8 tahun cerpenmu

Cerpen Terbaik

Spread the love

Cerpen Terbaik





Cerpen Karangan: Thalita N.B
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Misteri

Lolos moderasi pada: 8 July 2022

Indahnya suara kicauan burung kenari yang terbang kian kemari. Tak biasanya aku terbangun sepagi ini. Aku beranjak dari ranjangku dan membuka jendela kamarku. Bahagianya aku karena ini hari ulangtahunku.

Kutunggu ucapan selamat dari keluargaku. Sudah lama kutunggu-tunggu namun tidak ada satupun yang datang. Aku tetap bersabar dan optimis. Mungkin mereka semua sedang menyiapkan kejutan spesial untukku. Karena begitu penasaran aku pun mencoba mengintip sedikit dari pintu kamarku.

Kudapati tempat ini kosong seperti tak berpenghuni. Aku bingung dan begitu resah akan hari ulangtahunku ini. Kupecahkan keheningan ini dengan suara yang lantang. “Mama, mama dimana?” Kusadari suaraku begitu bergema. Aku mencoba berjalan naik ke lantai atas menggunakan tangga. Aku berjalan menelusuri lorong gelap yang sangat panjang. Aku begitu takut, namun pasti ketakutanku akan hilang beberapa menit lagi.

Kuketuk kamar mamaku yang berada paling ujung. “Tok.. tok” suara itu sangat terdengar. “mama?” Ucapku dengan kekhawatiran yang sangat tinggi. Kubuka pintu kamarnya, akupun sangat kaget karena tidak ada orang satupun disana. Kucari-cari kian kemari, namun alhasil yang kutemukan hanyalah secarik kertas bertuliskan “Untuk anakku Stela”

“Dear Stela”
Mama hari ini harus pergi anakku. Maafkan mama karena tidak bilang ke kamu dulu. Kakak dan Ayahmu juga ikut dengan mama. Mama pergi karena mama, kakak, dan papamu harus menjalankan profesi kami sebagai detektif. Mama minta maaf sekali. Bila kamu bosan di rumah, cobalah pecahkan teka-teki ini.

A. Berada pada tempat yang paling kau takuti
B. Ditempat itu terdapat warna yang paling kau suka
C. Tempelkan tanganmu pada garis hitam membujur
D. Setelah itu garis hitam akan berubah menjadi merah. Masuklah kedalam sana dan tekan hasil dari tanggal ulangtahunmu ditambah angka 123
E. Setelah itu, tunggu hingga tempatnya bergerak dan pergi ke sebuah taman disana
F. Carilah air mancur dan cari batu bertuliskan huruf ST
G. Ambil batu itu dan taruh di atas patung berbentuk bulan
H. Masuklah kedalam dan tutup matamu
I. Apa yang kau inginkan terjadi
Happy birthday Stela from mama

Boleh juga tuh aku melakukan hal ini.

Akupun berlari ketempat yang paling aku takuti. Ya, lorong kamar mama. Kucari warna emas di daerah dinding lorong namun tidak kudapati. Akupun sadar bahwa aku menginjak warna yang aku suka. Kucari warna hitam itu dan aku tak menemukannya. Aku lelah mencari kemana mana. Aku meloncat, berlari, hingga berguling guling untuk mendapatkan petunjuk. Namun aku tak mendapatkan apa-apa.

Kusandarkan tubuhku Kedinding dan akupun tak sengaja menekan saklar lampu. Semuanya gelap gulita dan aku menangis disana. Namun kini aku melihat sebuah pemandangan luar biasa. Lorong panjang telah menjadi sebuah seni. Di lantai terdapat garis hitam membujur dengan banyak bintang. Di dinding terdapat matahari dan juga bulan. Inilah yang namanya seni.

Kupegang garis hitam membujur itu dan terbukalah sebuah pintu yang selama ini kukira adalah dinding. Aku masuk dan menambahkan 16 dengan 123. Ya! Aku lahir tanggal 16. Kutekan tombol 139 dan bergerak lah tempat itu.

Aku dibawa ke sebuah taman indah yang memiliki air mancur dan beberapa ayunan. Wangi bunga semerbak memenuhi taman itu. Kudekati air mancur itu dan menemukan batu bertuliskan huruf ST. Kucari patung berbentuk bulan dan kutaruh batu tersebut diatas patung. Pintu masuk terbuka kembali. Namun yang ini sangat berbeda. Aku harus meloncat kedalam sana supaya bisa samapai. Mungkin itulah sebabnya mamaku menyuruhku menutup mata.

Kupikir pikir apa yang harus kulakukan. Tapi aku mengingat apa yang dikatakan mama kepadaku. “Nak, seorang detektif harus berpikir cepat namun juga matang. Jika kamu dalam keadaan mendesak sebaiknya pikirkanlah hingga matang” itulah yang diakatakan mamaku. Kupilih untuk masuk kesana dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Hwus!!” Suaranya begitu menakutkan bagiku. Setelah kubuka mataku, kulihat keluargaku berkumpul disana. “Happy birthday sayang” ucap keluargaku. Aku merasakan hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Ya! Aku sadar, aku akan mendapatkan yang lebih baik

Selesai..

Cerpen Karangan: Thalita N.B
Blog / Facebook: samanthariyanti[-at-]gmail.com


Cerpen Terbaik merupakan cerita pendek karangan Thalita N.B, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Dedy Setyo Anggoro

Tahun 2050, setelah hampir 10 tahun dunia menghadapi kekacauan besar, perang, perebutan kekuasaan dan pembagian wilayah, akhirnya kekacauan itu dapat dihentikan dengan perjanjian yang melibatkan seluruh Negara yang ada




Oleh: AlyaKurutaaa

Aku percaya kalau di kelas ini tidak ada bullying. Jasmani rohaniku sudah kebal menahan permainan ‘meniadakan seseorang’ selama 2 minggu terakhir. Ini adalah permainan dimana salah seorang dari 42




Oleh: Afriansyah

Embun pagi ini masih begitu terasa. Sayup-sayup kokokan ayam itu perlahan-lahan mengecil dan akhirnya menghilang. Mataharipun baru sedikit menampakkan sinarnya yang begitu terang dan berarti bagi kehidupan. Terlihat sesosok




Oleh: Hanania Andini Falihah

Hai, namaku Shara. Aku terlahir tanpa ayah. Saat umurku 5 Tahun, ibuku meninggal karena Gagal ginjal. Aku pun tinggal bersama Nenek dan Bibi di Desa Sangkabayan. Lama-kelamaan aku semakin




Oleh: Dyandra Malika

“Mas? Kok bengong?” “E-eh… Bisa ulang pertanyaamu tadi?” Kataku mencoba mengulur waktu. “Engga mas, gak usah-” “Tidak, tidak. Bukan maksud saya untuk menyinggung pertanyaanmu. Hanya saja…” Aku mencoba-coba untuk



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: