8 tahun cerpenmu

Cerpen Tempelan Kehangatan

Spread the love

Cerpen Tempelan Kehangatan





Cerpen Karangan: Hydarnus
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Lucu (Humor)

Lolos moderasi pada: 2 June 2022

Malam itu Iofi baru saja selesai menyelesaikan tugasnya sebagai streamer, ia merayakan pencapaiannya. Saat itu ia berhasil menambah korban brainwashnya sebanyak 145 orang yang kini menjadi 46.000 jiwa. Karena terlalu lelah, Iofi pergi ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman untuk dibawa ke ruang tv. Rupanya di ruangan tv itu ada Moona yang sedang asik main GTA V.

“Waaa!” Iofi menepuk pundak Moona dengan cepat.
“Fork! Iofi ngagetin aja ih!” Moona kesal Karena hampir melempar kontroler X box-nya.
“Hahaha, lagi seru banget keliatanannya?”
“Iya dong. Moona lagi mabar online.”
“Oooh. Kok ga ngajak-ngajak Iofi?”
“Kan Iofi lagi sibuk streaming.”

Iofi merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang di dekat Moona. “Aduh, capek banget hihi.” Iofi terus berguling-guling bahagia memikirkan momen-momen streamingnya tadi.

“Gimana streamingnya?” Tanya Moona.
“SUKSEEEESSSS!!”
“Berapa banyak korban yang kamu brainwash?”
“Banyak! Ga keitung hihihi.”

Iofi memerhatikan Moona. “Moona emang belum ngantuk?” Tanya Iofi.
“Belum dong. Emangnya kenapa?”
“Ng-ngga papa. Badan Iofi pegel-pegel nih. Abis ini pijitin Iofi ya Moon?”
“Siap bos!”

Setelah sepuluh menit, karena merasa kasihan melihat Iofi yang terbaring dan hanya menontonnya bermain, Moona mengakhiri permainannya dan kemudian duduk di sofa Iofi berbaring.

“Udah siap?” Tanya Moona yang sudah memegang punggung Iofi.
“I-iya.”

Setelah beberapa menit Moona memijit-mijit punggung Iofi, Moona bertanya “Iofi mau yang le-bih a-nget?”
“M-maksudnya apa Moon?”
“Rileks aja, Moona akan kasih kehangatan yang bakal bikin Iofi ber-se-ma-ngat.” Moona berbisik di telinga Iofi.

Moona perlahan menaikkan baju Iofi sampai batas dada. “Tu-tunggu Moon!” Cegat Iofi sambil menutup punggungnya dengan tangan.
“Kenapa?”
“Ka-kalo Risu ngeliat gimana?”
“Tenang aja, Risu udah tidur tadi dia bilang ngantuk berat dan langsung pergi ke kamarnya.”

Moona pun melanjutkan aksinya dan mulai mengusap-usap punggung Iofi. “Punggung Iofi mulus ya.” Ucap Moona dengan nafas yang tersengal-sengal.
“Moon? Ka-katanya mau bikin anget Iofi?”
“Oh, iya sebentar ya. Tapi Iofi harus tutup mata dan ngga boleh nengok ke belakang.”
“O-Oke.” Iofi hanya menurut.

“Iofi mau yang anget biasa atau anget banget?” Tanya Moona sambil merekatkan tubuhnya di punggung Iofi.
“Hmmm, anget banget deh.”
“Oke, kalo gitu Moona buka dulu ya.”
“O-oke.”

“Udah berasa belum?”
“Ngga berasa apa-apa Moon.” Iofi heran.
“Hehehe, Moona kan belum nempelin. Mau ditempel pelan-pelan atau cepet?”
“Yang mana aja deh, cepet Moon.”
“Siap ya!!”
“Iya.”

“Satu… dua… ti….”
PLAK!!!
“ADUUUUUH, MOON SAKIIT TAU!!!”
“Hihihi, katanya mau yang anget banget dan cepet. Itu udah Moona tempelin salonpas yang cepet biar nambah angetnya.”
“Ini namanya bukan anget, tapi perih Moona!”
Moona pun meminta maaf kepada Iofi.

Beberapa detik kemudian terdengar suara pintu terbuka. Moona dan Iofi kaget dan langsung melihat ke arah suara pintu itu.
“Ada apa sih berisik banget?” Tanya Risu yang masih berdiri memegang bantal guling dan mengucek-ngucek matanya.
“E-eh, ng-ngga ada apa apa kok Risu!” Jawab Iofi panik dan membetulkan bajunya.
“Oh, ya udah deh Risu tidur lagi.”

~FIN~

Cerpen Karangan: Hydarnus
Blog: hydarnusnote.blogspot.com

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 2 Juni 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Tempelan Kehangatan merupakan cerita pendek karangan Hydarnus, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: M. Irvan Tanjung

Jujur, gue terlahir sebagai anak komplek, alias anak perumahan atau dengan kalimat yang lebih keren, gue ini anak rumahan, walaupun bukan tinggal di perumahan (muter-muter aja terus). Gue lebih




Oleh: Nur Ubay

Di bawah pohon beringin, aku duduk bersembunyi dari sinar matahari yang nampaknya sedang on fire hari ini. Sebatang rok*k ku hisap pelan-pelan sambil menikmati suasana di bawah daun-daun yang




Oleh: Imuk Yingjun

Bus Karona julukan mobil angkutan umum di kotaku. Ciri khas mobil ini berwarna kuning dan ada juga yang berwarna oranye terang dengan lis hitam mirip mobil antar jemput anak




Oleh: Listya Adinugroho

Pada zaman dahulu kala, ada sepasang sandal yang ditaruh di depan rumah. Namun saat hujan deras menerjang, salah satu sandal itu terbawa arus air hujan. Mereka terpisah jauh. Terpisah




Oleh: Nadila Aprilianda

Nama gue Abigail. Sebut saja Bi atau Abi atau Abigail. Gue adalah seorang pemimpi yang gak tau kapan harus berhenti bermimpi. Semua orang tau, bumi itu bulat, tidak berujung



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: