kisah nabi musa bisa dijadikan dongeng pengantar tidur

Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur

Spread the love
Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur

Foto: freepik.com

Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur

suka membacakan dongeng pengantar tidur untuk Sang Kecil? Bila iya, karena itu Mam telah lakukan hal yang pas dan tidak ada kelirunya bercerita cerita nabi Musa.

Menurut sebuah study pada 2015 yang diedarkan dalam Journal of Pediatrics, anak-anak yang seringkali dibacakan dongeng oleh orang tuanya memperlihatkan kegiatan otak yang lebih kompleks.

Bila Mam kebingungan harus mendongeng apa, karena itu cerita Nabi Musa bisa saja opsi Mam. Cerita Nabi Musa yang hidup pada jaman Raja Firaun memiliki kandungan pesan kepribadian untuk Sang Kecil.

Disamping itu, Cerita Nabi Musa bercerita hal yang terpopuler ialah tongkatnya yang menjadi ular dan sanggup memisah laut.

Tidak cuman hanya itu, Allah SWT turunkan Kitab Taurat ke Nabi Musa.

Dalam cerita Nabi Musa ungkap karakternya yang sabar dan mempunyai ketegasan hati hadapi kezaliman Firaun. Karakter berikut yang membuat masuk ke kelompok Nabi dan Rasul Ulul Azmi.

Ingin tahu dengan bagaimana cerita Nabi Musa? Yok baca ceritanya berikut ini

Sama seperti yang telah disebut awalnya, cerita Nabi Musa ada di jaman raja Firaun.

Nabi Musa lahir di periode Fir’aun yang disebut saat yang paling memiliki muatan politik dalam riwayat.

Firaun atau Fir’aun Mesir ialah kemampuan menguasai di negeri itu. Ia benar-benar kuat hingga ia menyebutkan dirinya sebagai dewa dan tidak ada yang dapat menentangnya.

Dalam cerita Nabi Musa, Firaun memutuskan ketidaksamaan kelas, membagikan orang jadi barisan dan suku, dan membandingkan mereka keduanya.

Orang Yahudi, anak-anak Israel, ditaruh di tingkat warga Mesir yang terendah. Mereka ialah beberapa budak dan pelayan. Keluarga Musa datang dari di antara anak-anak Israel.

Sesaat saat sebelum Nabi Musa lahir, Firaun pernah mimpi ada api yang tiba dari Baitul Maqdis yang membakar Negeri Mesir, terkecuali beberapa rumah golongan Bani Israil.

Karena mimpi itu, Firaun kumpulkan beberapa peramal dan pakar sichir untuk bertanya makna mimpi itu.

Beberapa peramal juga mendefinisikan mimpi itu jika akan lahir seorang bayi lelaki dari turunan Bani Israil yang hendak memusnahkan warga Mesir.

Dengar ini, raja yang kejam langsung memerintah tentaranya supaya tiap anak lelaki yang lahir dari Bani Israel harus selekasnya dibunuh.

Beberapa prajurit Fir’aun secara periodik memeriksa beberapa rumah orang Israel untuk melakukan perintah Firaun.

Dan Musa lahir di saat perintah pembunuhan pada bayi lelaki berjalan. Ibunya yang takut dengan keselamatan anaknya itu pilih menjauh dan cari lokasi yang aman dari capaian tentara Firaun.

Allah SWT mengilhami ibu Musa untuk menyusuinya dan menempatkannya dalam peti selanjutnya di simpan ke sungai.

Ibu Musa sudah mempersiapkan gagasan buatnya. Saat ia dengar hadirnya tentara, ia bawa Musa keluar keranjangnya dan meletakkannya di sungai Nil ada di belakang tempat tinggalnya.

“Jadi Kami mengirim ide ini ke ibu Musa:” Hisaplah (anakmu) tapi saat kamu takut kepadanya, lempar ia, ke sungai, tapi tidak boleh takut atau berduka: karena Kami akan kembalikan ia padamu, dan Kami akan menjadikan salah satunya utusan Kami. ” yang disebut dalam Al Quran surat Al-Qasas Ayat 7

Keranjang tempat Nabi Musa ditempatkan oleh ibunya melayang-layang ke arah istana Fir’aun, di mana anak buahnya ambilnya dan bawa bayi itu padanya.

Ia ingin selekasnya membunuhnya, curigai jika itu kemungkinan anak Bani Israel, tapi istrinya Aasiya, yang ialah seorang wanita yang saleh, menghentikannya untuk lakukan hal itu.

Mereka tidak mempunyai anak sendiri, sehingga ia meminta untuk adopsi anak itu.

Fir’aun menyepakati keinginan istrinya Asiya dan Asiyah istri Firaun berpikiran anak itu perlu disusui hingga mendatangkan beberapa ibu susu untuk menyusui bayi Musa

Selanjutnya panggil beberapa wanita untuk memberikan makan anak yang menangis itu.

Tetapi, bayi itu menampik susu dari semua wanita yang tiba untuk memberikannya makan, terkecuali ibunya sendiri.

Dengan langkah ini, Allah SWT menjadikan satu kembali ibu dan anak di istana Fir’aun yang disebut lawan paling besar putranya seperti dikisahkan dalam cerita Nabi Musa

Tiap nabi yang diutus oleh Allah SWT diberi mukjizat sebagai hujjah kenabian dalam sampaikan risalah ke umatnya. Tidak kecuali Nabi Musa.

Nabi Musa ialah satu diantara 5 nabi dan rasul yang berpredikat ‘ulul ‘azmi atau nabi yang diberi kelebihan dengan ketegasan hati yang mengagumkan dalam memikul risalah Allah karena kebebalan umatnya.

Berikut mukjizat yang Nabi Musa:

1. Nabi Musa Dibesarkan oleh Keluarga Firaun

Cerita Nabi Musa menarik karena dibesarkan di dalam rumah Fir’aun dan dekat dengan masalah kenegaraan.

Saat Nabi Musa capai umur dewasa, sesudah turut serta dalam perkelahian di antara seorang Israel dan seorang Mesir, menyebabkan pembunuhan yang paling akhir asal-asalan. Nabi Musa ke Madyan di mana ia menikah dengan Safura putri Nabi Shuaib.

Sesudah tinggal beberapa lama di Madyan, Nabi Musa dan beberapa penganutnya pada akhirnya putuskan keluar Mesir dan ke arah Syam atas perintah Allah SWT.

Amarah Firaun makin mencapai puncak saat dengarnya. Dia menyiapkan pasukan tentara untuk memburu Nabi Musa dan beberapa penganutnya.

Diperjalanan mereka ke Mesir pada malam musim dingin yang kronis Nabi Musa dan istrinya yang salah jalan, menyaksikan api dari kejauhan.

Nabi Musa memerintah istrinya untuk tinggal pada tempat ia ada dan Musa ke api, berpikiran ia akan bawa beberapa darinya.

Saat Musa capai dekat api, ia menyaksikan jika hidup api itu datang dari pohon hijau tapi tidak ada yang datang.

Saat Nabi Musa menyaksikan sekitar dengan bingung, ia mendadak dengar suara berbicara, “Ya Musa, Saya Tuhanmu!” Suara itu selanjutnya meminta untuk melemparkan tongkatnya ke tanah.

Saat itu beralih menjadi ular, yang membuat takut. Musa selanjutnya diperintah untuk mengusung ular itu tanpa perasaan takut dan saat ia melakukan, ular itu berbeda menjadi lagi tongkat.
Ia diminta menempatkan tangannya di bawah ketiaknya. Saat ia mengambilnya kembali, tangannya berkilau dengan sinar jelas, seperti matahari.

Suara Ilahi berbicara padanya, “Wahai Musa! Ini ialah dua Pertanda besar Tuhanmu. Kembalilah ke Fir’aun dan orang-orangnya dan undang mereka ke Tuhanmu!”

Sesudah memperoleh pertanda ini dari Allah SWT. Nabi Musa ke Fir’aun dan menjelaskan padanya jika Musa ialah utusan Allah SWT.

Firaun juga melawan Nabi Musa untuk menunjukkan bukti bila dia betul sebagai wakil dari Allah SWT.

Nabi Musa melempar tongkatnya ke tanah dan beralih menjadi ular. Fenomena membuat takut Fir’aun dan ia minta saran dari beberapa menterinya.

Cerita Nabi Musa mengutarakan jika mereka menjelaskan padanya bila Nabi Musa hanya seorang pesulap yang bagus dan jika beberapa pesulap mereka sendiri bisa secara mudah lakukan trick seperti itu.

Selanjutnya Fir’aun panggil semua pesulap luar biasa ke istananya hingga mereka dapat lakukan trick yang seperti yang dilaksanakan Musa.

Saat mereka dikasih tahu apa yang perlu dilaksanakan, mereka tidak cemas. Mereka melempar potongan-potongan tali ke tanah dan tali-tali itu mulai menggelinjang seperti ular.

Namun pada cerita Nabi Musa, beliau melempar tongkatnya ke bawah, ular itu makan semua potongan tali. Beberapa penyihir selekasnya mengetahui jika ini bukan sichir tapi fenomena, dan bersujud sekalian berbicara, “Kami yakin pada iman Musa”.

Allah SWT menjelaskan ke Nabi Musa untuk mengingatkan Fir’aun jika akan memberi hukuman ia dan umatnya bila mereka terus jalan dan tidak terima iman Musa.

Tetapi Fir’aun terlampau senang untuk dengarkan peringatan itu

2. Cerita Nabi Musa Memotong Lautan

Untuk memberi hukuman Fir’aun dan penganutnya, Allah SWT memberi beberapa masalah, seperti

negara dirundung kelaparan.
temanan belalang makan habis hasil panen.
Sungai Nil banjiri tepiannya yang mengakibatkan kerusakan besar.
banyak yang menanggung derita kutu dan tumor.

Saat semuanya terjadi, beberapa orang segera ke Nabi Musa meminta untuk doakan kontribusi mereka dan janji untuk ikuti agamanya.

Tapi saat mereka pulih dan kondisinya lebih baik, mereka kembali lagi ke penyembahan berhala mereka.

Musa (AS) kumpulkan beberapa orang Bani Israel dan pergi ke Palestina. Saat Fir’aun ketahui pelarian mereka, ia ikuti mereka dengan pasukan besar.

Saat Musa (AS) bersama beberapa orang Bani Israel capai Laut Merah mereka menyaksikan Fir’aun merapat ke mereka dan percaya mereka mau dibunuh.

Tetapi, dalam cerita Nabi Musa, dia menghajar air laut dengan tongkatnya dan air itu terbelah, membuat jalan setapak jadi kering.

Beberapa orang itu seberang dengan selamat. Saat Fir’aun menyaksikan jalan setapak ia masuk laut di muka pasukannya.

Tapi saat ia ada di tengah laut, air mendadak tutup di sekitarnya dan anak buahnya. Dengan langkah ini, Fir’aun dan pasukannya terbenam dan mati di sungai.

Cerita Nabi Musa menggambarkan Musa ialah seorang nabi, utusan, pemberi hukum dan pimpinan dalam Islam.

Dalam adat Islam bukannya mengenalkan agama baru, Musa dipandang oleh Muslim sebagai pendidik dan pengamalan agama beberapa perintisnya dan benarkan kitab suci dan nabi saat sebelum ia.

Alquran mengatakan jika Musa diutus oleh Allah (satu Tuhan) ke Firaun Mesir dan Israel untuk panduan dan peringatan.

Musa disebut semakin banyak dalam Alquran dibanding seseorang, dan hidupnya dinarasikan dan dikisahkan semakin banyak dibanding nabi yang lain.

Dari perjalanan Nabi Musa pada akhirannya dijumpai jika Allah SWT tidak menyenangi tindakan semena-mena atau yang menganiaya seseorang. Itu karena salah satunya perintah Allah ke Musa ialah menantang Raja yang berkuasa pada jaman itu, Firaun.

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: