8 tahun cerpenmu

Cerpen Putri Alice Dan Satu Hari Yang Menyeramkan

Spread the love

Cerpen Putri Alice Dan Satu Hari Yang Menyeramkan





Cerpen Karangan: Valikaxa
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 12 June 2022

Pada hari itu di sebuah kerajaan George terdapat putri cantik yang Bernama Alice. Putri tunggal dari sepasang raja dan ratu yang Bernama Philip dan Merry. Sang putri sangat cantik dan anggun, bergaun mewah, berambut Panjang dan berkulit putih. Namanya sudah harum dimana mana, warga desa sangat menyukainya karna ia adalah putri yang rendah hati, suka menolong dan ringan tangan untuk berbagi.

Walaupun ia berasal dari keluarga bangsawan ia tidak pernah segan untuk berkunjung ke desa. Desa yang kuno classic, banyak bunga dan selalu damai suasananya. Aroma harum roti dan pastry selalu memenuhi sudut sudut desa. Disini adalah desa impian setiap orang, tidak jarang putri Alice senang menghabiskan waktunya berkunjung ke desa ini, lebih baik dari pada ia harus terus berdiam di kerajaan yang dipenuhi berbagai macam aturan dan semua orang di kerajaan sangat kaku membuat kehidupan di istananya terasa membosankan dan monoton.

Di desa ia bebas melakukan apapun, kehidupan sederhana yang selama ini ia impikan. berkebun, membuat roti, bermain sebebasnya yang ia mau. Ia memiliki 3 sahabat di desa, Namanya emly, clarissa dan carles, mereka yang mengajari Alice bagaimana kehidupan di desa dijalankan dengan sederhana dan penuh kehangatan. Namun ia sering kali dapat teguran dari sang raja jika terlalu lama menghabiskan waktu di desa. Sang raja khawatir jika anaknya lupa dengan kodratnya sebagai seroang putri pewaris tahta kerajaan.

Ia selalu menentang ayahnya untuk tidak terlalu sering berkunjung ke desa. sampai suatu saat pertempuran besar antara Putri Alice dan Raja Philip pun terjadi. Malam itu raja mengurungnya seorang diri di kamar, sang putri berpikir untuk melarikan diri namun di kamar itu tidak ada celah untuk keluar, penjaga selalu sigap di setiap sudut ruangan. sampai malam sudah terlalu larut, tidak disangka 3 sahabat Alice menghampiri istana, karna Alice seharian ini tidak muncul untuk bermain.

“Alice, hey” panggil clarisa dari balik jendela megah kamar Alice.
Alice kaget dan lompat dari ranjang tidurnya. Temannya ingin membawa Alice keluar dari istana, Kebetulan carles adalah anak yang pandai, ia membuka jendela itu dengan sangat mudah menggunakan ranting pohon yang jatuh di sekitar.

Mereka berempat mengendap ngendap untuk keluar dari istana, dibekali nekat dan keberanian untuk melewati semak semak belukar yang menjulang tinggi mengelilingi istana.

Dengan kehati hatiannya mereka berhasil, mereka segera lari dan turun ke desa. Sampai di desa, ada perasaan gelisah yang menghantui Alice, ia takut bagaimana jika ayahnya marah besar mengetahui ia melarikan diri dari istana.

“hai putri cantik” seorang nenek tua menepuk Pundak Alice yang lagi duduk seorang diri di pinggir jalanan yang lenggang.
Ia lompat dan kaget atas kemunculan nenek itu.
“aku tau hatimu sedang gelisah, aku akan memberikan apa yang kamu mau” sambung si nenek tua tersebut.
“apakah kamu mau jika aku melakukannya”
“mau! Aku mau aku yakin” ucap sang putri

Tanpa berlama lama putri Alice seakan tersihir akan mantra mantra yang nenek tua tersebut ucapkan malam itu.

Sampai suatu pagi, putri terbangun dengan suasana yang sangat asing. Di dalam kamar sederhana dnegan tembok dan atap terbuat dari kayu yang hampir rapuh. Ia bercermin dan terkejut melihat dirinya sendiri yang lain dari biasanya. Rambutnya yang lusuh dan “mana gaunku! Mana mahkotaku!” teriak sang putri di depan cermin.

Tiba tiba pintu kamar terbuka sang putri memundurkan langkahnya ke belakang perlahan lahan.
“kau? Nenek tua yang semalam menemuiku” ucap sang putri kepada sang nenek tua yang berjalan dari balik pintu kamar membawa sepotong roti dan segelas susu.
“kau benar, bukankah ini yang kau mau?” jawab sang nenek sambil menaruh nampan berisis sarapan di meja sudut kamar itu, lalu ia meninggalkan putri seorang diri di kamar setelah berkata “jadi kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, menjadi rakyat desa yang sederhana. Sekarang habiskan sarapanmu dan turun kebawah untuk menyiapkan roti untuk dijual hari ini”

Di dalam kamar itu, sang putri menangis sejadi jadinya dan menyesali segala ucapan dan kekesalan kepada kerajaan selama ini. Ia tidak menyangka ini semua terjadi, menjalani hidup sebagai rakyat biasa yang ternyata tidak semenyenangkan yang ia bayangkan selama ini. Ia harus berjualan roti agar mendapatkan uang yang hasilnya tidak seberapa, untuk makan saja susah, terlebih jika roti itu sisa dan akhirnya basi. Setiap pagi ia harus menimba air untuk mandi, ia mencuci dan menjemur pakaian sendiri, membuat sup dan mengepel lantai. Ternyata bayangan putri akan kehidupan sederhana yang menyenankan itu salah, ia sangat menyesal, ia ingin Kembali menjadi putri dan keluarga bangsawan lagi. Hari harinya dihabiskan untuk menangisi apa yang sudah terjadi.

Sampai pada suatu malam yang sunyi, nenek tua menghampirirnya dan mengusap lembut kepala sang putri yang sedang menangis.
“ini kesempatan terahir, apakah kau ingin kehidupanmu seperti semula? Atau kau ingin menghabiskan hari harimu bersamaku dan membantuku berjualan roti?” ucap nenek tua
Putri membangunkan dirinya dari ranjang dan berkata “tidak, aku tidak mau berlama lama disini, tolong kembalikan aku ke istana!”
“baiklah, minum segelas air ini dan langsung tidur, karna jika tidak mantranya tidak akan bekerja” jawab nenek tua sambil memberikan putri segelas air.
Tanpa jawaban apapun sang putri langsung merebut gelas itu dari tangan sang nenek dan langsung meminumnya sampai tidak ada yang tersisa sedikitpun.

Ia tertidur sangat pulas sekali malam itu, sampai ia terbangun dalam kamar yang sangat megah, ranjang dan empuk dan pilar pilar di setiap sudut kamar. Di sampingnya ada sang raja dan ratu yang menghawatirkannya karna sudah 2 hari sang putri terlarut dalam tidurnya.

Ia terbangun dan memeluk erat sang raja dan ratu, ia meminta maaf karna telah menjadi anak yang keras kepala. Ia berjanji tidak akan membantah dan tidak akan pernah melanggar aturan apapun yang istana berikan.

Sudah sekitar 3 bulan sang putri berdiam di istana, ia rindu suasana desa dan roti gandum panggang. Ahirnya ia mengunjungi desa dengan izin raja dan ratu dan diawasi oleh pengawal. Ia tersenyum lebar, ia gembira dan ia sangat rindu.
Ia menatap sudut jalan, tersenyum kepada sang nenek tua yang sedang berdiri di depan toko rotinya.

Cerpen Karangan: Valikaxa


Cerpen Putri Alice Dan Satu Hari Yang Menyeramkan merupakan cerita pendek karangan Valikaxa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Tahta Kurniawan

Pulau Buru. Tempat penuh dengan aura kejahatan dan kekejaman, tempat di mana ratusan wajah-wajah kotor tahanan politik atau pembunuhan. Tempat di mana setiap detik terhembus napas terakhir sisa kehidupan




Oleh: Hidayatullah

Matahari memancarkan sinar hangat siang itu, dengan hembusan angin lembut membelai pipi menambah kemanjaan para penikmat surga dunia. Tak terkecuali Amanda, di tengah padang rumput yang ditumbuhi oleh ilalang




Oleh: Yudha Patria Yustianto

Di Desa Hindun, ada desas-desus menarik yang sedang jadi bahan pembicaraan dari anak-anak sampai orang dewasa. Katanya, di dalam hutan pinggir desa, ada lelembut yang muncul dan meniup seruling




Oleh: Derasa

Aku berlari seakan-akan hanya hari ini aku diberikan kesempatan untuk hidup. Aku hanya berpikir kali ini aku tidak boleh melewatkannya lagi setelah beberapa hari yang lalu aku hanya disibukkan




Oleh: Mikhwanulkirom

Suasana kelas sedang hening saat ini. Walaupun jam istirahat sudah tiba, namun seperti biasa Tom mengajak orang-orang untuk mendengarkannya bercerita di belakang kelas. Dilihat dari cara penyampaiannya yang serius,



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: