8 tahun cerpenmu

Cerpen Vampire`s Destiny (Part 2)

Spread the love

Cerpen Vampire`s Destiny (Part 2)





Cerpen Karangan: Kheiyn Nak
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi)

Lolos moderasi pada: 27 May 2022

Pagi berganti dengan cepat dan sore tiba dengan warna senja yang indah di langit yang tidak berawan. Seharian ini aku merasa tidak tenang dan tubuhku lemas. Karena terlalu cemas, aku terus mengawasi orang-orang di sekitarku, mencari siapa penempel stinky note itu. Syukur, aku pegawai yang datang paling pagi tadi, jadi mungkin belum ada yang membaca tulisan di stinky note itu, selain aku dan si pembuat.

Umpatan, pengusiran dan kutukan hanyalah sarapan yang biasa aku dapatkan di setiap pertama kali membuka pintu di pagi hari ketika identitasku terungkap. Hanya saja aku rasa yang kali ini akan berbeda, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Ini tentang… bagaimana perasaannya setelah mengetahui siapa aku sebenarnya.
Apa yang akan dia katakan padaku?
Apakah dia akan memakiku?
Mengumpatiku?
Atau dia akan melempariku dengan kantong darah dan menunjukkan pada dunia kebenciannya terhadapku?
Namun di dalam hati kecilku, aku sangat berharap jika dia mau berbagi rasa kasiannya untukku dan memintaku untuk tetap tinggal bersamanya. Walau kutahu bahwa itu mungkin semua hanya tangan hampa.

Aku mendongak dan menghela nafas panjang. Malam ini langit begitu indah, kali ini banyak bintang di Phoenix. Udara dingin berhembus menjamah kulitku, tapi itu masih kurang dingin untuk membuatku merinding kedinginan. Karena dari ribuan kilogram es, tubuhku masih lebih dingin dari itu.

Jalan raya terlihat lengang, hanya segelintir mobil berlalu lalang dengan sorot lampu dan sorot-sorot lampu itu akan bertabrakan jika arah mereka berlawanan, lalu seperti film documenter yang diputar lamban aku mendengar namaku terucap mengalir ke lubang telingaku.

“Calista, ada yang ingin aku tanyakan.”
Suara itu membuatku menoleh dan terkejut dalam satu waktu. Andrew dengan nafas berantakan berlari ke arahku, di belakangnya seorang gadis-yang aku kenal sebagai tunangannya- berlari mengikutinya. Kurasakan tonjokan keras di ulu hatiku membuatku hampir luluh untuk menjatuhkan air mata. Esme. Bagaimana aku lupa? Gadis itu tidak pernah menyukaiku sejak mengetahui bahwa aku kekasih Andrew, tunagannya.
Apa dia yang menulis ancaman itu?
Jadi… dia tahu aku vampire.

“Aku rasa kita tidak punya janji hari ini.” kataku, sengaja kutarik suaraku dengan dingin dan datar dari pita suara. Aku tidak ingin lagi terluka, jadi aku akan berakting menjadi wanita kejam, menjadi wanita kuat tetapi ketika aku menatap mata yang kini penuh dengan air mata dan keterkejutan di wajahnya, hatiku sekali lagi melemah tanpa diminta.

Tuhan, Tuhan yang menciptakan bumi dan segala makhluk yang berdiri di atasnya, kenapa kau membuatku begitu menderita?
Aku tidak ingin menangis lagi. Aku tidak ingin tertindas lagi. Dan aku tidak ingin hidup berpindah-pindah. Tidak ingin dianggap sebagai monster lagi. Karena memang… aku tidak pernah membahayakan nyawa di bawah intimidasiku.
Bisakah aku… hidup dengan damai?
Tidak bisakah dia menerimaku?

“Aku ingin bertanya padamu.” setelah mengatur rautnya menjadi lebih dingin dari sebelumnya, andrew kembali bertanya.
“Katakan! Aku ada urusan penting malam ini.” Maafkan aku Sayang, aku telah berbohong padamu. Tetapi, aku tidak ingin kembali disakiti. Sekali saja, aku ingin terlihat seperti wanita kuat.
Aku melirik Esme, gadis itu sedang menyembunyikan seringai puasnya di balik punggung tegap andrew.

“Apa kau vampire?”
Urat jantungku seperti putus saat mendengarnya, suaranya penuh dengan kekecewaan dan ketakutan. Kumohon Sayang, bisakah kamu hanya menganggapku sebagai wanita yang mencintaimu?
“Oh, jadi kau sudah tahu.” Jawabku, masih dengan nada datar dan dingin. Namun sungguh, di dalam hati, aku benar-benar hancur.
Andrew mundur selangkah, wajahnya seketika pucat dan kepalanya menggeleng dengan ironi.
“Jadi, kau membohongiku selama ini?” Dia berteriak.

Aku menghela nafas berat, air mataku mulai berdesakan ingin keluar. ”Apa dia yang mengatakannya padamu?” tanyaku sinis sambil melirik tajam Esme yang setia bersembunyi di balik punggung Andrew. Baru pertama kali ini aku menyesal mengikir taringku, andai itu masih ada, aku pasti akan menghisap darah gadis pirang itu hingga tak tersisa.
“Jangan tanyakan pertanyaan! Jawab aku!” dia berteriak marah. Matanya yang memerah memancarkan kemarahan, kecewa dan masih banyak lagi, aku tidak tahu pastinya. Saat ini sulit menebak perasaan pria ini.
“Benar.”
“Menjijikkan!”
Oh, kumohon jangan katakan itu! Rasanya ini lebih menyakitkan daripada ditusuk dengan belati perak.

“Benar. Aku adalah makhluk menjijikkan. Apa kau takut padaku sekarang?” Aku terdiam kemudian, memperhatikan wajahnya yang merah padam. “Seharusnya kau mendengarkan ucapan sekitarmu dulu, kita memang tidak pernah cocok dan serasi. Tapi, itu bukan salahku. Kau yang menampik semua itu dan menarikku dalam kehidupan manusia normalmu. Jadi jika kau terluka karena aku sekarang, maka salahkan saja dirimu.”
Matanya terbuka lebar, mulutnya menganga, dan secara otomatis kakinya mundur. Wajahnya terlihat benar-benar terkejut dan air mata mengalir dari sudut matanya.
Oh, kumohon jangan menangis, Sayang!
Dan sebelum pertahananku runtuh, aku segera berbalik dan pergi. Oh Tuhan, maafkan aku karena menyakiti hati pria sebaik dia!
Air mataku tidak tertahankan dan akhirnya keluar dengan deras. Tenggorokanku seperti tersumbat dan aku sesenggukan.

“Aku membencimu, Calista!”
Jangan dengarkan dia, Calista! Cepatlah pulang dan tidur, anggap semua ini hanya mimpi buruk.
“Aku menyesal telah menyukai dan menyeretmu dalam hidupku!”
Aku membekap mulutku dengan tanganku yang gemetar. Inilah akhirnya, akhir yang sangat menyakitkan.
“Aku harap kau cepat mati!”
Cukup sudah! Aku berlari kencang, tangisku terus mengalir dan aku tidak bersuara apapun selain sesenggukan. Aku dengan kasar menubruk pejalan kaki lainnya yang menghalangi jalanku. Begitu sampai di apartement, aku mengunci diri. Tubuhku langsung jatuh lemas, bersandar pada pintu kamar. Tangisku benar-benar lepas dan aku berteriak semauku, mengeluarkan semua timpahan-timpahan kekesalan.

Belum pernah aku merasa sesakit ini. Pengusiran dan kata-kata kasar itu biasa bagiku, tapi ini terlalu menyakitkan. Mengusap air mata dengan kasar, aku berdiri. Buru-buru aku membuka lemari, mengambil koper di rak paling atas dan mengeluarkan semua bajuku dari sana.

“Sejak kelahiranku di awal perang dunia pertama, aku selalu hidup berpindah-pindah. Jadi ini bukanlah hal yang buruk. Ya, ini bukan hal buruk bagiku. Lupakan Arizona dan cari tempat baru” Kataku pada diriku sendiri. Hal baru, orang baru di tempat yang baru, yah… aku hanya harus bisa menjalani hidup abadi ini kan.

Selesai.

Cerpen Karangan: Kheiyn Nak
Blog / Facebook: Kheiyn Nak
Kheiyn Nak hanyalah sebuah nama pena.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 27 Mei 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com


Cerpen Vampire`s Destiny (Part 2) merupakan cerita pendek karangan Kheiyn Nak, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”



Share ke Facebook

WhatsApp



” Baca Juga Cerpen Lainnya! “





Oleh: Cay Cuy

Angin berhembus menerpa wajahku yang pucat pasi. Tirai kelabu menghiasi cakrawala, ah kenapa sang surya harus bersembunyi pada gumpalan-gumpalan awan yang ternoda tetesan tinta hitam, hatiku pun menghitam, ada




Oleh: Jesslyn Ong

“Siapa yang berani pergi ke gua hitam selama satu malam dan pulang dengan selamat akan mendapatkan 5 kg emas dan uang berjumlah 10,000,000.” Begitulah yang diberitahukan oleh raja. Ya,




Oleh: Greenalzine Di

Menyelesaikan game sama sekali tidak semudah mengatakannya. Leif menghabiskan malamnya mencoba menamatkan setiap game. Ia mecoba menang di game Minesweeper, dan gagal bahkan pada cobaan pertama. Sebagian dari kaosnya




Oleh: Bazilie

Sore ini awan hitam penuhi angkasa. Udara menjadi dingin. Senja tak akan berwarna kemerahan hari ini. Kemudian sepi kembali merambat secara perlahan menyelubungi tubuhnya yang telah terduduk di tepi




Oleh: Hamida Rustiana Sofiati

Jauh di dalam hutan belantara terdapat sebuah kampung liliput. Kampung yang sangat lucu dengan tata kota yang serba mini Sekolah mini, perkampungan mini, aliran air mini, pasar mini, aula



8 tahun cerpenmu



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”



Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: