pinggir jalan. Keranjang itu ditemukan bersampingan dengan seorang pria yang sudah



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: