kumpulan cerita fabel bau mulut sang raja hutan

Kumpulan Cerita Fabel, Bau Mulut Sang Raja Hutan

Spread the love

Cerita dan Dongeng – Berikut ialah narasi fabel yang disebut narasi hewan yang dimainkan berlagak laris seperti manusia. Narasi fabel umumnya sering digunakan sebagai pengajaran kepribadian untuk anak, di mana beragam tuntunan dan pesan kehidupan terdapat di dalam setiap ceritanya yang tentu saja akan gampang diteruskan lewat narasi yang disukai oleh anak.

 Bau Mulut Sang Raja Hutan

 

Kumpulan Cerita Fabel, Bau Mulut Sang Raja Hutan

Di sebuah hutan, Singa adalah penguasa hutan. semua binatang sangat menghormatinya. Ia adalah Raja yang sangat bijak dan perkasa. Sehingga, tidak ada binatang yang berani kepadanya. Suatu hari, sang Raja hutan mendapatkan sebuah kiriman daging dari hutan sebelah. daging tersebut sangat lezat dan Raja pun melahapnya. Namun, setelah selesai makan. Ia merasa mulutnya sangat bau dan ternyata daging tersebut dicampuri dengan petai.

Sang Raja pun terdiam di dalam rumah dan tidak pergi kemana pun karena merasa sangat malu. Namun, tidak lama kemudian. Ia pun mendapatkan sebuah ide dan ingin menguji seluruh rakyatnya tentang bagaimana ia memimpin selama ini. Akhirnya, ia pun memanggil tiga binatang dari hutan yaitu, Katak, Kuda, dan Kancil.

‘’ Hai Katak, apakah kau tahu mengapa. Aku panggil kesini?’’ Tanya sang Raja.

Katak pun hanya menggelengkan kepalanya.

‘’ Mendekatlah. Ada hal yang ingin aku tanyakan.’’ Ujar sang Raja.

‘’ Apakah mulutku bau? Bisik Raja kepada Katak.

Bau yang keluar dari mulut Raja tidak dapat Katak sembunyikan dan dengan jujur namun takut.

‘’ Benar sekali Tuanku.’’ Ujar Katak ketakutan.

Mendengar hal tersebut membuat sang Raja sangat marah dan menganggap Katak tidak sopan. Raja pun memanggil Kuda dan menanyakan hal yang sama. Namun, Kuda karena ketakutan menjawab tidak bau dan murkalah sang Raja. Raja sangat marah karena Kuda sudah berbohong. Kuda pun dimarahi oleh sang Raja.

Akhirnya, tibalah giliran Kancil dan memberikan pertanyaan yang sama. Kancil memang mencium bau yang tidak sedap dari mulut sang Raja. Namun, ia sangat bimbang jika menjawab ia dan tidak karena jawabnya pasti akan disalahkan. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapatkan sebuah ide.

‘’ Maaf Raja, kebetulan hari ini saya sedang pilek sehingga tidak dapat mencium bau apapun.’’ Jawab Kancil berbohong.
Sementara, sang Raja hutan hanya tertawa mendengar jawaban Kancil dan tidak jadi memarahinya.

‘’ Kancil, kamu memang sangat cerdik. Jawaban mu itu sudah lolos dari kemarahanku. Sebagai hadiahnya aku akan memberikan sayuran dari kebunku. Ambillah sepuasnya.’’ Ujar sang Raja Singa.

Kancil pun senang mendengar jawaban sang Raja dan pulang dengan membawa sayuran yang sangat banyak. Ia pun tidak lupa membagikan sayuran tersebut kepada dua temannya Katak dan Kuda.

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: