8 tahun cerpenmu

Cerpen Perjalanan Rasa

Spread the love

Cerpen Perjalanan Rasa





Cerpen Karangan: Fitry D Vita
Kategori: Cerpen Cinta Romantis

Lolos moderasi pada: 4 August 2022

Kring… kring… Suara ponsel genggam Vita berdering dan membuat dia sedikit terkejut seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya di layar ponsel “Kak Yana? Mau apa yah dia menelfonku?” Ujarnya dalam hati, dengan agak ragu dia pun mengangkat telefon itu

“Halo Kak Assalamualaikum tumben kakak telfon, ada apa yah?”
“Vit, jawab jujur kamu semalam nelfon sama pacar kakak?!” tanyanya sedikit marah
“Maaf kak Vita gak ngerti maksud kakak” jawab Vita
“Kamu gak usah pura-pura gak tau deh Vit, aku lagi di rumah pacarku tadi aku pinjam ponsel mamanya dan aku lihat riwayat panggilan kalian sampai jam 2 pagi, maksud kamu apa Vit?” Amuk Yana
“Maaf sebelumnya kak, tapi Bang Hendra sendiri yang bilang ke Aku kalau kakak sama dia sudah putus, Aku gak tau apa-apa kak” jawab Vita berusaha membela diri
“Ini buktinya kami masih baik-baik saja, Aku sekarang di rumahnya” sergahnya lagi
“Kak, dengerin Aku yah, Aku enggak ada apa-apa sama Bang Hendra, kakak jangan langsung main tuduh gitu dong” Vita pun akhirnya menutup telfon dan memutuskan untuk menelfon Hendra

Tut… tut… “Hallo ada apa Vit” jawab seseorang di seberang sana “maaf Bang kalau Aku ganggu waktu nya, Aku cuma mau cerita tadi ada kak Yana nelfon aku marah-marah, kamu jujur aja deh Bang, Abang masih ada hubungan kan dengan dia?” tanya Vita
“Maaf Vit Aku gak ngerti, kamu jangan dengerin dia yah, dia itu pembohong” ujar nya
“Oke kalau Abang bilang gitu, Aku cuma mau bukti, kalau memang Abang enggak ada hubungan apa-apa lagi sama dia, pasti Abang datang jemput aku nanti malam sesuai janji Abang”
“Iya Vit Abang pasti datang, Abang serius gak ada hubungan lagi sama dia”
“Ya udah kalau begitu aku tunggu” jawab Vita

Malam minggu tanggal 07 April 2018 sesuai janjinya Hendra pun datang menghampiri Vita ke rumahnya dan mengajaknya ke sebuah tempat di kota itu. “Aku kira kamu gak bakalan datang” ucap Vita saat di perjalanan
“Kan Aku sudah bilang aku pasti datang karena aku gak ada hubungan lagi sama dia, dia itu cuma masa lalu aku, aku harap kamu faham itu” jelas Hendra

Sesampainya mereka di taman kota itu, mereka pun memilih duduk di kursi taman yang menghadap ke kota, terlihat sangat indah karena taman ini terletak di bukit kota itu, perlahan Hendra meraih tangan Vita dan berkata “maafkan aku yah, aku gak tau kalau tadi Yana nelfon kamu, jujur aku jatuh cinta sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku”
Ini sungguh terlalu cepat bagiku, Aku baru kenal dia seminggu yang lalu, tapi aku juga gak bisa bohongi hatiku kalau aku kagum padanya, batin Vita

“Bagaimana Vit? Kamu masih ragu ya sama aku?” Tanya Hendra
Namun Vita hanya diam membisu

“Ya sudah kalau begitu, gini aja kalau kamu terima aku, kamu genggam tanganku, tapi kalau kamu menolakku kamu boleh lepaskan genggaman tanganku” ujarnya lagi

Dan dengan hati yang begitu mantap Vita pun menggenggam tangan Hendra. Dan akhirnya mereka pun menjalin hubungan yang bahagia.

“Tak disangka yah perjalanan cinta kita akan tak terduga seperti ini” ucap Vita
“Namanya juga jodoh, Tuhan sudah mengaturnya” ujar Hendra sambil memeluk erat tubuh Vita

Cerpen Karangan: Fitry D Vita
Blog / Facebook: Fitry Dianovita


Cerpen Perjalanan Rasa merupakan cerita pendek karangan Fitry D Vita, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Lala Kayyy

Pernahkah kamu punya sahabat? Aku pernah. Namanya Han Go An. Dia seorang laki-laki labil. Kalau bicara seperti perempuan. Dia suka memakai pakaian berwarna cerah yang sangat mencolok. Dia suka




Oleh: Isyfi Shofia

Namanya Hilia, anak berusia 17 tahun duduk di bangku SMA yang baru-baru ini tenar karena prestasinya. Selain jago karate dia juga anak yang cerdas di kelas. Namun pagi ini




Oleh: Callva Ekaterina Otova Strathearn

Melodi yang selalu ku dengar. Melodi yang selalu menenangkan diriku. Melodi yang selalu bersamaku. Melodi yang terindah yang pernah ku dengar dalam hidupku. — Namaku Nico, seorang pelajar SMA




Oleh: Ghiinaans

Kesemerawutan jalanan ibukota membuatku malas mengendarai mobil. Tak jarang ku gunakan transportasi online, baik ojek maupun taksi. Hari ini aku pun tak membawa mobil. Banyaknya pekerjaan yang aku tumpuk




Oleh: Yuliya

Sore ini aku masih disibukkan dengan kegiatan rutinku yaitu menatap layar komputer dari matahari belum terkembang sempurna sampai hampir menghilang di ufuk. Tetapi syukurlah ini hari Sabtu jadinya kantorku



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: