8 tahun cerpenmu

Cerpen Silam

Spread the love

Cerpen Silam





Cerpen Karangan: Murphy
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati

Lolos moderasi pada: 26 April 2022

“kukira kita kan bersama, begitu banyak yang sam-” Ia tersadar dan segera menghentikan bait lagu itu, dengan gusar ia tepis dan kembali melanjutkan lagu sembari menahan air matanya yang tak kunjung berhenti.
“semoga rindu ini menghilang, konon katanya waktu sembuhkan”.

Ia menyukai lirik itu, bagai desir pantai di malam merdu yang ingatannya seakan dihempas desir pasir yang menjadi akhir sekaligus awal dari kisah hidupnya yang baru. 10 Tahun, menurutmu apakah itu waktu yang cukup untuk melupakan harapan sekaligus waktu mereka bersama?. Bukan ini yang ia mau, bukan ini yang ini harapkan, bukan ini yang ia semogakan di sepertiga malam. Bukan, bukan kata perpisahan sialan ini.

Ia pergi tanpa kata maaf, tanpa sapa, tanpa…

“gua yang bodoh-gua yang berharap banyak sama dia gua yang ga pake akal buat percaya sama orang yang baru gua kenal, gua bodoh!!!” jerit seorang remaja 16 Tahun di kamar kecilnya, tak lupa memainkan lagu-lagu yang keluar dari earphone putihnya.

Kala itu ia menemukan seorang insan pembawa itu yang tanpa sengaja mampu menemani hari hari sepinya, tak terpikir olehnya bahwa ia orangnya, bahwa ia orang yang selama ini percaya.
Tak terasa ingatannya telah pudar dengan begitu cepat, bagai rayap yang menggerogoti kayu, ia dapat melupakannya hanya dengan sekejap mata. Tapi tunggu. Apa kau yakin itu tanpa alasan?
Tentu tidak. Ia melupakan bukan tanpa alasan tapi karena pukulan masa lalu yang membuatnya tersadar

“buat apa gua perjuangin orang yang ngga ngehargain gua?”
“buat apa gua kasih dia semuanya kalo dia cuma ngasih gua luka yang ngga ada habisnya?”
“selain ilmu bela diri, ilmu sadar diri juga penting” katanya di tengah lamunan malam

Semakin tidak dipikirkan semakin hilang ingatan, kenangan, bahkan raut wajahnya ketika sedang bersama. Ia lupa, benar benar lupa. Sekarang ingatan itu menjadi trauma di dalam kepalanya.

“hey, iya lo, gua ngomong sama lo. Kapan lo bakal lupain dia? kapan lo bakal lupa luka itu dari dia? KAPAN? ayo lupain ya pelan-pelan. Kata orang waktu mengikis memori, tapi yakin lo bakal lupa dengan gampang? ko gua ga yakin ya. Tapi gua percaya luka sebelumnya ga akan terjadi lagi. Percaya gua, percaya kekuatan doa lo. Trust me” surat singkat darinya

Hadirmu nyata, tapi tidak dengan rasanya.

Diadaptasi dari karya indah Tulus, Hati hati di Jalan. Cerita ini menyadarkanku akan kesempurnaan dalam sebuah hubungan.

Cerpen Karangan: Murphy

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Silam merupakan cerita pendek karangan Murphy, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

Google+



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Fausia

Pagi yang cerah, secerah hatiku ketika melihat dia telah menungguku di bawah. “Pagi Ra, kamu tambah cantik deh, ayo berangkat nanti telat loh” kata Randy, sahabat sejatiku. “Pagi juga




Oleh: Andri Cahyono

Persahabatan adalah sebuah ikatan antar individu dalam ruang lingkup yang sama namun memiliki impian masing-masing. Dalam persahabatan ada orang yang mencari persahabatan untuk menambah orang yang dikenal. Ada juga




Oleh: Nungki Andri Reonaldo

Aku berjalan kaki menuju tempat biasa aku santai dan bersenda gurau dengan alam dan suasana merdu angin di dekat sawah ujung desa dekat pemandian hangat, perjalanan kesana hanya memakan




Oleh: Adjat Soedrajat

Langkah ini tak akan terhenti begitu saja di sini, Aku akan terus menantangmu, Yogyakarta Malam ini juga aku bergegas meninggalkan Jakarta, Dengan persiapan serba mendadak dan ala kadarnya, Alhasil




Oleh: Davina Senjaya

“Pasti bahagia bukan kalau punya cowok atau cewek yang kita sayang. Rasanya.. yah pokoknya seperti orang paling beruntung di dunia.” Ucapku dalam batin seraya memperhatikan sepasang kekasih berseragam putih



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: