8 tahun cerpenmu

Cerpen Perasaan Paling Menyedihkan

Spread the love

Cerpen Perasaan Paling Menyedihkan





Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 27 May 2022

Sebuah cerpen yang tercipta dari pertanyaan dan pernyataan penulis yang mengungkapkan bahwa manusia akan memiliki sebuah perasaan yang menyedihkan. Inilah kisah penulis yang akan diceritkan dengan tokoh yang penulis korbankan sebagai tokoh yang memiliki nasib menyedihkan pada cerpen kali ini.

Disya namanya, nama seorang wanita yang kini sedang duduk menatapi pemandangan kota malam pada malam hari di rumahnya. Disya yang merasa terbiasa hidup sendirian memillih untuk hidup sendirian di rumah kecil milik kedua orangtuanya yang sudah meninggal saat usia disya masih muda. Mengingat kejadian mengerikan itu selalu membuat kepala disya merasa pusing yang terasa seperti seolanya kepalanya dipukuli benda yang tajam.

Disya kembali menatap laptopnya untuk mengerjakan projek miliknya namun sudah berjam-jam berlalu dari sore hingga sekarang dirinya tidak menemukan ide yang membuatnya penat lalu tertidur di depan laptopnya.

Keesokannya disya yang sedang melakukan rutinitas paginya mendapatkan telepon dari editornya yang berharap beberapa bulan lagi dirinya akan mendapatkan projek disya yang sudah selesai. Mengetahui disya mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sedang kehilangan ide. Atas saran editornya itu kini disya telah tiba di kampung halamannya desa kecil tempat dimana dirinya pernah berada disini, disya kembali mengingat sesuatu hanya saja sejak kecelakaan itu dirinya menjadi lupa dan juga membuat kepalanya menjadi pusing setiap dirinya berusaha mengingat sesuatu yang ada di masa lalu.

Merasa pusing disya duduk di bangku yang dekat dengan pohon untuk menenangkan diri. Disya selalu merasa kesal jika rasa pusing menghampirinya. Setelah menenangkan diri disya menatap ke sekitar terlihat bahwa orang-orang sedang menikmati aktifitas mereka, terlihat wajah mereka yang tersenyum anak kecil yang bermain dengan penuh tawa.

Saat sebuah bola mengelinding dan berhenti di kaki disya seorang anak kecil datang sendiri dengan sopan menyapanya sekalian untuk mengambil bolanya. Disya mempersilahkannya, anak itu mengambil bolanya lalu mengajak disya untuk bermain namun disya hanya menggelengkan kepala karena dirinya tidak ingin diganggu anak kecil itu paham lalu berterima kasih kemudian pergi. Disya senang karena disini anak-anak sopan tidak seperti lingkungan dirinya tinggal dimana anak kecil selalu menganggunya membuat disya benci dengan anak kecil namun bertemu dengan anak kecil tadi membuat disya senang.

Setelah beberapa saat kini disya tiba di tempatnya untuk menginap, sore harinya disya berjalan-jalan disekitar desa. Menurut disya desa ini unik memiliki bangunan yang unik, lalu orang-orang disini sangat ramah karena selalu saling sapa menyapa antar sesama terlihat juga anak kecil yang sedang bermain beberapa ada yang bermain bola, ada yang bermain layang-layangan. Jajanan di desa ini juga murah, enak, dan memiliki bentuk yang unik disya bersyukur sekali seumur hidup dirinya mencoba makanan disini dan mengunjungi desa ini tidak lupa disya memfoto hari ini langit juga mendukung hari ini karena warna jingganya yang bergradasi dengan warna biru langit membuat mata yang memandang pemandangan ini akan merasa takjub.

Tiba di kamarnya disya menaruh semua barangnya, lalu kemudian dirinya terdiam saat melihat jendela dimana ada sebuah pemandangan pantai yang tidak jauh dari tempat penginapan. Disya segera turun dan bertanya kepada pemilik penginapan tentang pantai itu.

Tiba di pantai disya berjalan-jalan di atas pasir putih yang cantik. Hembusan angin yang menenangkan membuat disya merasa nyaman, lalu suara ombak dan suara orang-orang menyatu membuat disya kembali mengingat sesuatu namun lagi-lagi kepalanya kembali pusing yang hampir membuat dirinya terjatuh beruntung ada yang membantunya. Disya berterima kasih kepada orang itu lalu berjalan pergi beberapa langkah setelah menjauh disya melihat semuanya menjadi gelap.

Dalam kegelapan disya melihat kilas masa lalunya semuanya yang telah berlalu semua yang telah terjadi semua yang tidak akan pernah sama lagi semua yang selamanya hanya terjadi sekali semua yang hanya seperti itu saja tetap sama tidak berubah tidak akan pernah berubah. Itulah kenangan.

Disya terbangun meratapi kamarnya kamar tidurnya yang berada di rumahnya. Membuat disya tersadar semua tadi di desa itu hanyalah sebuah mimpi. Namun mimpi itu membangunkan disya dan juga sebuah ingatan akan kejadian mengerikan yang seharusnya dilupakan oleh disya. Disya merasa bersalah meninggalkan semua orang di desa itu dalam keadaan yang menyakitkan. Namun kini semua orang yang berada di desa itu dapat hidup bahagia tanpa rasa sakit dalam waktu singkat meski itu hanya didalam sebuah cerita novel yang disya ciptakan.

Perasaan yang paling menyedihkan untuk dirasakan manusia adalah PERASAAN KEHILANGAN. Kehilangan adalah sesuatu yang tidak pernah kita dapat prediksi dan ketahui kapan kita kehilangan sesuatu karena itu hargailah sesuatu saat masih ada.

Cerpen Karangan: Shofa Nur Annisa Deas
Blog / Facebook: Shofa Deas

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 27 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Perasaan Paling Menyedihkan merupakan cerita pendek karangan Shofa Nur Annisa Deas, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Wita Eldalia

Siang ini matahari terasa membakarku, bulir-bulir keringat terus saja meluncur di permukaan kulitku. Ah, aku mengeluhkan rahmat Tuhan lagi. Kupikir lebih baik mencari cara untuk mendinginkan tubuhku agar mulut




Oleh: Widia Lestari

Mentari perlahan naik ke timur. Menggantikan bulan yang kini terlihat samar. Langit yang merah diam-diam terganti dengan bitu yang cemerlang. Tak jarang burung-burung bertengger di pepohonan untuk menghirup udara




Oleh: Inriani

Tiara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dengan gusar dia duduk di pojokan kamarnya. Rasanya tidak ada lagi yang harus diperjuangkan dari hidupnya sekarang. Hatinya gelisah, pikirannya entah kemana




Oleh: Sugeng Dwi

“Kukkuruyuukkk… Kukkkuurrruuuyyuukkk…” Suara ayam jantan yang sedang berkokok dengan gagahnya membangunkanku di tengah kegelapan pagi. Suara ayam jantan yang berkokok di pagi hari bergantian hingga tak terhitung jumlahnya. Suasana




Oleh: Rini Febriyani

Aam adalah namaku, aku dilahirkan dari keluarga yang tak berada. uangku hanya kucukupkan untuk makan yang seadanya. Nasi adalah barang mahal bagi keluargaku. Aku adalah anak pertama sekaligus yang



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: