8 tahun cerpenmu

Cerpen Raden Mas

Spread the love

Cerpen Raden Mas





Cerpen Karangan: Yana Haudy
Kategori: Cerpen Kehidupan

Lolos moderasi pada: 8 July 2022

Raden Mas memang gelar bangsawan Jawa yang masih dipakai sebagian orang di depan namanya, termasuk di zaman milenial ini.

Seperti halnya dengan Raden Mas muda dari sebuah dusun di Jawa Tengah sini.
Dia mendapat gelar itu dari bapaknya yang juga seorang Raden Mas.

Raden Mas muda sedang duduk tepekur di halaman rumahnya yang luas berpepohonan rambutan, pepaya dan mangga. Tetangga satu dusunnya ada yang ketiban rejeki dapat duit ratusan ribu dari hasil beli t*gel alias toto gelap. Raden Mas kepingin juga, apalagi warungnya sepi terus. Pembeli setianya cuma dua keponakan istrinya yang rumahnya sepelemparan batu dari warungnya.

Warung kecil Raden Mas menjual alat tulis, r*kok, dan sembako. Menyediakan pula kopi panas dan mie rebus untuk disantap di tempat. Tapi tidak setiap hari ada yang beli. Jadi waktu ada tetangganya yang baru sekali beli toto-gelap modal dua puluh ribu tembus jadi tiga ratus ribu, Raden Mas kepingin juga.

Waktu kawin dengan istrinya Raden Mas tidak punya modal. Mas kawin dibelikan istrinya, seserahan disediakan ibu tirinya, katering dan sewa macam-macam untuk pesta diadakan oleh keluarga istrinya. Meski begitu, hampir semua keluarga istrinya kagum padanya yang ningrat karena punya kemampuan mengobati orang yang kena teluh. Tapi sekarang orang yang berobat sudah tidak ada. Semua orang sudah punya BPJS dan yang tidak punya pun memilih ke puskesmas.
Jadi Raden Mas perlu juga punya duit dari hasil usaha sendiri karena warung yang dia punya ini juga dari duit istrinya.

Maka pergilah Raden Mas ke orang yang jual toto gelap. Dibelinya empat nomor sekaligus seharga empat puluh ribu yang diambil dari laci warungnya. Kalau tembus dia bakal dapat lima ratus ribu!

Sepulangnya dari beli toto gelap, Raden Mas duduk di warungnya merapalkan doa-doa dalam bahasa Jawa dengan maksud supaya nomor yang dipasangnya tembus.

Rapalan demi rapalan meluncur deras dari bibirnya. Sampai istrinya pulang dari kantor pun dia masih merapal. Raden Mas berhenti merapal karena lapar. Dilahapnya udang goreng tepung beserta nasi panas yang disiapkan istrinya. Lalu kembali dia merapal doa-doa sampai tengah malam.

Seminggu kemudian.
Raden Mas berjalan cepat-cepat ke rumah penjual toto gelap yang kebetulan masih satu dusun dengannya. Di sana sudah ada lima orang yang juga menanti peruntungan.

Benar saja. Rapalan doa-doanya jitu!

Raden Mas menang besar. Keempat angkanya tembus dan ternyata dia bukan hanya dapat lima ratus ribu, tapi satu juta rupiah. Girang benar Raden Mas sampai-sampai lima orang yang ada di rumah penjual toto-gelap itu ditraktir minum kopi dan makan mie rebus di warungnya sekarang juga.

Raden Mas merasakan keanehan ketika sampai di warungnya. Dia memanggil pembantunya. Ditanyanya dengan bahasa Jawa ngoko dimana motornya berada kepada mbok pembantunya itu. Pembantunya menjawab berulang-kali, “Nyuwun ngapunten, kulo mboten ngertos, Den, kulo nindakake asah-asahan teng pawon, mboten mirsani montor”, dengan wajah pucat dan ketakutan.

Raden Mas tambah kesal campur lemas setelah mengetahui bahwa lima slop r*kok dan dua renceng kopi instan di warungnya ikut lenyap. Mbok pembantu menangis sambil minta ampun sejadi-jadinya karena takut dituduh atau dianggap sekongkol dengan pencurinya.

Perasaan Raden Mas campur aduk. Dia sepenuhnya lupa pada duit satu juta rupiah yang menggembung di saku celana pendeknya.

Raden Mas duduk tepekur di halaman rumahnya sembari menunggu istrinya pulang kerja. Istrinya harus diberitahu bahwa motor yang dicicil dari gaji istrinya itu hilang digondol maling.

Cerpen Karangan: Yana Haudy
Blog: yanahaudy.blogspot.com


Cerpen Raden Mas merupakan cerita pendek karangan Yana Haudy, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Athirah N

Usia Ku udh hampir 18tahun, sekarang aku dUduk di bangku kuliah (MABA). Aku adalah anak pertama dari dua berSaudara. Aku memiliki adik Laki-laki usianYa 13 tahun dan dia duduk




Oleh: I Komang Ary Sukma Putra

Sudah tiga hari Ari tinggal di kampung halamannya sejak kepergiannya ke kota tempat ia menekuni ilmu. Baru kali ini Ari pernah pulang ke tempat kelahirannya setelah setahun ia berada




Oleh: Yasin bin Malenggang

Sore itu, bersamaan dengan kumandang Adzan salat Ashar, Aku terbangun dari siumanku. Cahaya lemah di ruangan itu sudah cukup untuk menyilaukan kedua mataku yang baru tersadar dari operasi kuret




Oleh: Aldy Verdiana

Dia masih berusaha bernafas karena peluru tepat menembus jantungnya, darah mengalir keluar deras dari lubang peluru pada dadanya. Tidak ada yang melihat kejadian itu, saat itu pukul dua pagi,




Oleh: Nicki R. Alpanchori

Setelah aku menyelesaikan Sekolah Menengah Atas atau yang lebih sering disebut SMA di kampungku, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar pulau. Namun karena



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: